Milik Kaisar untuk Kaisar, Milik Allah untuk Allah
Lukas 20:25
Debat Besar di Bait Allah
“Lalu, Yesus berkata kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah milik Kaisar kepada Kaisar, dan berikanlah milik Allah kepada Allah.””Lukas 20:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"”Lukas 20:25 · TB
Terjemahan Baru
“"Kalau begitu," kata Yesus kepada mereka, "berilah kepada Kaisar, apa yang milik Kaisar dan kepada Allah, apa yang milik Allah."”Lukas 20:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu kata Yesus kepada mereka, “Kalau begitu, berikanlah kembali kepada raja apa yang memang milik raja. Dan berikanlah kembali kepada Allah apa yang memang milik Allah.””Lukas 20:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said unto them, Render therefore unto Caesar the things which be Caesar’s, and unto God the things which be God’s.”Lukas 20:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:25?
Yesus menjawab pertanyaan tentang membayar pajak kepada Kaisar dengan menunjukkan bahwa kita memiliki kewajiban ganda: memberi kepada pemerintah apa yang menjadi haknya, dan memberi kepada Allah apa yang menjadi hak-Nya. Ini menegaskan bahwa hidup kita memiliki dimensi duniawi dan rohani yang harus seimbang.
Latar belakang
Jawaban yang memecah dilema
Mereka hanya menawarkan dua pilihan: ya atau tidak. Yesus menawarkan kerangka ketiga yang sama sekali berbeda: ada dua ranah yang berbeda — ranah Kaisar dan ranah Allah. Keduanya nyata dan keduanya memiliki klaim yang sah. Tapi ranah Allah lebih luas dan lebih tinggi.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah — momen klimaks dari debat pajak
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Yesus
Memberikan jawaban yang melampaui logika dilema binari mereka
Kepada
Para mata-mata, kerumunan, dan para pemimpin yang mengutus mereka
Semua terperanjat oleh jawaban yang tidak terduga
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπόδοτε
berikanlah · render
Kembalikan apa yang memang sudah menjadi miliknya — bukan sekadar beri
Καίσαρος
milik Kaisar · Caesar's
Hak kepemilikan Kaisar — koin dengan gambarnya adalah lingkup kekuasaannya
τοῦ θεοῦ
milik Allah · God's
Hak kepemilikan Allah — segala sesuatu yang menanggung gambar Allah, termasuk manusia
Berikanlah (apodote) berarti mengembalikan apa yang memang sudah menjadi hak orang. Manusia yang menanggung gambar Allah — maka manusia itu sendiri yang menjadi milik Allah yang harus dikembalikan kepada-Nya.
Tahukah kamu
Prinsip dua kewenangan yang mengubah sejarah
Jawaban Yesus ini menjadi fondasi pemikiran tentang hubungan gereja-negara dalam sejarah Barat. Agustinus, Luther, Calvin, dan para pemikir Kristen setelahnya semua bergulat dengan implikasi dua kalimat ini. Ini adalah salah satu pernyataan paling berpengaruh dalam sejarah politik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:25
Roma 13:7
Paulus mengembangkan prinsip dua kewajiban dari ajaran Yesus ini
“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada yang berhak menerima pajak, cukai kepada yang berhak menerima cukai...”
1 Petrus 2:17
Keduanya — Allah dan penguasa — perlu dihormati secara berbeda
“Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah kepada Allah, hormatilah raja!”
Matius 6:24
Tapi ketika Kaisar dan Allah berkonflik, harus ada prioritas yang jelas
“Tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:25
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa urusan agama dan urusan negara harus sepenuhnya terpisah
✓ Yang sebenarnya
Yesus mengakui dua ranah yang berbeda tapi tidak mengajarkan bahwa keduanya setara atau tidak berinteraksi
✕ Sering dikira
Jawaban Yesus berarti orang Kristen harus selalu taat pada pemerintah tanpa syarat
✓ Yang sebenarnya
Prinsip ini perlu dibaca bersama Kisah Para Rasul 5:29 — ketika terjadi konflik, ketaatan pada Allah lebih tinggi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:25
Saat kita membayar pajak atau memenuhi kewajiban sipil, ingatlah bahwa itu juga bagian dari ketaatan kepada Allah. Jangan abaikan tanggung jawab duniawi, tetapi juga jangan lupa memberikan waktu, hati, dan hidup kita untuk Tuhan.
Tuhan, ajari aku untuk hidup seimbang dalam kewajiban kepada dunia dan kepada-Mu, sehingga semua yang kulakukan memuliakan-Mu. Amin.