Pilatus bertanya langsung: apakah Engkau Raja orang Yahudi?
Yohanes 18:33
Yesus Dibawa Menghadap Pilatus
“Kemudian, Pilatus masuk kembali ke dalam gedung pengadilan dan memanggil Yesus, dan bertanya kepada-Nya, “Apakah Engkau Raja orang Yahudi?””Yohanes 18:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?"”Yohanes 18:33 · TB
Terjemahan Baru
“Pilatus masuk kembali ke istana dan memanggil Yesus, lalu bertanya, "Apakah Engkau raja orang Yahudi?"”Yohanes 18:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Pilatus masuk lagi ke dalam istana gubernur dan menyuruh tentaranya membawa Yesus masuk. Lalu dia bertanya kepada Yesus, “Apakah betul yang mereka katakan bahwa kamu menganggap dirimu raja orang Yahudi?””Yohanes 18:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then Pilate entered into the judgment hall again, and called Jesus, and said unto him, Art thou the King of the Jews?”Yohanes 18:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 18:33?
Pilatus masuk ke gedung pengadilan dan memanggil Yesus untuk diinterogasi secara pribadi. Dia bertanya langsung, 'Apakah Engkau Raja orang Yahudi?' Pertanyaan ini penting karena di mata Romawi, klaim sebagai raja adalah tindakan pemberontakan politik terhadap Kaisar.
Latar belakang
Pertanyaan tentang kekuasaan politik vs kekuasaan rohani
Pilatus masuk ke dalam — tempat hanya dia dan Yesus — dan langsung ke inti masalah dari sudut pandang Romawi: 'Apakah Engkau Raja orang Yahudi?' Dari perspektif Roma, klaim menjadi raja adalah pengkhianatan terhadap Kaisar. Pilatus perlu tahu apakah ini orang yang berbahaya secara politik. Yesus akan menjawab dengan cara yang mengubah seluruh kerangka pertanyaan.
Di mana
Di dalam Praetorium, Yerusalem
Ruang interogasi pribadi gubernur Romawi
Kapan
~30 M
Interogasi pribadi Pilatus terhadap Yesus
Yang berbicara
Pontius Pilatus
Gubernur Romawi Yudea yang masuk menginterogasi Yesus
Kepada
Yesus
Terdakwa yang diikat di hadapan gubernur Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
βασιλεύς
basileus · king
Raja; gelar kekuasaan tertinggi — di mata Romawi, mengklaim ini berarti menantang Kaisar
Ἰουδαίων
Ioudaion · Jews
Orang Yahudi; Pilatus memakai label etnis/politik, bukan religius
εἰσῆλθεν
eiselthen · entered
Masuk (kembali) ke dalam; kontras dengan keluar tadi — ruang privat untuk interogasi
Kata 'basileus' (raja) di mulut Pilatus adalah pertanyaan politik: ancaman terhadap Kaisar atau bukan? Yesus akan mendefinisikan ulang makna kerajaan itu sendiri.
Tahukah kamu
Interogasi ini adalah satu-satunya dialog panjang Pilatus-Yesus
Dari empat Injil, hanya Yohanes yang merekam dialog panjang antara Pilatus dan Yesus. Yohanes tampaknya punya akses ke informasi tentang apa yang terjadi di dalam — mungkin dari sumber yang punya koneksi ke istana gubernur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 18:33
Yohanes 6:15
Yesus sebelumnya sudah menolak konsep kerajaan versi mereka
“Karena itu Yesus mengetahui bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, maka Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.”
Lukas 23:2
Tuduhan yang membawa pertanyaan ini ke meja Pilatus
“Mereka mulai mendakwa Dia, katanya: '...mengatakan bahwa Ia sendiri adalah Kristus, yaitu Raja.'”
Daniel 7:14
Visi tentang kerajaan ilahi yang tidak terbatas bangsa
“Kepadanya diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 18:33
✕ Sering dikira
Pilatus bertanya ini karena dia sudah yakin Yesus memang raja
✓ Yang sebenarnya
Pilatus bertanya karena itulah tuduhan yang perlu dia verifikasi — dia belum punya kesimpulan apapun
✕ Sering dikira
Pertanyaan Pilatus ini tidak relevan bagi Yesus
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya — Yesus merespons dengan sangat serius dan mendalam, menggunakan pertanyaan ini sebagai kesempatan menyatakan kebenaran tentang kerajaan-Nya
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 18:33
Ketika kita dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan sulit tentang iman kita, jangan takut untuk menjawab dengan jujur. Pilatus bertanya kepada Yesus, dan Yesus menjawab dengan tenang dan bijaksana.
Tuhan, berikan kami keberanian dan hikmat untuk menjawab setiap pertanyaan tentang iman kami dengan jujur dan penuh kasih. Amin.