Raja diolok-olok dengan jubah kebesaran
Lukas 23:11
Hari Penyaliban
“Bahkan, Herodes dan para tentaranya juga merendahkan dan mengejek Yesus. Setelah itu, mereka memakaikan jubah yang indah, lalu mengirim-Nya kembali kepada Pilatus.”Lukas 23:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok- olokkan Dia, ia mengenakan jubah Lukas 23.12–18 167 kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.”Lukas 23:11 · TB
Terjemahan Baru
“Herodes dan anggota-anggota tentaranya mempermainkan dan menghina Yesus, lalu memakaikan Dia pakaian kebesaran, kemudian mengirim Dia kembali kepada Pilatus.”Lukas 23:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka Herodes dan para tentaranya menghina Dia dan mempermainkan-Nya. Herodes mengejek Yesus sebagai raja dengan menyuruh mereka memakaikan jubah yang indah kepada-Nya. Lalu Herodes menyuruh para tentaranya mengembalikan Yesus kepada Pilatus dalam keadaan masih memakai jubah itu.”Lukas 23:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Herod with his men of war set him at nought, and mocked him, and arrayed him in a gorgeous robe, and sent him again to Pilate.”Lukas 23:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:11?
Herodes dan tentaranya memperlakukan Yesus dengan hina dan mengejek-Nya, lalu memakaikan jubah indah sebagai ejekan karena Yesus disebut raja. Mereka tidak mengakui Yesus sebagai Raja, malah mempermalukan-Nya di depan umum.
Latar belakang
Ejekan yang jadi nubuat
Herodes dan para tentaranya memakaikan jubah indah kepada Yesus sebagai ejekan — berpura-pura menghormati raja palsu. Tapi tanpa mereka sadari, mereka sedang melakukan sesuatu yang bermakna jauh lebih dalam: mereka mendandani Raja yang sesungguhnya. Ejekan mereka justru meneguhkan identitas yang mereka coba remehkan.
Di mana
Istana Herodes, Yerusalem
Halaman istana dengan para tentara Herodes
Kapan
~30 M
Hari penyaliban Yesus
Yang berbicara
Lukas
dokter dan sejarawan, sahabat Paulus
Kepada
Teofilus
pembaca terhormat, kemungkinan pejabat Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐξουθενήσας
exoutheneisas · treated with contempt
Menghina, meremehkan total — kata yang sangat kuat, berarti menganggap sesuatu tidak bernilai sama sekali.
ἐμπαίξας
empaizas · mocked
Mengejek, bermain-main dengan seseorang untuk merendahkan — kata yang sama digunakan untuk ejekan anak-anak terhadap Elisa.
ἐσθῆτα λαμπράν
esthēta lampran · gorgeous robe
Jubah yang bersinar/mewah — bisa merujuk ke warna putih cerah yang dikenakan oleh orang-orang terhormat.
Kata-kata Lukas memilih 'diremehkan' dan 'diejek' — dua kata yang menggambarkan penghinaan total. Tapi justru dalam penghinaan itulah identitas Yesus sebagai Raja lebih jelas terlihat.
Tahukah kamu
Jubah ini berbeda dengan jubah ungu di Pilatus
Lukas menyebut 'jubah yang indah' (lampra) — kemungkinan jubah putih atau bercahaya, mirip jubah bangsawan. Matius dan Markus mencatat tentara Pilatus memakai jubah ungu/merah. Ini dua insiden berbeda di dua lokasi berbeda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:11
Mazmur 22:6-7
nubuat tentang penghinaan Mesias
“Aku ini cacing dan bukan manusia, cercaan manusia dan dihina oleh orang banyak.”
Yesaya 53:3
karakter hamba yang menderita
“Ia dihina dan tidak dihargai, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.”
Wahyu 19:13
jubah Raja yang sesungguhnya
“Ia memakai jubah yang telah dicelupkan dalam darah dan nama-Nya ialah: Firman Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:11
✕ Sering dikira
Herodes memutuskan Yesus bersalah dan mengeksekusi-Nya
✓ Yang sebenarnya
Herodes hanya mengejek lalu mengirim Yesus kembali ke Pilatus — ia tidak mengeluarkan vonis apa pun.
✕ Sering dikira
Jubah yang dimaksud di sini sama dengan jubah ungu yang disebut Markus
✓ Yang sebenarnya
Ini dua kejadian berbeda: Herodes memakaikan jubah di istananya, sementara tentara Pilatus memakaikan jubah ungu/merah di pretoriumnya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:11
Terkadang kita bisa ikut merendahkan atau mengejek orang lain karena tidak setuju atau merasa lebih tinggi. Ingatlah bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan, dan kita dipanggil untuk menghormati satu sama lain.
Tuhan, ampuni aku jika aku pernah merendahkan orang lain. Ajarilah aku untuk menghormati setiap orang sebagaimana Engkau menghormati mereka. Amin.