Hukum Levirat tentang Pernikahan Saudara
Lukas 20:28
Debat Besar di Bait Allah
““Guru, Musa menuliskan bagi kita, jika saudara seorang laki-laki meninggal, sedangkan ia mempunyai istri dan tidak memiliki anak, dia harus menikahi janda saudaranya itu dan membangkitkan keturunan baginya.”Lukas 20:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Lukas 20.29–36 147”Lukas 20:28 · TB
Terjemahan Baru
“"Bapak Guru, Musa menulis hukum ini untuk kita: Kalau seorang laki-laki mati dan ia tidak punya anak, maka saudaranya harus kawin dengan jandanya supaya memberi keturunan kepada orang yang sudah mati itu.”Lukas 20:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Guru, Musa menuliskan peraturan seperti ini, ‘Kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya wajib menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.’”Lukas 20:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Saying, Master, Moses wrote unto us, If any man’s brother die, having a wife, and he die without children, that his brother should take his wife, and raise up seed unto his brother.”Lukas 20:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:28?
Orang Saduki mengutip hukum Musa tentang perkawinan levirat, di mana seorang saudara harus menikahi janda saudaranya yang meninggal untuk membangkitkan keturunan baginya. Ini adalah hukum adat untuk menjaga garis keluarga dan warisan di Israel.
Latar belakang
Senjata dari Taurat Musa sendiri
Saduki memakai hukum Musa untuk melawan doktrin kebangkitan — strategi cerdas karena mereka hanya mengakui lima kitab Musa. Hukum Levirat dari Ulangan 25:5-6 memang nyata: kalau suami mati tanpa anak, saudaranya harus menikahi jandanya untuk meneruskan keturunan.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Orang Saduki
Elite agama yang menolak kebangkitan, mengajukan skenario berdasarkan hukum Taurat
Kepada
Yesus dan kerumunan
Pendengar yang familiar dengan hukum Levirat dari Ulangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔγραψεν Μωϋσῆς
Musa menuliskan · Moses wrote
Otoritas tertinggi Saduki — mereka hanya mengakui Taurat Musa
ἀδελφός
saudara · brother
Saudara kandung — dalam hukum Levirat, saudara suami yang meninggal
ἐξαναστήσῃ σπέρμα
membangkitkan keturunan · raise up offspring
Membangkitkan benih/keturunan — tujuan hukum Levirat untuk meneruskan nama keluarga
Ironis: Saduki memakai hukum membangkitkan keturunan untuk menolak doktrin kebangkitan (anastasis). Mereka bermain-main dengan kata yang sama dalam konteks berbeda.
Tahukah kamu
Hukum Levirat masih ada sampai hari ini
Hukum Levirat (dari kata Latin levir = saudara suami) dalam tradisi Yahudi disebut yibbum. Kalau seseorang tidak mau menikahi janda saudaranya, ada prosedur halitzah untuk melepaskan kewajiban itu. Hukum ini masih diakui dalam halakha Yahudi modern, meski praktiknya jarang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:28
Ulangan 25:5-6
Sumber hukum Levirat yang dikutip Saduki
“Apabila saudara-saudara lelaki tinggal bersama-sama dan seorang dari mereka mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki... maka iparnya harus menghampiri dia dan mengambil dia menjadi istrinya.”
Rut 3:9
Boaz melaksanakan prinsip serupa hukum penebus kerabat
“Jawabnya, Akulah Rut, hambamu; kembangkanlah kiranya sayapmu atas hambamu ini, sebab engkaulah seorang penebus yang dekat.”
Kejadian 38:8
Hukum Levirat sudah ada sebelum Musa — terlihat dari kisah Tamar
“Lalu kata Yehuda kepada Onan, Hampirilah istri saudaramu itu, kawini dia sebagai iparmu, dan bangkitkanlah keturunan bagi saudaramu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:28
✕ Sering dikira
Hukum Levirat adalah tradisi budaya biasa yang tidak diperintahkan Allah
✓ Yang sebenarnya
Hukum ini secara eksplisit tercatat dalam Ulangan 25 — ini hukum Taurat, bukan hanya kebiasaan
✕ Sering dikira
Orang Saduki mengajukan pertanyaan ini karena peduli pada nasib janda
✓ Yang sebenarnya
Mereka menggunakan skenario ini sebagai senjata logis untuk membuktikan kebangkitan tidak masuk akal
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:28
Kita perlu memahami konteks budaya dan sejarah saat membaca Alkitab, agar tidak salah tafsir. Tuhan bekerja dalam budaya yang berbeda, tetapi prinsip kebenaran-Nya tetap relevan sepanjang masa.
Bapa, bukalah mataku untuk memahami firman-Mu dengan benar dan bijaksana dalam menghadapi berbagai ajaran. Amin.