Orang Saduki Datang dengan Pertanyaan Baru
Lukas 20:27
Debat Besar di Bait Allah
“Kemudian, beberapa orang Saduki datang kepada Yesus. Mereka adalah golongan orang yang tidak percaya akan adanya kebangkitan. Lalu, mereka bertanya kepada-Nya,”Lukas 20:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:”Lukas 20:27 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa orang dari golongan Saduki datang kepada Yesus. (Mereka adalah golongan yang berpendapat bahwa orang mati tidak akan bangkit kembali.) Mereka bertanya kepada Yesus,”Lukas 20:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Beberapa anggota kelompok Saduki juga mendatangi Yesus. (Kelompok Saduki percaya bahwa orang yang sudah mati tidak akan hidup kembali.) Mereka bertanya kepada-Nya,”Lukas 20:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then came to him certain of the Sadducees, which deny that there is any resurrection; and they asked him,”Lukas 20:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:27?
Orang Saduki, yang tidak percaya pada kebangkitan, datang kepada Yesus dengan pertanyaan yang sulit. Mereka menggunakan hukum perkawinan levirat untuk mencoba membuktikan bahwa kebangkitan tidak masuk akal. Ini menunjukkan bahwa mereka lebih fokus pada argumen daripada kebenaran Allah.
Latar belakang
Giliran orang Saduki mencoba peruntungan
Orang Saduki adalah kelompok elite imam dan aristokrat yang berbeda dari Farisi. Mereka tidak percaya pada kebangkitan, malaikat, atau roh — mereka hanya mengakui lima kitab Musa. Mereka melihat ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa doktrin kebangkitan tidak masuk akal.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah — giliran kelompok baru yang coba menjebak
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Memperkenalkan kelompok baru yang datang dengan agenda berbeda
Kepada
Pembaca Injil Lukas
Perlu tahu siapa Saduki untuk memahami konteks pertanyaan mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
Σαδδουκαῖοι
Saduki · Sadducees
Kemungkinan dari nama Zadok — imam tinggi di zaman Daud dan Salomo
ἀντιλέγοντες
tidak percaya · deny
Berargumen menentang, menyangkal — bukan hanya tidak percaya tapi aktif menolak
ἀνάστασιν
kebangkitan · resurrection
Bangkit dari kematian — inti doktrin yang mereka tolak
Kata menyangkal (antilegontes) menunjukkan Saduki bukan hanya skeptis tapi aktif berdebat melawan doktrin kebangkitan. Mereka datang bukan untuk belajar tapi untuk menghancurkan argumen kebangkitan.
Tahukah kamu
Saduki vs Farisi — persaingan kuno
Pertentangan Saduki dan Farisi soal kebangkitan sudah berlangsung lama sebelum Yesus. Kisah Para Rasul 23:6-8 menunjukkan bagaimana Paulus memanfaatkan perpecahan ini dalam sidangnya. Orang Saduki percaya jiwa mati bersama tubuh — tidak ada kebangkitan, tidak ada penghakiman setelah mati.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:27
Kisah Para Rasul 23:8
Konfirmasi langsung tentang keyakinan Saduki yang disebutkan Lukas
“Karena orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh...”
Matius 3:7
Yohanes Pembaptis juga menghadapi Saduki — mereka adalah kelompok berpengaruh di era ini
“Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka...”
Daniel 12:2
Salah satu teks PL yang paling jelas tentang kebangkitan — yang ditolak Saduki
“Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:27
✕ Sering dikira
Saduki adalah orang Yahudi biasa yang meragukan kebangkitan secara pribadi
✓ Yang sebenarnya
Saduki adalah kelompok teologis terorganisir yang secara aktif berdebat melawan doktrin kebangkitan
✕ Sering dikira
Saduki adalah kelompok miskin dan terpinggirkan
✓ Yang sebenarnya
Saduki adalah elite — imam besar, aristokrat, dan kolaborator Romawi yang sangat berpengaruh
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:27
Jangan biarkan keraguan atau prasangka menghalangi kita untuk memahami kebenaran Allah. Terkadang kita datang kepada Tuhan dengan pertanyaan yang sudah kita yakini jawabannya, padahal kita perlu rendah hati untuk belajar.
Tuhan, jauhkan aku dari sikap Sokrates yang menguji-Mu, namun buat hatiku rendah hati untuk menerima kebenaran-Mu. Amin.