Batu yang Dibuang Menjadi Batu Penjuru
Lukas 20:17
Debat Besar di Bait Allah
“Akan tetapi, Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, apakah arti ayat ini: ‘Batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi Batu penjuru’?”Lukas 20:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru? Lukas 20.18–22 145”Lukas 20:17 · TB
Terjemahan Baru
“Yesus memandang mereka lalu berkata, "Kalau begitu, apa artinya ayat Alkitab ini? 'Batu yang tidak terpakai oleh tukang bangunan, sudah menjadi batu yang terutama.'”Lukas 20:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata, “Kalau begitu, coba kalian artikan ayat Kitab Suci ini,‘Batu yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunansudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang utama.’”Lukas 20:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he beheld them, and said, What is this then that is written, The stone which the builders rejected, the same is become the head of the corner?”Lukas 20:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:17?
Yesus mengutip Mazmur 118:22 tentang batu yang dibuang tukang bangunan menjadi batu penjuru. Ini berarti Yesus, yang ditolak oleh para pemimpin agama, justru menjadi fondasi keselamatan yang utama bagi umat Allah.
Latar belakang
Dari perumpamaan ke kitab suci
Yesus langsung beralih dari perumpamaan ke teks kitab suci yang sudah familiar: Mazmur 118:22. Ini adalah strategi rabbinik — mendukung ajaran dengan otoritas teks suci. Mazmur 118 adalah mazmur yang dipakai saat Yesus masuk Yerusalem dengan kata Hosanna, jadi semua orang di sini masih ingat.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah — Yesus menatap pendengar saat mengutip Mazmur
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Yesus
Mengutip Mazmur 118 untuk mengklaim identitas-Nya sendiri
Kepada
Orang banyak dan pemimpin agama yang baru bereaksi
Pendengar yang kini diarahkan ke teks Kitab Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
λίθον
batu · stone
Batu bangunan — bahan fisik yang menjadi fondasi
ἀπεδοκίμασαν
dibuang · rejected
Diperiksa dan dianggap tidak layak — ditolak setelah evaluasi
κεφαλὴν γωνίας
batu penjuru · cornerstone
Kepala sudut bangunan — batu terpenting yang menentukan arah seluruh konstruksi
Batu yang diperiksa dan ditolak menjadi batu yang paling penting. Yesus sedang mengidentifikasi diri-Nya sebagai batu itu.
Tahukah kamu
Mazmur 118 — dari lagu kemenangan ke nubuat tentang Yesus
Mazmur 118 awalnya dinyanyikan merayakan kemenangan raja Israel. Yesus mengambil ayat 22 dan menerapkannya kepada diri-Nya sendiri. Menariknya, batu yang dibuang dalam bahasa Aram bisa jadi permainan kata dengan anak — keduanya berbunyi mirip: eben (batu) dan ben (anak).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:17
Mazmur 118:22
Kutipan langsung yang Yesus pakai — sumber aslinya
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.”
Yesaya 28:16
Allah sendiri yang meletakkan batu penjuru — Yesus mengklaim ini tentang diri-Nya
“Lihat, Aku meletakkan sebuah batu yang teruji sebagai dasar di Sion, sebuah batu penjuru yang berharga dan teguh pondasinya.”
1 Petrus 2:7
Petrus mengaplikasikan teks yang sama ke Yesus dan kepada gereja
“Bagi kamu yang percaya, ia adalah batu yang berharga, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, ia telah menjadi batu penjuru.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:17
✕ Sering dikira
Kutipan ini adalah taktik Yesus untuk mengalihkan pembicaraan
✓ Yang sebenarnya
Kutipan ini adalah klaim identitas langsung — Yesus menyatakan diri-Nya adalah batu yang ditolak tapi menjadi fondasi
✕ Sering dikira
Batu penjuru berarti batu yang kecil dan tidak penting
✓ Yang sebenarnya
Batu penjuru adalah batu terpenting dalam konstruksi kuno — menentukan simetri dan stabilitas seluruh bangunan
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:17
Manusia sering menolak apa yang Tuhan pilih. Jangan takut ditolak orang lain karena mengikut Yesus; justru Dia yang menjadi batu penjuru hidup kita. Biarkan Yesus menjadi dasar segala sesuatu yang kita lakukan.
Yesus, Engkau adalah batu penjuru dalam hidupku. Ajar aku untuk bersandar pada-Mu, bukan pada penilaian manusia. Amin.