Pelayan Ketiga Dilukai dan Diusir
Lukas 20:12
Debat Besar di Bait Allah
“Lalu, pemilik kebun anggur itu mengutus pelayan yang ketiga, tetapi petani-petani itu juga melukai pelayan yang satu ini dan mengusirnya keluar.”Lukas 20:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selanjutnya ia menyuruh hamba yang ketiga, tetapi orang itu juga dilukai Lukas 20.13–17 144 oleh mereka, lalu dilemparkan ke luar kebun itu.”Lukas 20:12 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian pemilik kebun itu mengirim pelayan yang ketiga. Tetapi pelayan itu pun dipukul juga oleh penggarap-penggarap itu dan dibuang ke luar kebun itu.”Lukas 20:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Untuk ketiga kalinya pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi mereka memukuli dia lagi, bahkan sampai melukainya. Lalu mereka melemparkan dia keluar kebun.”Lukas 20:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And again he sent a third: and they wounded him also, and cast him out.”Lukas 20:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:12?
Pemilik kebun anggur mengirim pelayan ketiga, tetapi para petani melukainya dan mengusirnya. Ini menggambarkan eskalasi penganiayaan terhadap utusan Allah; semakin lama semakin buruk perlakuan terhadap mereka. Ini menunjukkan betapa jahatnya hati manusia yang menolak otoritas Tuhan.
Latar belakang
Tiga kali, tiga nasib berbeda
Tiga pelayan dengan tiga perlakuan yang semakin buruk: dipukul, dipermalukan, dilukai parah. Ini adalah ritme tiga yang umum dalam cerita rakyat dan perumpamaan Yahudi. Pendengar sudah tahu — situasi ini tidak bisa berlanjut begitu saja.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan eskalasi kekerasan dalam perumpamaan
Kepada
Orang banyak di Bait Allah
Pendengar yang mungkin mulai tidak nyaman dengan ke mana perumpamaan ini menuju
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τραυματίσαντες
melukai · wounded
Melukai secara fisik — lebih serius dari sekadar memukul
ἐξέβαλον
mengusirnya keluar · threw out
Dilempar keluar dengan kasar — tidak hanya diusir tapi dibuang
τρίτον
ketiga · third
Eskalasi ketiga — puncak dari pola yang berulang
Setiap pelayan diperlakukan lebih buruk: dipukul, dipermalukan, dilukai dan dilempar. Pola ini mempersiapkan pendengar untuk keputusan dramatis si pemilik kebun.
Tahukah kamu
Angka tiga dalam narasi Yahudi
Cerita dengan tiga karakter atau tiga kejadian berulang adalah pola umum dalam sastra Yahudi. Biasanya, apa yang terjadi pada kali ketiga adalah puncak atau titik balik cerita. Pendengar Yesus pasti sudah menunggu: apa yang terjadi selanjutnya?
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:12
Yehezkiel 9:8
Kehancuran berulang dari utusan Allah dalam sejarah Israel
“Sementara mereka sedang membunuh dan aku seorang diri tinggal, aku sujud dengan muka ke tanah dan berseru, Ah, Tuhan ALLAH! Apakah Engkau hendak membinasakan seluruh sisa Israel?”
1 Raja-Raja 18:4
Pembunuhan nabi-nabi sebagai realitas sejarah yang melatar-belakangi perumpamaan
“Pada waktu Izebel membunuhi nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi dan menyembunyikan mereka...”
Lukas 13:33
Yesus sadar diri akan nasib serupa yang menunggunya di Yerusalem
“Namun demikian, Aku harus melanjutkan perjalanan-Ku hari ini, besok, dan lusa, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:12
✕ Sering dikira
Pemilik kebun tidak realistis — harusnya berhenti mengirim utusan
✓ Yang sebenarnya
Kesabaran pemilik kebun bukan ketidaktahuan tapi ketekunan yang luar biasa — gambaran kasih Allah yang tidak menyerah
✕ Sering dikira
Tiga pelayan hanya pengulangan yang tidak perlu
✓ Yang sebenarnya
Pola tiga ini membangun ketegangan naratif dan menggambarkan betapa berulangnya penolakan Israel terhadap nabi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:12
Tuhan terus mengirimkan kesempatan kepada kita untuk berbalik, meskipun kita telah berulang kali mengecewakan-Nya. Mari kita tidak meremehkan kesabaran Tuhan dan gunakan setiap kesempatan untuk bertobat.
Tuhan, terima kasih atas kesabaran-Mu yang tak berkesudahan. Tolong aku untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau berikan. Amin.