Pemilik Kebun Mengutus Putranya
Lukas 20:13
Debat Besar di Bait Allah
“Pemilik kebun itu pun berkata, ‘Apa yang harus aku lakukan? Aku akan mengirim anakku yang kukasihi, mungkin mereka akan menghormatinya.’”Lukas 20:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kata tuan kebun anggur itu: Apakah yang harus kuperbuat? Aku akan menyuruh anakku yang kekasih; tentu ia mereka segani.”Lukas 20:13 · TB
Terjemahan Baru
“Akhirnya pemilik kebun itu berkata, 'Aku harus berbuat apa lagi? Aku akan mengirim anakku sendiri yang kukasihi. Pasti dia akan mereka hormati!'”Lukas 20:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Akhirnya pemilik kebun itu berpikir, ‘Harus bagaimana sekarang? Oh, aku akan mengutus anakku satu-satunya yang sangat aku kasihi. Mungkin kepada anakku sendiri mereka akan segan dan menghormati dia.’”Lukas 20:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said the lord of the vineyard, What shall I do? I will send my beloved son: it may be they will reverence him when they see him.”Lukas 20:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:13?
Pemilik kebun anggur mengutus anaknya yang dikasihi sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan hasil dari para penyewa. Ini menggambarkan kasih Allah yang mengutus Yesus, Anak-Nya, kepada umat-Nya yang memberontak, dengan harapan mereka akan menghormati-Nya.
Latar belakang
Taruhan terakhir dengan anak yang paling dicintai
Ini adalah momen paling dramatis dalam perumpamaan. Pemilik kebun tidak punya opsi lain — semua pelayan sudah dianiaya. Dia memutuskan untuk mengirim satu-satunya anak kandungnya, yang paling ia kasihi, dengan harapan para petani akan menghormatinya. Bagi pendengar, ini jelas gambaran Yesus sebagai Anak Allah.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Yesus
Mengungkap keputusan paling berisiko dari si pemilik kebun
Kepada
Orang banyak di Bait Allah
Pendengar yang mulai mengerti ke mana arah perumpamaan ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
υἱόν μου τὸν ἀγαπητόν
anakku yang kukasihi · beloved son
Anak tunggal yang dicintai sepenuh hati — kata yang sama dipakai di baptisan Yesus
ἴσως
mungkin · perhaps
Kemungkinan yang tidak pasti — risiko yang disadari tapi tetap diambil
ἐντραπήσονται
menghormatinya · respect
Menunjukkan rasa hormat, segan, malu untuk menyakiti
Anak yang kukasihi menghubungkan perumpamaan ini langsung ke baptisan Yesus (Lukas 3:22). Mungkin mengungkap kasih Allah yang berani mengambil risiko demi manusia.
Tahukah kamu
Kata mungkin yang menyentuh hati
Pemilik kebun berkata mungkin mereka akan menghormatinya — bukan pasti. Kata mungkin ini menggambarkan Allah yang mengambil risiko demi manusia. Dia tahu ada kemungkinan penolakan, tapi tetap mengirim yang paling berharga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:13
Yohanes 3:16
Pengiriman Anak Tunggal sebagai ekspresi kasih Allah yang terbesar
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal...”
Lukas 3:22
Kata yang sama anak yang kukasihi dipakai untuk Yesus saat baptisan
“...dan terdengarlah suara dari langit, Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Kejadian 22:2
Allah meminta Abraham menyerahkan anak yang dikasihi — bayangan pengorbanan Anak Allah
“Firman-Nya, Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:13
✕ Sering dikira
Keputusan pemilik kebun tidak masuk akal — ini bunuh diri
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran kasih yang berani menanggung risiko, bukan ketidaktahuan situasi
✕ Sering dikira
Kata mungkin menunjukkan Allah tidak tahu apa yang akan terjadi
✓ Yang sebenarnya
Mungkin dalam konteks ini menggambarkan respek Allah terhadap kebebasan manusia untuk merespons atau menolak
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:13
Pernahkah kita menolak utusan Allah dalam hidup kita, seperti nasihat dari firman atau teguran dari sesama? Mari belajar menghormati setiap orang yang diutus Tuhan kepada kita, terutama Yesus yang adalah Anak-Nya.
Tuhan, ajari kami untuk menghormati Engkau dan setiap utusan-Mu, dan beri kami hati yang siap menerima kebenaran-Mu. Amin.