Pelayan Kedua Juga Dianiaya
Lukas 20:11
Debat Besar di Bait Allah
“Dan, dia pun mengirim pelayan yang lain, tetapi petani-petani itu juga memukul pelayan tersebut dan memperlakukannya dengan hina, lalu mengusirnya pergi dengan tangan hampa.”Lukas 20:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu ia menyuruh seorang hamba yang lain, tetapi hamba itu juga dipukul dan dipermalukan oleh mereka, lalu disuruh pulang dengan tangan hampa.”Lukas 20:11 · TB
Terjemahan Baru
“Maka pemilik kebun itu mengirim lagi seorang pelayan yang lain; tetapi pelayan itu pun dipukul juga dan dihina oleh penggarap-penggarap itu, lalu disuruh pulang dengan tangan kosong.”Lukas 20:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian pemilik kebun itu menyuruh hambanya yang lain. Tetapi sekali lagi para petani memukulinya, mencaci maki dia, lalu mengusirnya, sehingga dia pulang dengan tangan kosong.”Lukas 20:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And again he sent another servant: and they beat him also, and entreated him shamefully, and sent him away empty.”Lukas 20:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:11?
Pemilik kebun anggur kembali mengirim pelayan lain, tetapi para petani memperlakukan pelayan itu dengan hina dan mengusirnya juga. Ini menunjukkan penolakan yang berulang terhadap utusan-utusan Allah, menggambarkan sikap keras kepala dan ketidakmauan untuk bertobat.
Latar belakang
Pola yang berulang dan meningkat
Setiap utusan diperlakukan lebih buruk dari sebelumnya. Pelayan pertama dipukuli. Pelayan kedua dipukuli dan dipermalukan. Ini menunjukkan pola eskalasi — bukan hanya penolakan biasa tapi penghinaan yang semakin berani. Pemilik kebun tahu ini, tapi terus mencoba.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan pola berulang penganiayaan dalam sejarah Israel
Kepada
Orang banyak di Bait Allah
Pendengar yang familier dengan kisah nabi-nabi yang ditolak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἠτίμασαν
memperlakukannya dengan hina · treated shamefully
Merendahkan martabat — penghinaan publik yang disengaja
καί
juga · also
Juga — menandakan pengulangan pola yang semakin buruk
ἐξαπέστειλαν
mengusirnya pergi · sent away
Dibuang keluar, disingkirkan dengan paksa
Kata juga yang sederhana menyiratkan siklus yang berulang — kesabaran pemilik kebun luar biasa, sementara kekejaman para petani terus meningkat.
Tahukah kamu
Penghinaan lebih buruk dari pemukulan
Di budaya kehormatan-malu Mediterania kuno, diperlakukan dengan hina seringkali lebih menyakitkan dari kekerasan fisik. Ini adalah penghinaan publik yang merusak kehormatan seseorang di mata komunitas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:11
2 Tawarikh 36:16
Penghinaan terhadap utusan Allah sebagai pola berulang dalam sejarah Israel
“Tetapi mereka mengejek para utusan Allah dan menghina firman-Nya serta memperolok-olok nabi-nabi-Nya.”
Matius 23:37
Yesus meratapi pola penolakan yang sama ini
“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!”
Kisah Para Rasul 7:52
Stefanus merangkum sejarah penganiayaan nabi dalam Israel
“Nabi manakah yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:11
✕ Sering dikira
Pemilik kebun salah karena terus mengirim utusan ke tempat berbahaya
✓ Yang sebenarnya
Kesabaran pemilik kebun menggambarkan kesabaran Allah yang luar biasa, bukan kecerobohan
✕ Sering dikira
Penghinaan dalam perumpamaan ini hanya kiasan ringan
✓ Yang sebenarnya
Di budaya saat itu, penghinaan publik adalah cedera serius yang setara dengan kekerasan fisik
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:11
Terkadang kita menolak peringatan Tuhan berulang kali karena keras kepala. Mari kita berhenti bersikeras pada kehendak sendiri dan mau belajar dari kesalahan, sehingga kita tidak mengulangi penolakan yang sama.
Bapa, ampunilah aku atas kekerasan hatiku. Ajar aku untuk rendah hati dan mau berubah. Amin.