Orang-orang menyuruh orang buta diam
Lukas 18:39
Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem
“Orang-orang yang berjalan di depan rombongan, memarahi orang buta itu dan menyuruhnya diam. Akan tetapi, ia malah berteriak lebih keras, “Anak Daud, kasihanilah aku!””Lukas 18:39 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"”Lukas 18:39 · TB
Terjemahan Baru
“Orang-orang yang di depan, memarahinya dan menyuruh dia diam. Tetapi ia berteriak lebih nyaring lagi, "Anak Daud! Kasihanilah saya!"”Lukas 18:39 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang-orang yang berjalan di depan Yesus menyuruhnya diam. Tetapi dia semakin keras berteriak, “Yesus, Keturunan Daud, kasihanilah saya!””Lukas 18:39 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they which went before rebuked him, that he should hold his peace: but he cried so much the more, Thou son of David, have mercy on me.”Lukas 18:39 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 18:39?
Orang banyak memarahi si buta, tetapi dia malah berteriak lebih keras. Ini menunjukkan tekadnya yang kuat untuk mendapatkan perhatian Yesus, melawan semua rintangan.
Latar belakang
Hambatan yang justru memperkuat tekad
Saat orang buta berteriak, orang-orang di sekitarnya memarahinya dan menyuruhnya diam. Tapi reaksinya adalah berteriak lebih keras. Hambatan tidak melemahkan imannya — justru memperkuatnya. Ini adalah ilustrasi sempurna dari perumpamaan hakim dan janda di awal pasal ini.
Di mana
Yerikho
Pinggir jalan di luar kota Yerikho
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Orang-orang dalam rombongan
Para pengikut Yesus yang mencoba meredam suara orang buta
Kepada
Orang buta Bartimeus
Pengemis buta yang terus berseru kepada Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οἱ προάγοντες
orang-orang yang berjalan di depan · those in front
Orang-orang di barisan terdepan — mungkin murid-murid atau orang yang menganggap diri lebih penting
ἐπετίμων
memarahi · rebuked
Kata yang sama dipakai untuk menegur angin dan roh jahat — teguran yang keras
ἔκραζεν μᾶλλον
berteriak lebih keras · cried out more
Malah meningkat — semakin dihalangi, semakin keras seruannya
Ironi yang indah: ἐπετίμων (memarahi) adalah kata yang sama Yesus gunakan untuk menegur angin badai dan roh jahat. Tanpa sadar, orang-orang yang mencoba 'melindungi' Yesus ini sedang bertindak seperti hambatan rohani — dan gagal total.
Tahukah kamu
Seruan kepada 'Anak Daud' bisa berbahaya secara politis
Di masa penjajahan Romawi, menyebut seseorang sebagai 'Anak Daud' (=Mesias-Raja) adalah pernyataan yang bisa memancing perhatian otoritas Romawi. Orang-orang yang menyuruh diam mungkin juga khawatir dengan implikasi politis seruan itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:39
Lukas 18:1
Ketekunan orang buta ini menggenapi tema pasal — berdoa dan tidak menyerah
“Yesus menceritakan sebuah perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk memberi tahu mereka bahwa mereka harus selalu berdoa dan tidak berkecil hati”
Roma 8:38-39
Tidak ada hambatan yang bisa memisahkan iman yang teguh dari tujuannya
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah”
Markus 10:48
Versi paralel dalam Markus yang mencatat detail yang sama
“Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun orang itu makin keras berseru”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 18:39
✕ Sering dikira
Orang-orang yang menyuruh diam itu jahat dan tidak peduli pada orang buta
✓ Yang sebenarnya
Mereka mungkin bermaksud baik, tidak ingin mengganggu Yesus atau khawatir implikasi politis. Niat baik yang salah arah sering menghasilkan hambatan
✕ Sering dikira
Orang buta tidak sopan karena berteriak-teriak
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ekspresi iman yang mendesak, bukan kurangnya sopan santun. Yesus merespons dengan positif, bukan dengan teguran
Renungan
Renungan Singkat Lukas 18:39
Jangan biarkan pendapat orang lain menghalangi kita untuk mencari Yesus. Kadang kita perlu 'berteriak lebih keras' dalam doa, bersikap tegas dalam iman, meskipun ada yang mencoba membungkam kita.
Tuhan, beri kami keberanian untuk tetap berseru kepada-Mu, bahkan ketika orang lain mencoba menghentikan kami. Amin.