Yesus menyebut perintah-perintah Allah
Lukas 18:20
Doa, Kerendahan Hati, dan Jalan ke Yerusalem
“Kamu mengetahui tentang hukum-hukum ini: ‘Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, serta hormatilah ayah dan ibumu.’””Lukas 18:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."”Lukas 18:20 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau sudah tahu perintah-perintah Allah: 'Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, dan hormatilah ayah dan ibumu.'"”Lukas 18:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Nah, untuk hidup kekal, tentu kamu sudah tahu perintah ini: ‘Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, hormatilah ayah ibumu.’””Lukas 18:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou knowest the commandments, Do not commit adultery, Do not kill, Do not steal, Do not bear false witness, Honour thy father and thy mother.”Lukas 18:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 18:20?
Yesus menjawab dengan mengingatkan hukum-hukum Allah: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan bersaksi dusta, dan hormati ayah dan ibu. Ini menunjukkan bahwa hukum Taurat harus ditaati, tetapi Yesus mengungkapkan bahwa ada yang lebih dalam daripada sekadar aturan.
Latar belakang
Yesus mulai dari tempat pemimpin itu berdiri
Yesus tidak langsung menuntut lebih — Ia mulai dari kerangka berpikir pemimpin itu. Ia menyebut beberapa perintah dari meja dua Dekalog (hubungan dengan sesama). Ini bukan tes yang tidak tulus — ini cara Yesus membawa percakapan ke tempat yang paling dalam.
Di mana
Perjalanan menuju Yerusalem
Jalan di Yudea atau Perea
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir ke Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Menguji pemimpin dengan merujuk hukum Taurat
Kepada
Pemimpin muda yang kaya
Pemimpin yang bertanya tentang hidup kekal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐντολάς
hukum-hukum · commandments
Perintah resmi dari Allah — bukan saran atau panduan, tapi kewajiban
μοιχεύσῃς
berzina · adultery
Melanggar kesucian pernikahan — dosa yang melibatkan pengkhianatan dan nafsu
τίμα
hormatilah · honor
Menghargai dan memuliakan — perintah aktif, bukan sekadar tidak durhaka
Yesus memilih perintah-perintah yang bisa 'diukur' secara perilaku. Pemimpin itu sudah menaatinya. Tapi ada satu perintah yang lebih dalam yang tidak bisa diukur dengan perilaku luar.
Tahukah kamu
Yesus menghilangkan perintah pertama
Yesus menyebut beberapa perintah dari Dekalog, tapi menghilangkan yang pertama dan terpenting: 'Jangan ada allah lain di hadapan-Ku.' Ini bukan kelupaan — ini adalah petunjuk tentang di mana masalah sesungguhnya pemimpin itu berada.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 18:20
Keluaran 20:12-16
Perintah-perintah yang disebutkan Yesus dari Dekalog
“Hormatilah ayahmu dan ibumu... Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta”
Roma 13:9
Perintah-perintah ini terangkum dalam kasih
“Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini... tercakup dalam firman ini: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
Yakobus 2:10
Ketaatan hukum yang parsial tidak cukup
“Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 18:20
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa mentaati perintah-perintah ini cukup untuk mendapat hidup kekal
✓ Yang sebenarnya
Yesus sedang membangun percakapan, bukan memberikan jawaban final. Jawaban sebenarnya datang di ayat berikutnya
✕ Sering dikira
Yesus tidak percaya pada hukum Taurat
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya — Yesus mengutip Taurat secara serius. Ia tidak menolak Taurat, tapi menunjukkan bahwa ketaatan luar saja tidak cukup
Renungan
Renungan Singkat Lukas 18:20
Menjaga perintah Allah adalah hal yang baik, tetapi kadang kita merasa cukup dengan tidak melakukan yang salah. Yesus mengajak kita untuk melihat bahwa kepatuhan kita seharusnya muncul dari hati yang mengasihi Allah dan sesama, bukan sekadar formalitas.
Tuhan, mampukan aku untuk menaati perintah-Mu bukan karena tuntutan, melainkan karena kasih kepada-Mu dan sesama. Amin.