Sepuluh orang kusta berdiri jauh-jauh dari Yesus
Lukas 17:12
Pengampunan, Iman, dan Kedatangan Anak Manusia
“Saat masuk ke sebuah desa, Dia bertemu dengan sepuluh orang kusta yang berdiri jauh-jauh dari-Nya,”Lukas 17:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh”Lukas 17:12 · TB
Terjemahan Baru
“Waktu memasuki sebuah kampung, Ia didatangi sepuluh orang yang berpenyakit kulit yang mengerikan. Mereka berdiri dari jauh”Lukas 17:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu Dia memasuki sebuah desa, sepuluh orang laki-laki yang berpenyakit kulit menular datang kepada-Nya, tetapi mereka berdiri agak jauh.”Lukas 17:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And as he entered into a certain village, there met him ten men that were lepers, which stood afar off:”Lukas 17:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 17:12?
Saat Yesus masuk sebuah desa, ada sepuluh orang kusta yang berdiri dari jauh dan berseru kepada-Nya. Mereka dijauhi karena penyakit kusta yang menular dan dianggap najis, tetapi mereka membutuhkan pertolongan.
Latar belakang
Kusta di zaman itu — isolasi total dari masyarakat
Hukum Yahudi mengharuskan penderita kusta tinggal terpisah, tidak boleh menyentuh orang sehat, dan harus berteriak 'najis!' kalau ada orang mendekati. Mereka 'berdiri jauh-jauh' bukan karena pilihan tapi karena hukum. Bertemu sepuluh orang kusta sekaligus menunjukkan betapa krisisnya kondisi mereka.
Di mana
Sebuah desa di perbatasan Samaria-Galilea
Di pintu masuk desa, orang-orang kusta berdiri di jarak yang ditetapkan hukum
Kapan
~30 M
Pelayanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan penulis Injil Lukas, murid Paulus
Kepada
Pembaca Injil Lukas
Teofilus dan jemaat awal Kristen
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
λεπροί
leproi · lepers
orang-orang kusta — siapa pun dengan penyakit kulit yang membuatnya dikucilkan secara ritual
ἔστησαν
estēsan · stood
berdiri diam — posisi menunggu dengan jarak yang diharuskan hukum
πόρρωθεν
porrhōthen · afar off
dari jauh — hukum mengharuskan jarak minimal; Talmud menyebut 50 hasta
Porrhōthen (dari jauh) bukan sekadar keterangan jarak fisik — ini menggambarkan jarak sosial, ritual, dan emosional yang memisahkan mereka dari masyarakat. Yesus yang mendekati dan menyembuhkan mereka melampaui semua jarak itu.
Tahukah kamu
'Kusta' di Alkitab mencakup berbagai penyakit kulit, bukan hanya lepra
Kata Ibrani 'tsara'at' dan Yunani 'lepra' di Alkitab mencakup spektrum luas: berbagai infeksi kulit, vitiligo, dan kondisi lainnya — bukan hanya lepra/morbus Hansen yang kita kenal sekarang. Yang penting bukan diagnosisnya tapi statusnya: dikucilkan secara ritual dan sosial.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 17:12
Imamat 13:45–46
Hukum Taurat tentang isolasi orang kusta
“Orang yang sakit kusta harus berpakaian compang-camping, membiarkan rambutnya terurai, menutupi bagian mukanya yang bawah, dan berseru: Najis! Najis!”
Bilangan 5:2
Orang kusta dikucilkan dari komunitas berdasarkan hukum
“Perintahkanlah kepada orang Israel supaya mereka menyuruh keluar dari perkemahan setiap orang yang sakit kusta.”
Lukas 5:12–13
Yesus sebelumnya juga menyentuh orang kusta — melanggar norma sosial demi penyembuhan
“Ada seorang yang penuh kusta. Yesus mengulurkan tangan-Nya menyentuh orang itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 17:12
✕ Sering dikira
Mereka berdiri jauh-jauh karena malu atau takut ditolak Yesus
✓ Yang sebenarnya
Mereka berdiri jauh-jauh karena diwajibkan oleh hukum Taurat — penderita kusta harus menjaga jarak dari orang sehat
✕ Sering dikira
Kusta dalam Alkitab selalu merujuk ke lepra (morbus Hansen)
✓ Yang sebenarnya
Kata 'lepra' dalam konteks Alkitab adalah kategori yang lebih luas — berbagai penyakit kulit yang membuat seseorang dikucilkan secara ritual
Renungan
Renungan Singkat Lukas 17:12
Kusta melambangkan dosa dan keterasingan. Ketika kita berada dalam 'keterasingan' akibat dosa, Yesus tidak menjauh, tetapi mendengar teriakan kita dan sanggup menyembuhkan. Mari kita berani berseru kepada-Nya.
Tuhan, ijinkan aku merasakan kasihMu yang menjangkau meskipun aku merasa najis atau dijauhi. Sembuhkanlah aku. Amin.