Mengeluarkan yang najis dari perkemahan
Bilangan 5:2
Pemurnian dan Hukum Restitusi serta Kecemburuan
PerikopPeraturan tentang Kebersihan · Bilangan 5:1-4 →““Perintahkanlah umat Israel untuk mengeluarkan dari perkemahan semua orang yang terserang kusta, yang mengeluarkan lelehan, dan yang najis karena mayat.”Bilangan 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya semua orang yang sakit kusta, semua orang yang mengeluarkan lelehan, dan semua orang yang najis oleh mayat disuruh meninggalkan tempat perkemahan;”Bilangan 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“"Berikanlah perintah ini kepada orang Israel: Semua orang yang menderita penyakit kulit yang berbahaya, atau penyakit kelamin, atau yang telah menyentuh mayat, harus dikeluarkan dari perkemahan orang Israel.”Bilangan 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Perintahkanlah kepada umat Israel supaya mereka mengeluarkan dari perkemahan setiap orangyang menderita penyakit kulit menular, yang tubuhnya sedang mengalami gangguan sehingga mengeluarkan cairan terus-menerus, dan yang najis karena menyentuh mayat.”Bilangan 5:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Command the children of Israel, that they put out of the camp every leper, and every one that hath an issue, and whosoever is defiled by the dead:”Bilangan 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 5:2?
Allah memerintahkan agar orang yang secara ritual najis, seperti penderita kusta, orang yang mengeluarkan lelehan, atau yang najis karena menyentuh mayat, dikeluarkan dari perkemahan. Hal ini untuk menjaga kekudusan tempat Allah tinggal.
Latar belakang
Perintah untuk mengeluarkan orang najis dari perkemahan
Musa menyampaikan perintah Tuhan: semua orang dengan penyakit kulit, lelehan tubuh, atau yang najis karena menyentuh mayat harus dikeluarkan dari perkemahan. Tujuannya menjaga kekudusan tempat tinggal Allah.
Di mana
Gurun Sinai
Perkemahan Israel di kaki Gunung Sinai
Kapan
±1445 SM
Pembentukan bangsa Israel di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, perantara antara Tuhan dan umat
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang baru keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צָרַעַת
tsara'at · kusta
penyakit kulit serius yang dianggap najis secara ritual
זָב
zav · lelehan
cairan tubuh (sperma atau nanah) yang keluar tidak normal, menyebabkan kenajisan ritual
טָמֵא
tamei · najis
kotor secara ritual, tidak layak untuk mendekati yang kudus
Ketiga kata ini menunjukkan kategori kenajisan yang berbeda namun semuanya membuat seseorang tidak layak tinggal di dekat kehadiran Tuhan. Kenajisan adalah masalah status, bukan moralitas.
Tahukah kamu
'Kusta' di sini mencakup berbagai penyakit kulit
Kata Ibrani 'tsara'at' dapat merujuk pada psoriasis, kurap, atau kondisi kulit lainnya, bukan hanya kusta modern. Ini bukan hukuman moral, melainkan aturan kebersihan dan ritual.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 5:2
Imamat 15:31
Menjaga kemah tetap kudus
“Demikianlah kamu harus menjauhkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, oleh karena mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka.”
Bilangan 19:11
Najis karena mayat
“Orang yang menyentuh mayat orang, ia akan najis tujuh hari lamanya.”
Ulangan 23:10
Perintah keluar dari perkemahan
“Apabila ada di antaramu seorang laki-laki yang tidak tahir karena sesuatu yang terjadi pada malam hari, maka haruslah ia pergi ke luar perkemahan, janganlah ia masuk ke dalam perkemahan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 5:2
✕ Sering dikira
Mengira orang najis dianggap berdosa
✓ Yang sebenarnya
Kenajisan ritual bukanlah dosa, melainkan kondisi yang menghalangi ibadah.
✕ Sering dikira
Mengira semua penyakit kulit disebut kusta
✓ Yang sebenarnya
Istilah 'tsara'at' mencakup berbagai penyakit kulit, dan diagnosisnya oleh imam.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 5:2
Sama seperti orang najis harus dipisahkan untuk menjaga kekudusan perkemahan, kita perlu menjaga kekudusan hidup kita dari hal-hal yang mencemari iman kita. Identifikasi hal-hal yang 'menajiskan' hati dan berani menjauhinya.
Bapa, mampukan aku untuk menjaga kekudusan hidupku dan rela meninggalkan apa pun yang menghalangi hadirat-Mu. Amin.