Anak sulung marah dan berdiri di luar
Lukas 15:28
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
“Namun, anak sulung itu marah dan tidak mau masuk sehingga ayahnya keluar dan membujuknya.”Lukas 15:28 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.”Lukas 15:28 · TB
Terjemahan Baru
“Anak yang sulung itu marah sekali sehingga ia tidak mau masuk ke rumah. Lalu ayahnya keluar dan membujuk dia masuk.”Lukas 15:28 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Lalu anak sulung itu sangat marah dan tidak mau masuk ke rumah. Kemudian ayahnya keluar dan membujuk dia supaya masuk.”Lukas 15:28 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he was angry, and would not go in: therefore came his father out, and intreated him.”Lukas 15:28 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:28?
Anak sulung marah dan menolak masuk ke pesta, sehingga ayahnya harus keluar untuk membujuknya. Ini menunjukkan kemarahan dan ketidaksetujuannya terhadap sikap ayah yang menerima adiknya tanpa syarat, serta mengungkapkan konflik batin yang dialaminya.
Latar belakang
Dua anak, dua kali ayah yang keluar menyambut
Perhatikan strukturnya: anak bungsu datang dan ayah berlari keluar (ay. 20). Anak sulung berdiri di luar dan marah — ayah keluar lagi untuk mendekatinya (ay. 28). Ayah dalam cerita ini dua kali meninggalkan pesta untuk mencari anak yang di luar. Ini cerminan langsung dari gembala yang meninggalkan 99 untuk mencari 1.
Di mana
Di luar rumah ayah (dalam perumpamaan)
Anak sulung menolak masuk, ayah keluar untuk mendekatinya
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Farisi, ahli Taurat, dan para pendosa
kerumunan campuran yang sama-sama mendengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὠργίσθη
ōrgisthē · angry
Marah — aorist pasif; kemarahan yang datang tiba-tiba dan kuat, bukan sekesal yang terpendam.
οὐκ ἤθελεν εἰσελθεῖν
ouk ēthelen eiselthein · would not go in
Tidak mau masuk — imperfek dari thelō (mau/berkehendak). Penolakan yang aktif dan berkepanjangan.
ἐξελθών
exelthōn · came out
Keluar — ayah meninggalkan pesta untuk mendekati anak sulung. Ini paralel dengan 'keluar mencari domba'.
Anak sulung 'tidak mau masuk' — ini kehendak bebas yang sama dengan anak bungsu yang 'pergi ke negeri jauh'. Keduanya membuat pilihan untuk menjauh. Dan kepada keduanya, ayah bergerak keluar untuk mendekati.
Tahukah kamu
Ayah yang merendah dua kali
Dalam budaya patriarkal kuno, ayah yang keluar dari pesta untuk membujuk anak yang ngambek adalah tindakan yang merendah. Martabat ayah seharusnya dijaga dengan tetap di dalam. Tapi ayah dalam perumpamaan ini dua kali keluar demi anaknya — gambaran Allah yang tidak menganggap martabat lebih penting dari relasi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:28
Lukas 15:20
ayah yang bergerak duluan menyambut anak
“ayahnya melihat dia dan dengan penuh belas kasihan, ayahnya itu berlari”
Yunus 4:1-4
tokoh yang marah pada anugerah Allah yang dianggap tidak adil
“Hal itu sangat mengesalkan hati Yunus dan ia marah... Apakah engkau layak marah?”
Matius 20:15
kedaulatan pemilik yang dianggap tidak adil oleh pekerja
“Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:28
✕ Sering dikira
Anak sulung ini jahat karena tidak bisa memaafkan adiknya
✓ Yang sebenarnya
Kemarahannya sangat manusiawi dan berangkat dari rasa keadilan yang nyata — ia yang setia merasa dirugikan. Yesus tidak mengutuk kemarahan ini, tapi menunjukkan bahwa kasih ayah melampaui logika itu.
✕ Sering dikira
Anak sulung tidak mau masuk karena pemalu atau tidak suka pesta
✓ Yang sebenarnya
Ia secara aktif menolak masuk sebagai protes — ini keputusan moral dan emosional, bukan soal kepribadian introvert.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:28
Kemarahan sering muncul ketika kita merasa usaha kita tidak dihargai. Cobalah untuk mengkomunikasikan kekecewaan dengan jujur, bukan dengan mengunci diri dari sukacita orang lain.
Bapa, tolong aku untuk tidak membiarkan kemarahan menguasai hatiku, melainkan mau mendengar dan terbuka. Amin.