Kabar baik yang terasa seperti kabar buruk bagi si sulung
Lukas 15:27
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
“Jawab pelayan itu kepadanya, ‘Adikmu sudah datang, dan ayahmu menyembelih anak sapi yang gemuk, karena ia kembali dengan selamat.’”Lukas 15:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih Lukas 15.28–16.1 117 anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.”Lukas 15:27 · TB
Terjemahan Baru
“Pelayan itu menjawab, 'Adik Tuan kembali! Dan ayah Tuan sudah menyuruh menyembelih anak sapi yang gemuk, sebab ia sudah mendapat kembali anaknya dalam keadaan selamat!'”Lukas 15:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pelayan itu menjawab, ‘Adik Tuan sudah pulang. Dan ayah Tuan menyuruh kami memotong anak sapi yang gemuk, karena dia sudah mendapatkan anaknya kembali dengan selamat.’”Lukas 15:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said unto him, Thy brother is come; and thy father hath killed the fatted calf, because he hath received him safe and sound.”Lukas 15:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:27?
Hamba menjelaskan bahwa adiknya telah kembali dengan selamat, dan ayahnya menyembelih anak sapi gemuk sebagai perayaan. Ini mengomunikasikan alasan pesta tersebut, yaitu kegembiraan karena anak yang hilang telah ditemukan.
Latar belakang
Informasi yang memicu kemarahan
Hamba menyampaikan dua hal: (1) adikmu sudah datang, (2) ayahmu menyembelih anak sapi gemuk karena ia kembali selamat. Informasi yang sama ini adalah kabar baik bagi ayah dan kabar yang memicu amarah bagi anak sulung. Perbedaan reaksi yang tajam ini adalah inti dari bagian kedua perumpamaan.
Di mana
Di dekat pintu rumah (dalam perumpamaan)
Hamba menyampaikan dua fakta: adik pulang dan ayah menyembelih anak sapi gemuk
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Farisi, ahli Taurat, dan para pendosa
kerumunan campuran yang sama-sama mendengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁ ἀδελφός σου ἥκει
ho adelphos sou hēkei · your brother has come
Adikmu sudah datang — hamba menggunakan 'adikmu', bukan 'anakmu'. Relasi saudara yang nanti akan ditolak anak sulung di ayat 30.
ὑγιαίνοντα
hygiainonta · safe and sound
Dalam keadaan sehat/selamat — kata yang sama dengan 'higienis'. Ia kembali tidak dalam kondisi mati kelaparan.
ἔθυσεν
ethysen · killed
Menyembelih — aorist, sudah dilakukan. Anak sapi gemuk sudah disembelih sebelum anak sulung tiba.
Hamba menyebut 'adikmu' — kata yang kemudian ditolak anak sulung dengan menyebut 'anakmu' (ay. 30). Perubahan kata ini bukan detail kecil — ini menunjukkan seberapa jauh anak sulung sudah memutuskan untuk tidak mengakui saudara kandungnya.
Tahukah kamu
Kata 'selamat' mengandung makna lebih
Kata Yunani 'hygiainonta' (kembali dengan selamat/sehat) adalah akar kata 'higiene'. Anak bungsu kembali dalam kondisi sehat — bukan sakit parah akibat kelaparan. Ini bisa jadi detail yang membuat anak sulung semakin kesal: adiknya baik-baik saja, tidak menderita sebagai konsekuensi pilihan buruknya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:27
Lukas 15:30
anak sulung mengubah 'adikku' menjadi 'anakmu'
“ketika anakmu itu pulang... ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuknya”
Kejadian 45:26
kabar yang terasa tidak mungkin dan sulit diterima
“Mereka memberi tahu dia: 'Yusuf masih hidup'... tetapi hatinya tidak percaya”
Lukas 15:24
alasan ayah untuk pesta yang disampaikan ulang oleh hamba
“karena anakku ini telah mati, tetapi sekarang hidup kembali”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:27
✕ Sering dikira
Hamba ini lebay karena menyebut 'kembali dengan selamat' padahal anak itu tidak mati
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks perumpamaan, anak bungsu memang 'mati' secara sosial — kepulangannya yang hidup adalah berita besar yang layak disebutkan.
✕ Sering dikira
Reaksi anak sulung pasti sudah bisa diduga dan wajar saja
✓ Yang sebenarnya
Bagi pendengar Yahudi, reaksi yang diharapkan dari saudara kandung adalah ikut bersukacita atas keselamatan saudaranya. Kemarahan anak sulung adalah pilihan moral, bukan reaksi otomatis.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:27
Kabar baik tentang pemulihan seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk ikut bersukacita. Jangan biarkan kecemburuan atau rasa tidak adil menghalangi kita dari sukacita yang sama.
Tuhan, berikan aku hati yang mampu bersukacita dengan orang lain yang mengalami pemulihan. Amin.