Semua tamu kompak membuat alasan
Lukas 14:18
Tamu, Tempat, dan Undangan Kerajaan
“Namun, semua tamu undangan itu mulai membuat alasan-alasan. Orang pertama berkata, ‘Aku baru membeli sebuah ladang dan aku harus pergi melihatnya. Terimalah permintaan maafku.’”Lukas 14:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang Lukas 14.19–24 110 dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.”Lukas 14:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi mereka semua, seorang demi seorang mulai minta maaf. Yang pertama berkata kepada pelayan itu, 'Saya baru saja membeli sebidang tanah, dan perlu pergi memeriksanya. Maafkanlah saya.'”Lukas 14:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi setiap orang membuat alasan untuk menolak datang. Orang pertama berkata, ‘Saya sudah membeli ladang dan harus pergi melihatnya. Saya minta maaf.’”Lukas 14:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they all with one consent began to make excuse. The first said unto him, I have bought a piece of ground, and I must needs go and see it: I pray thee have me excused.”Lukas 14:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 14:18?
Orang pertama yang diundang meminta maaf karena harus melihat ladang yang baru dibeli. Ini melambangkan prioritas duniawi yang sering membuat orang menolak undangan Tuhan, meskipun alasan itu mungkin tampak wajar.
Latar belakang
Ladang yang lebih penting dari pesta
Orang pertama mengatakan baru saja beli ladang dan harus pergi melihatnya — persis sekarang, di malam pesta itu. Ini tidak masuk akal: siapa yang beli ladang tanpa lihat dulu? Dan kalau sudah beli, kenapa harus lihat malam itu juga? Alasannya dibuat-buat, dan itu disengaja.
Di mana
Rumah pemimpin orang Farisi
Dalam perumpamaan, orang pertama menolak undangan dengan alasan ladang
Kapan
~30 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, melanjutkan perumpamaan perjamuan besar
Kepada
Para tamu di perjamuan
orang-orang yang hadir di meja makan pemimpin Farisi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παραιτεῖσθαι
paraitesthai · alasan-alasan
Meminta maaf, menolak dengan alasan — kata yang menunjukkan penolakan yang disertai justifikasi.
ἠγόρασα ἀγρόν
ēgorasa agron · baru membeli
Telah membeli ladang — transaksi sudah selesai, maka mengapa harus dilihat malam itu?
ἐρωτῶ σε ἔχε με παρῃτημένον
erōtō se eche me parēitēmenon · terimalah permintaan maafku
Mohon anggap aku sudah dibebaskan — formulasi sopan untuk penolakan yang sebenarnya sangat tidak sopan.
Ironi terbesar: cara menolaknya sangat sopan ('terimalah permintaan maafku'), tapi isi penolakannya sangat tidak sopan — menolak undangan yang sudah dikonfirmasi dengan alasan yang tidak masuk akal.
Tahukah kamu
Alasan yang semakin tidak masuk akal
Para komentator kuno dan modern sepakat: ketiga alasan dalam perumpamaan ini sengaja dibuat tidak masuk akal. Orang yang beli ladang tanpa inspeksi tidak ada. Ini sindiran Yesus bahwa penolakan selalu bisa dibuatkan alasan, tapi alasannya tidak selalu jujur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 14:18
Lukas 9:59-60
Yesus merespons alasan penundaan dengan tegas
“Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku... Biarkanlah orang mati menguburkan orang mati.”
Matius 22:5
versi paralel: tamu menolak dan pergi ke urusannya
“Tetapi orang-orang itu tidak menghiraukan dan pergi: yang seorang ke ladangnya.”
Ulangan 20:5-7
pengecualian dari tugas di Taurat — tapi itu untuk perang, bukan untuk menolak undangan pesta
“Siapa yang telah membangun rumah baru... siapa yang telah membeli ladang baru... biarlah ia pulang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 14:18
✕ Sering dikira
Membeli ladang adalah alasan yang sah dan wajar untuk tidak hadir
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks sistem undangan dua tahap, mereka sudah berkomitmen — alasan ini dibuat setelah komitmen diberikan.
✕ Sering dikira
Orang ini jujur karena ia meminta maaf
✓ Yang sebenarnya
Meminta maaf tidak membuat penolakan itu sah atau jujur; isi alasannya tetap tidak masuk akal.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 14:18
Kita sering mengganti panggilan Tuhan dengan urusan dunia, seperti karier atau bisnis. Renungkan: apakah ada hal yang terus-menerus membuat kita menjauh dari Tuhan? Serahkan itu dan ambil keputusan untuk tetap setia.
Bapa, ampunilah aku karena sering mendahulukan kepentingan sendiri daripada kehendak-Mu. Beri aku hati yang rela untuk mengikuti panggilan-Mu, sekalipun harus mengorbankan kenyamanan. Amin.