Membenarkan diri dengan satu pertanyaan
Lukas 10:29
Panen Besar, Sesama yang Nyata
“Akan tetapi, orang itu ingin membenarkan dirinya, maka ia berkata kepada Yesus, “Dan, siapakah sesamaku manusia?””Lukas 10:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"”Lukas 10:29 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi guru agama itu mau membenarkan diri. Ia bertanya, "Siapa sesama saya itu?"”Lukas 10:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi karena orang itu mau membenarkan dirinya, dia bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang bisa dianggap sesama saya?””Lukas 10:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But he, willing to justify himself, said unto Jesus, And who is my neighbour?”Lukas 10:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 10:29?
Ahli Taurat berusaha membenarkan diri dengan bertanya 'siapakah sesamaku?' Ini menunjukkan keinginan untuk membatasi kasih hanya pada orang tertentu, tetapi Yesus akan menunjukkan bahwa kasih tidak bersyarat.
Latar belakang
Pertanyaan yang ingin mempersempit kewajiban
Lukas mencatat motivasi ahli Taurat itu dengan terus terang: 'ia ingin membenarkan dirinya.' Pertanyaan 'siapa sesamaku?' bukan pertanyaan filosofis murni. Ini adalah upaya untuk mendefinisikan batas — jika bisa membuktikan bahwa 'sesama' punya definisi terbatas, maka kewajiban kasih juga bisa dibatasi.
Di mana
Tidak disebutkan
Ahli Taurat merespons tantangan Yesus dengan pertanyaan yang mempersempit lingkup kewajiban
Kapan
~29 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Ahli Hukum Taurat
pengajar hukum yang ingin membenarkan dirinya sendiri
Kepada
Yesus
Guru dari Nazaret
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δικαιῶσαι ἑαυτόν
dikaiōsai heauton · membenarkan dirinya
Menunjukkan diri benar dan layak — upaya menegaskan bahwa ia sudah melakukan yang seharusnya.
Τίς
Tis · siapakah
Siapa — pertanyaan identitas yang ingin menentukan siapa yang masuk dan siapa yang tidak masuk.
πλησίον μου
plēsion mou · sesamaku
Yang dekat denganku — orang dalam jangkauan yang punya hak atas kasihku.
Pertanyaan 'siapa sesamaku?' adalah upaya mempersempit tanggung jawab. Yesus akan membaliknya menjadi pertanyaan yang berbeda sama sekali: bukan 'siapa yang layak aku kasihi?' tapi 'apakah aku sudah menjadi sesama?'
Tahukah kamu
Perdebatan 'siapa sesama?' sudah lama ada dalam Yudaisme
Di zaman Yesus, ada berbagai pandangan: sesama adalah sesama orang Yahudi saja, atau juga proselita (orang yang masuk Yudaisme), atau siapapun. Ahli Taurat sedang masuk ke diskusi yang sudah berlangsung lama — dan ia mungkin berharap Yesus memberi batasan yang menguntungkan posisinya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 10:29
Imamat 19:17-18
konteks hukum kasih sesama
“Janganlah engkau membenci saudaramu dalam hatimu... kasihilah sesamamu manusia.”
Matius 5:43-44
Yesus memperluas definisi sesama
“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu.”
Galatia 3:28
identitas baru yang melampaui batas sosial
“Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 10:29
✕ Sering dikira
Pertanyaan 'siapa sesamaku?' adalah pertanyaan tulus yang wajar ditanyakan
✓ Yang sebenarnya
Lukas dengan jelas menyebut motivasinya: ia ingin membenarkan diri. Pertanyaan ini adalah upaya menemukan celah hukum, bukan pencarian jujur.
✕ Sering dikira
Yesus akan menjawab dengan definisi teknis tentang siapa yang termasuk 'sesama'
✓ Yang sebenarnya
Yesus membalik pertanyaannya: bukan siapa yang layak disebut sesamaku, tapi apakah aku sudah menjadi sesama bagi orang lain.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 10:29
Seringkali kita mencari alasan untuk tidak mengasihi orang tertentu. Sudahkah kita membuka diri untuk mengasihi semua orang seperti yang Yesus ajarkan, tanpa memandang suku, agama, atau status?
Tuhan, hapuskan sikap pilih-pilih dalam kasihku, dan ajarkan aku mengasihi seperti Engkau. Amin.