Roh bersukacita dalam Juru Selamat
Lukas 1:47
Pujian Maria untuk Allah
“dan rohku bersukacita di dalam Allah, Juru Selamatku.”Lukas 1:47 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,”Lukas 1:47 · TB
Terjemahan Baru
“dan jiwaku bersukaria karena Allah Penyelamatku.”Lukas 1:47 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“dan aku sangat bersukacita sebab Allah adalah Penyelamatku.”Lukas 1:47 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And my spirit hath rejoiced in God my Saviour.”Lukas 1:47 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 1:47?
Maria bersukacita dalam Allah sebagai Juru Selamatnya. Ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah dasar sukacita sejati, dan Maria mengakui bahwa Allah adalah sumber keselamatan dan kebahagiaannya.
Latar belakang
Paralel puisi yang indah
Ayat 46-47 membentuk paralel puisi yang khas: 'jiwaku memuliakan Allah / rohku bersukacita dalam Allah, Juru Selamatku'. Dua baris, dua kata untuk diri (jiwa/roh), dua kata untuk respons (memuliakan/bersukacita), satu Allah dengan dua sebutan. Ini gaya puisi Ibrani yang disebut paralelisme.
Di mana
Rumah Zakharia, perbukitan Yudea
Lanjutan Magnificat
Kapan
~6 SM
Masa persiapan kedatangan Mesias
Yang berbicara
Maria
gadis yang menyanyikan Magnificat
Kepada
Elisabet dan Allah
hadirin dari pujian Maria
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τὸ πνεῦμά μου
to pneuma mou · rohku
Rohku — bagian batin yang paling dalam dari diri Maria, berdampingan dengan 'jiwa' di ay. 46.
ἠγαλλίασεν
ēgalliiasen · bersukacita
Melompat dalam sukacita, bersorak — ekspresi kegembiraan yang sangat ekspresif.
τῷ Θεῷ τῷ σωτῆρί μου
tō Theō tō sōtēri mou · Juru Selamatku
Allah yang adalah Juru Selamatku — satu Allah dengan dua identitas: Allah dan penyelamat.
Sōtēr (Juru Selamat) adalah kata yang dipakai untuk pahlawan perang atau penyelamat dalam budaya Yunani. Maria memakainya untuk Allah — pernyataan bahwa ia sendiri butuh diselamatkan, dan bahwa Allah adalah satu-satunya yang bisa melakukannya.
Tahukah kamu
Maria menyebut Allah sebagai Juru Selamatnya
Maria menyebut Allah sebagai 'Juru Selamatku' — ini berarti Maria sendiri sadar ia butuh diselamatkan. Ia bukan sempurna atau tidak butuh keselamatan. Ini penting secara teologis: Maria adalah manusia yang diselamatkan oleh Allah yang sama yang juga Ia kandung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 1:47
Habakuk 3:18
bersukacita dalam Allah penyelamat
“...aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
Mazmur 35:9
sukacita karena keselamatan
“Tetapi aku akan bersorak-sorak karena TUHAN, akan beria-ria karena keselamatan dari pada-Nya.”
Yesaya 12:2
Allah sebagai keselamatan
“...TUHAN, Allahku, adalah kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 1:47
✕ Sering dikira
'Juru Selamatku' hanya berarti Yesus yang akan lahir, bukan Allah Bapa
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kata untuk Allah (Theos) dengan atribut sōtēr — Maria sedang berbicara tentang Allah yang menyelamatkan, bukan tentang bayi yang ia kandung.
✕ Sering dikira
Maria tidak butuh keselamatan karena ia dipilih Allah
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'Juru Selamatku' mengimplikasikan Maria sendiri adalah penerima keselamatan — ia manusia yang diselamatkan, bukan sumber keselamatan.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 1:47
Sukacita sejati tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada keselamatan yang Allah berikan. Saat kita merasa sedih atau cemas, ingatlah bahwa kita memiliki Juruselamat yang hidup.
Tuhan, jadikanlah Engkau sumber sukacitaku, dan biarlah rohku bersorak dalam keselamatan-Mu. Amin.