Musa melerai perkelahian sesama orang Ibrani
Keluaran 2:13
Musa Lari ke Midian
“Keesokan harinya, ketika dia keluar, lihatlah, ada dua orang Ibrani saling berkelahi. Dia bertanya kepada orang yang bersalah, “Mengapa kamu memukul temanmu?””Keluaran 2:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"”Keluaran 2:13 · TB
Terjemahan Baru
“Keesokan harinya Musa pergi lagi, lalu dilihatnya dua orang Ibrani sedang berkelahi. "Mengapa engkau memukul kawanmu?" tanya Musa kepada orang yang bersalah itu.”Keluaran 2:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Keesokan harinya, Musa keluar lagi dan melihat dua orang Israel sedang berkelahi. Lalu dia bertanya kepada orang yang bersalah, “Mengapa kamu memukuli sesamamu orang Israel?””Keluaran 2:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when he went out the second day, behold, two men of the Hebrews strove together: and he said to him that did the wrong, Wherefore smitest thou thy fellow?”Keluaran 2:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 2:13?
Keesokan harinya, Musa melihat dua orang Ibrani berkelahi. Dia menegur yang bersalah, menunjukkan bahwa ia mulai mengambil peran sebagai penengah di antara bangsanya sendiri, meskipun statusnya sebagai putra angkat Firaun.
Latar belakang
Masalah kepemimpinan yang belum siap
Keesokan harinya Musa mencoba melerai dua orang Ibrani yang berkelahi. Responsnya adalah bertanya 'mengapa kamu memukul temanmu?' — sebuah pertanyaan yang masuk akal dari calon pemimpin. Tapi ia belum mendapat mandat — dan orang yang ditegur langsung mempertanyakan otoritasnya. Ini adalah pelajaran pahit pertama dalam kepemimpinan.
Di mana
Lokasi kerja paksa, Mesir
Lokasi perbudakan · keesokan harinya, dua orang Ibrani bertengkar
Kapan
~1486 SM
Musa Dewasa di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Generasi yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נִצִּים
nitsim · berkelahi
Berseteru atau berdebat dengan kekerasan — dua orang Ibrani justru saling melawan di tengah penindasan bersama.
הָרָשָׁע
harasham · bersalah
Si fasik atau yang bersalah — Musa menilai situasi dan menidentifikasi siapa yang memulai.
תַּכֶּה
takkeh · memukul
Kata yang sama dengan tindakan Musa kemarin — kini Musa bertanya tentang 'pemukulan' yang sama yang ia lakukan sendiri.
Musa memakai kata 'memukul' saat menegur orang Ibrani yang berkelahi — tanpa sadar ia mempertanyakan tindakan yang sama persis yang ia lakukan sendiri kemarin.
Tahukah kamu
Pola yang berulang: Musa sebagai penengah
Pola ini berulang tiga kali dalam kisah awal Musa: ia melerai Mesir vs Ibrani, Ibrani vs Ibrani, dan gembala vs anak perempuan Midian (ay. 17). Ini seperti latihan kepemimpinan sebelum misi besarnya sebagai 'penengah' antara Allah dan Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 2:13
Kisah Para Rasul 7:26
Musa mendamaikan orang Ibrani
“Pada hari berikutnya ia menampakkan diri kepada mereka yang sedang berkelahi dan ia mencoba mendamaikan mereka, sambil berkata: Hai saudara-saudara, kalian ini bersaudara, mengapakah kalian saling menganiaya?”
Matius 5:9
peran pendamai
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Galatia 6:1
menegur sesama
“Saudara-saudara, kalaupun seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 2:13
✕ Sering dikira
Musa hanya iseng ikut campur urusan orang lain
✓ Yang sebenarnya
Musa sedang menunjukkan naluri kepemimpinan — ia tidak bisa membiarkan ketidakadilan berlalu begitu saja, bahkan di antara sesama orang Ibrani.
✕ Sering dikira
Orang Ibrani yang ditegur itu jahat dan tidak berterima kasih
✓ Yang sebenarnya
Secara manusiawi, wajar ia mempertanyakan otoritas Musa — Musa bukan pemimpin yang dikenal, dan kemarin ia sendiri baru membunuh orang.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 2:13
Terkadang kita dipanggil untuk menengahi konflik, bukan hanya menghindarinya. Mulailah dengan sikap rendah hati dan niat baik, seperti Musa yang menegur dengan pertanyaan, bukan kekerasan.
Tuhan, berikanlah aku keberanian dan hikmat untuk menjadi pembawa damai di tengah pertikaian, sesuai kehendak-Mu. Amin.