Kami pilih taat kepada Allah, bukan kepada kalian
Kisah Para Rasul 4:19
Ditangkap, Tapi Tak Bisa Dibungkam
“Akan tetapi, Petrus dan Yohanes menjawab dan berkata kepada mereka, “Putuskanlah, mana yang benar dalam pandangan Allah, untuk mendengarkan kamu lebih daripada Allah?”Kisah Para Rasul 4:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.”Kisah Para Rasul 4:19 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, "Pikirlah sendiri apa yang benar di hadapan Allah: menuruti perintah Tuan-tuan atau menuruti perintah Allah.”Kisah Para Rasul 4:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, “Sebaiknya kalian pikirkan sendiri mana yang benar: Taat kepada Allah atau taat kepada kalian!”Kisah Para Rasul 4:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But Peter and John answered and said unto them, Whether it be right in the sight of God to hearken unto you more than unto God, judge ye.”Kisah Para Rasul 4:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 4:19?
Petrus dan Yohanes dengan berani bertanya kepada para pemimpin agama, mana yang benar di mata Allah: menuruti manusia atau menuruti Allah. Mereka menegaskan bahwa ketika ada konflik antara perintah Allah dan perintah manusia, kita harus memilih untuk taat kepada Allah, meskipun itu berarti menghadapi konsekuensi dari manusia.
Latar belakang
Menolak perintah manusia demi perintah Allah
Petrus dan Yohanes tidak menentang dengan arogan — mereka mengajukan pertanyaan yang membuat para hakim sendiri harus menjawab: menurutmu, mana yang benar di hadapan Allah — taat kepada kamu atau taat kepada Allah? Ini bukan pembangkangan liar, tapi penolakan yang beralasan.
Di mana
Ruang sidang Sanhedrin, Yerusalem
Respons langsung setelah menerima larangan resmi
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula di bawah tekanan
Yang berbicara
Petrus dan Yohanes
Dua rasul yang baru menerima larangan resmi Sanhedrin
Kepada
Sanhedrin
71 anggota majelis tertinggi Yahudi di Yerusalem
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κρίνατε
krinate · putuskanlah
nilai dan hakimi — Petrus mengundang para hakim untuk menilai sendiri
δίκαιόν
dikaion · benar
adil, benar secara moral — bukan sekadar legal
ἀκούειν
akouein · mendengarkan
taat dan merespons — bukan hanya mendengar secara fisik
Petrus mengundang para hakim untuk krinate (menilai sendiri) apakah dikaion (secara moral benar) untuk akouein (taat) kepada manusia lebih dari Allah. Ini menggunakan logika hukum para hakim itu sendiri melawan mereka.
Tahukah kamu
Prinsip ini sudah ada dalam tradisi Yahudi sebelum Petrus
Tradisi Yahudi sudah mengenal prinsip bahwa perintah Allah mendahului perintah manusia. Para bidan Ibrani di Keluaran 1 dan Daniel serta teman-temannya di Babel melakukan hal yang sama. Petrus tidak menginvensikan sesuatu yang baru.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 4:19
Kisah Para Rasul 5:29
prinsip yang sama diungkapkan lebih singkat
“Namun, Petrus dan para rasul menjawab, 'Kami harus lebih menaati Allah daripada manusia.'”
Keluaran 1:17
ketaatan kepada Allah di atas otoritas manusia
“Tetapi para bidan takut kepada Allah dan tidak melakukan seperti yang diperintahkan raja Mesir kepada mereka.”
Daniel 3:18
penolakan serupa kepada otoritas manusia
“Tetapi jika tidak, maka hendaklah tuanku mengetahui bahwa kami tidak akan memuja dewa tuan dan tidak akan menyembah patung emas yang tuan dirikan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 4:19
✕ Sering dikira
"Petrus dan Yohanes tidak menghormati pemerintah."
✓ Yang sebenarnya
Mereka mengajukan pertanyaan retoris yang sopan — bukan pemberontakan liar tapi penolakan yang beralasan dan mengundang para hakim sendiri untuk menilai.
✕ Sering dikira
"Ini berarti orang Kristen boleh melanggar semua hukum manusia."
✓ Yang sebenarnya
Prinsip ini berlaku spesifik ketika perintah manusia bertentangan langsung dengan perintah Allah — bukan izin umum untuk melanggar hukum.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 4:19
Saat menghadapi tekanan untuk melanggar prinsip iman, ingatlah bahwa Allah adalah otoritas tertinggi. Beranikah kita mengambil sikap yang benar walau tidak populer? Mulailah dengan hal kecil: jujur saat kesempatan untuk berbohong terbuka, atau menolak perintah yang bertentangan dengan firman Tuhan.
Tuhan, berikanlah aku hikmat dan keberanian untuk selalu memilih taat kepada-Mu di atas segala hal, Amin.