Larangan resmi: jangan sebut nama Yesus lagi
Kisah Para Rasul 4:18
Ditangkap, Tapi Tak Bisa Dibungkam
“Kemudian, mereka memanggil Petrus dan Yohanes, lalu memerintahkan keduanya untuk tidak berbicara atau mengajarkan apa pun dalam nama Yesus.”Kisah Para Rasul 4:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.”Kisah Para Rasul 4:18 · TB
Terjemahan Baru
“Maka mereka memanggil kedua rasul itu masuk kembali, dan memberitahukan bahwa mereka sekali-kali tidak boleh lagi menyebut atau mengajar dengan nama Yesus.”Kisah Para Rasul 4:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka menyuruh Petrus dan Yohanes masuk kembali, lalu melarang kedua rasul itu untuk mengajar atau berbicara kepada siapa pun tentang Yesus.”Kisah Para Rasul 4:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they called them, and commanded them not to speak at all nor teach in the name of Jesus.”Kisah Para Rasul 4:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 4:18?
Mereka memanggil Petrus dan Yohanes kembali dan memerintahkan mereka dengan keras untuk tidak berbicara atau mengajar dalam nama Yesus. Ini adalah larangan langsung, tetapi para rasul harus memutuskan apakah mereka akan taat kepada manusia atau kepada Allah.
Latar belakang
Keputusan resmi: bungkam dalam nama Yesus
Setelah berunding, Sanhedrin mengeluarkan putusan resmi: Petrus dan Yohanes tidak boleh bicara atau mengajar sama sekali atas nama Yesus. Ini adalah perintah formal dari lembaga tertinggi Yahudi — melanggarnya bisa berujung hukuman berat.
Di mana
Ruang sidang Sanhedrin, Yerusalem
Petrus & Yohanes dipanggil kembali ke hadapan majelis
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula di bawah tekanan
Yang berbicara
Sanhedrin
Majelis peradilan tertinggi Yahudi di Yerusalem
Kepada
Petrus dan Yohanes
Dua rasul yang baru saja menjalani sidang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρήγγειλαν
parēngeilan · memerintahkan
memerintah dengan otoritas resmi — ini perintah formal, bukan saran
φθέγγεσθαι
phthenggesthai · berbicara
berbicara atau bersuara sama sekali — larangan yang sangat luas
διδάσκειν
didaskein · mengajarkan
mengajar secara terstruktur dan berkelanjutan
Parēngeilan (perintah resmi) mencakup phthenggesthai (bicara apapun) dan didaskein (mengajar) — larangan total dalam nama Yesus. Ini adalah upaya membungkam secara menyeluruh.
Tahukah kamu
Larangan ini tidak menyentuh isi ajarannya
Sanhedrin tidak melarang mereka bicara tentang kebangkitan secara umum, atau tentang Allah — hanya nama Yesus yang dilarang. Ini menunjukkan betapa spesifik ancamannya: nama Yesus itulah yang mereka anggap paling berbahaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 4:18
Kisah Para Rasul 5:40
larangan yang sama diulangi dan ditambah pukulan
“Kemudian, setelah memanggil kedua rasul itu, mereka memukuli keduanya dan melarang para rasul untuk berbicara dalam nama Yesus, lalu melepaskannya.”
Kisah Para Rasul 4:19-20
respons langsung terhadap larangan ini
“Petrus dan Yohanes menjawab... 'Sebab, kami tidak mungkin berhenti berbicara mengenai hal-hal yang telah kami lihat dan dengar.'”
Yeremia 20:9
nabi pun tidak bisa diam saat diperintah bungkam
“Tetapi jika aku berkata, 'Aku tidak akan mengingat-ingat Dia dan tidak akan berbicara lagi dalam nama-Nya,' maka dalam hatiku ada sesuatu seperti api yang menyala-nyala.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 4:18
✕ Sering dikira
"Larangan ini hanya berlaku sementara sampai situasi tenang."
✓ Yang sebenarnya
Ini perintah formal Sanhedrin tanpa batas waktu — mereka bermaksud menghentikan pemberitaan nama Yesus secara permanen.
✕ Sering dikira
"Petrus dan Yohanes terpaksa tunduk karena ini otoritas tertinggi."
✓ Yang sebenarnya
Jawaban mereka di ayat berikutnya justru menolak otoritas manusiawi ketika bertentangan dengan perintah Allah.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 4:18
Kita mungkin menghadapi tekanan untuk berhenti berbicara tentang Yesus. Namun, perintah Allah untuk memberitakan Injil lebih utama. Berdoalah untuk keberanian agar tetap setia pada panggilan kita.
Ya Tuhan, ketika manusia melarangku untuk berbicara tentang-Mu, berikan aku keberanian untuk tetap bersaksi, Amin.