Imam-imam turun tangan menghentikan khotbah
Kisah Para Rasul 4:1
Ditangkap, Tapi Tak Bisa Dibungkam
“Ketika Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak, datanglah kepada mereka para imam, kepala penjaga Bait Allah, dan orang-orang Saduki”Kisah Para Rasul 4:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.”Kisah Para Rasul 4:1 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara Petrus dan Yohanes masih berbicara dengan orang-orang itu, imam-imam kepala dan komandan pengawal Rumah Tuhan serta orang-orang Saduki datang kepada Petrus dan Yohanes.”Kisah Para Rasul 4:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak itu, beberapa imam, kepala pengawal rumah Allah, dan anggota kelompok Saduki mulai menentang mereka.”Kisah Para Rasul 4:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And as they spake unto the people, the priests, and the captain of the temple, and the Sadducees, came upon them,”Kisah Para Rasul 4:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 4:1?
Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak ketika para imam, kepala penjaga Bait Allah, dan orang-orang Saduki datang. Mereka adalah kelompok berkuasa yang merasa terganggu oleh pemberitaan para rasul. Ayat ini menunjukkan awal mula konflik antara para rasul dan otoritas agama Yahudi.
Latar belakang
Khotbah yang membuat gerah para penguasa
Petrus dan Yohanes baru selesai berkhotbah di Serambi Salomo setelah menyembuhkan orang lumpuh. Para imam, kepala penjaga Bait, dan orang Saduki tiba-tiba muncul — bukan kebetulan, mereka datang untuk menghentikan keramaian ini. Ketiga kelompok adalah pemegang otoritas resmi di Bait Allah.
Di mana
Serambi Salomo, Bait Allah, Yerusalem
Sore menjelang malam, di hadapan kerumunan besar
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula di Yerusalem
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan sejarawan, penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus & pembaca
Pembaca mula-mula tulisan Lukas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἱερεῖς
hiereis · imam
pemimpin ibadah resmi di Bait Allah
στρατηγός
strategos · kepala penjaga
komandan keamanan Bait, jabatan bergengsi kedua setelah Imam Besar
Σαδδουκαῖοι
Saddoukaioi · Saduki
kelompok imam elite yang menolak kebangkitan dan malaikat
Tiga kelompok ini membentuk blok kekuasaan tertinggi di Yerusalem — keagamaan, keamanan, dan teologi sekaligus — bersama mengepung dua nelayan dari Galilea.
Tahukah kamu
Saduki: penguasa yang tidak percaya kebangkitan
Orang Saduki adalah golongan imam aristokrat yang menolak doktrin kebangkitan orang mati — persis topik yang sedang Petrus khotbahkan. Mereka tidak hanya terancam secara politis, tapi juga diserang secara teologis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 4:1
Lukas 20:1
otoritas Bait menginterupsi pengajaran
“Sementara Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, para imam kepala dan ahli Taurat datang bersama tua-tua.”
Kisah Para Rasul 5:17
Saduki berulang kali menentang rasul
“Namun, para imam besar bangkit, bersama para pengikutnya, yaitu golongan Saduki, dan mereka dipenuhi dengan iri hati.”
Kisah Para Rasul 23:8
Saduki menolak kebangkitan — inti masalahnya
“Sebab, orang Saduki mengatakan tidak ada kebangkitan, juga tidak ada malaikat atau roh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 4:1
✕ Sering dikira
"Para imam marah karena Petrus mengumpulkan massa untuk memberontak."
✓ Yang sebenarnya
Mereka marah karena doktrin kebangkitan dalam nama Yesus — ancaman teologis dan klaim otoritas, bukan pemberontakan politik.
✕ Sering dikira
"Kepala penjaga Bait adalah polisi Romawi."
✓ Yang sebenarnya
Strategos hierou adalah pejabat Yahudi, bukan Romawi — dia memimpin pasukan penjaga Bait yang direkrut dari orang Lewi.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 4:1
Saat memberitakan kebenaran, kita mungkin menghadapi tentangan dari mereka yang merasa terganggu. Tetaplah fokus pada misi kita dan jangan mundur karena tekanan.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk terus bersaksi meskipun ada tentangan, dan tuntun aku untuk tetap setia pada panggilan-Mu. Amin.