Ular dikibaskan, tak ada luka

Kisah Para Rasul 28:5

Yang seharusnya mematikan, lewat begitu saja

Namun, Paulus mengibaskan binatang itu ke dalam api dan ia tidak menderita luka apa pun.

Kisah Para Rasul 28:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 28:5?

Paulus mengibaskan ular ke dalam api dan tidak menderita luka apa pun. Ini adalah mujizat yang membuktikan kuasa Allah melalui Paulus dan melindunginya dari bahaya maut, menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas alam.

Latar belakang

Reaksi yang tenang luar biasa

Sementara semua orang menanti Paulus tumbang, ia malah dengan tenang mengibaskan ular itu ke dalam api. Tak ada bengkak, tak ada rasa sakit, tak ada luka.

Di mana

Pantai Malta

Api unggun, ular dilemparkan kembali

Kapan

~60 M

Hari pertama di Malta

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Vonis 'pembunuh'
Penduduk menunggu Paulus mati
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, saksi mata kejadian

T

Kepada

Teofilus & pembaca

Penerima laporan perjalanan Paulus

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἀποτινάξας

apotinaxas · shook off

mengibaskan, melepaskan

πῦρ

pyr · fire

api

οὐδὲν κακόν

ouden kakon · no harm

tak ada keburukan sedikit pun

'Ouden kakon' — tak ada keburukan sama sekali — adalah ungkapan tegas; bukan 'sedikit sakit', tapi nol dampak.

Tahukah kamu

Detail seorang dokter

Sebagai dokter, Lukas tahu betul apa yang seharusnya terjadi pada korban gigitan ular — pembengkakan, demam, kematian. Itu sebabnya 'tidak menderita luka apa pun' begitu mengejutkan baginya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 28:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 28:5

✕  Sering dikira

"Ularnya memang tidak berbisa."

✓  Yang sebenarnya

Penduduk lokal yakin ini fatal; keajaibannya justru Paulus selamat.

✕  Sering dikira

"Paulus panik dan berteriak."

✓  Yang sebenarnya

Ia tenang, mengibaskan ular ke api, dan melanjutkan tanpa cedera.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 28:5

Tuhan mampu melindungi kita dari bahaya yang tampaknya mematikan. Ketika menghadapi situasi yang menakutkan, ingatlah bahwa kuasa Allah lebih besar dari segala ancaman. Iman itu nyata ketika kita tetap tenang dan percaya.

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup melindungiku dari segala bahaya. Beri aku keberanian untuk tidak takut. Amin.