"Tembok bercat putih!" balasan tajam Paulus
Kisah Para Rasul 23:3
Paulus Membalas Sang Imam Besar
“Kemudian, Paulus berkata kepadanya, “Allah akan menamparmu, hai kamu tembok yang dicat putih! Apakah kamu duduk untuk menghakimi aku menurut Hukum Taurat, tetapi melanggar hukum itu dengan menyuruh agar aku ditampar?””Kisah Para Rasul 23:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku."”Kisah Para Rasul 23:3 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Paulus berkata kepada imam agung itu, "Allah pasti menampar engkau, orang munafik yang pura-pura suci! Engkau duduk di situ menghakimi saya menurut hukum Musa, padahal engkau sendiri melanggar hukum itu dengan menyuruh orang menampar saya!"”Kisah Para Rasul 23:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Paulus berkata kepada Ananias, “Allah akan menampar engkau, hai orang munafik! Engkau duduk di situ untuk mengadili saya menurut hukum Taurat, padahal engkau sendiri melanggar hukum Taurat dengan menyuruh orang menampar saya.””Kisah Para Rasul 23:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Paul unto him, God shall smite thee, thou whited wall: for sittest thou to judge me after the law, and commandest me to be smitten contrary to the law?”Kisah Para Rasul 23:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 23:3?
Paulus mengecam Ananias sebagai 'tembok yang dicat putih', sebuah metafora untuk kemunafikan. Ia menegaskan bahwa Ananias melanggar hukum yang seharusnya ia tegakkan dengan menyuruh Paulus ditampar tanpa pengadilan yang sah.
Latar belakang
Tembok yang dicat putih
Paulus menyebut Ananias 'tembok yang dicat putih' — tampak bersih di luar tapi rapuh dan busuk di dalam. Ia menunjuk kemunafikan: hakim yang menghakimi pakai Taurat justru melanggar Taurat dengan menyuruh menamparnya. Ucapannya keras tapi menohok tepat sasaran.
Di mana
Yerusalem
Ruang sidang Sanhedrin
Kapan
~57 M
Bentrok verbal di sidang
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang ditahan, terdidik dalam Taurat
Kepada
Imam Besar Ananias
Imam besar yang baru memerintahkan tamparan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τοῖχε
toiche · wall
tembok, dinding bangunan
κεκονιαμένε
kekoniamene · whitewashed
dilapis kapur putih, dipoles
κρίνων
krinon · judge
yang sedang menghakimi
'Tembok dicat putih' adalah kiasan keras untuk hakim yang tampak suci tapi busuk — sama dengan teguran Yesus pada orang Farisi.
Tahukah kamu
Tembok bercat sering ambruk
Tembok murah di zaman itu dicat kapur putih agar terlihat kokoh, padahal mudah runtuh saat hujan. Gambaran sempurna untuk kemunafikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 23:3
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 23:3
✕ Sering dikira
"Paulus kehilangan kendali, bicara dosa."
✓ Yang sebenarnya
Ia menegur ketidakadilan nyata; teguran benar, bukan amukan.
✕ Sering dikira
"Allah pasti langsung menghukum Ananias."
✓ Yang sebenarnya
Ucapan ini nubuat moral; Ananias memang mati tragis bertahun kemudian.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 23:3
Kemunafikan adalah dosa yang serius. Kita mungkin tergoda untuk menutupi kekurangan kita dengan penampilan baik. Allah menginginkan kita konsisten antara iman dan perbuatan.
Tuhan, jauhkanlah aku dari kemunafikan dan jadikanlah hidupku jujur dan transparan di hadapan-Mu dan sesama. Amin.