Paulus digotong naik tangga

Kisah Para Rasul 21:35

Selamat dari amukan kerumunan

Ketika ia sampai di tangga, Paulus harus digotong oleh para prajurit karena amukan kerumunan orang,

Kisah Para Rasul 21:35 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 21:35?

Paulus harus digotong oleh prajurit karena massa begitu ganas, bahkan di tangga menuju markas. Ini menunjukkan betapa besar kemarahan orang banyak terhadap Paulus, tetapi juga bagaimana Allah melindunginya melalui pasukan Romawi. Ini adalah momen penyelamatan yang dramatis.

Latar belakang

Diangkat agar tak diinjak

Sampai di tangga, Paulus harus digotong para prajurit karena kerumunan mengamuk. Massa mendesak begitu hebat sampai dia tak bisa berjalan sendiri. Tentara harus mengangkatnya demi keselamatan.

Di mana

Yerusalem

Tangga benteng Antonia

Kapan

~57 M

Penangkapan Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dibawa ke markas
Massa teriak: enyahkan dia
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Lukas

Dokter dan penulis, ikut serta dalam perjalanan

T

Kepada

Teofilus

Penerima surat Lukas, pejabat terhormat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἀναβαθμοί

anabathmoi · stairs

tangga naik

βαστάζω

bastazō · carried

mengangkat, menggotong

βία

bia · violence

kekerasan, amukan

Kata 'menggotong' (bastazō) menunjukkan Paulus benar-benar diangkat, bukan sekadar dituntun.

Tahukah kamu

Gema 'enyahkan dia'

Massa Yerusalem dulu meneriakkan hal serupa pada Yesus. Paulus kini menapaki jejak Gurunya, bahkan dalam teriakan kebencian massa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 21:35

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 21:35

✕  Sering dikira

"Paulus berjalan santai ke markas."

✓  Yang sebenarnya

Dia harus digotong karena massa mengamuk hebat.

✕  Sering dikira

"Tangga ini cuma detail sepele."

✓  Yang sebenarnya

Tangga benteng Antonia jadi panggung pidato Paulus berikutnya.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 21:35

Terkadang kita butuh ditopang oleh orang lain untuk melewati masa-masa sulit. Jangan malu untuk bersandar pada sesama dan pada Tuhan. Dia tidak akan membiarkan kita jatuh.

Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu menyediakan tangan-tangan penolong saat aku lemah. Ajar aku untuk tidak sombong dan mau menerima bantuan. Amin.