Berlutut bersama dalam doa perpisahan
Kisah Para Rasul 20:36
Pidato Perpisahan Paulus kepada Para Penatua Efesus
“Dan, ketika ia sudah mengatakan hal-hal itu, ia berlutut dan berdoa bersama mereka semua.”Kisah Para Rasul 20:36 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah mengucapkan kata- kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Kisah Para Rasul 20.37–21.5 127”Kisah Para Rasul 20:36 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah Paulus selesai berbicara, ia berlutut dengan mereka semua lalu berdoa.”Kisah Para Rasul 20:36 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah Paulus mengatakan semuanya itu, dia berlutut bersama mereka dan memimpin doa.”Kisah Para Rasul 20:36 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when he had thus spoken, he kneeled down, and prayed with them all.”Kisah Para Rasul 20:36 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:36?
Setelah selesai berbicara, Paulus berlutut dan berdoa bersama semua orang. Ini menunjukkan pentingnya doa sebagai penutup pertemuan dan sebagai cara untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan.
Latar belakang
Doa berlutut sebagai penutup yang bermakna
Setelah pidato panjang yang sarat nasihat, Paulus tidak menutup dengan tepuk tangan atau pesan motivasi. Ia berlutut dan berdoa bersama mereka semua. Ini tindakan komunal yang menyatukan semua yang sudah dikatakan dalam satu gerakan fisik dan rohani.
Di mana
Miletus — tepi pelabuhan
Mungkin di pantai atau dermaga, berlutut bersama di hadapan kapal
Kapan
~58 M
Akhir pidato, transisi ke perpisahan fisik
Yang berbicara
Lukas (narator)
Tabib dan rekan perjalanan Paulus, saksi mata momen ini
Kepada
Para penatua jemaat Efesus
Pemimpin jemaat yang berlutut bersama Paulus dalam doa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
θεὶς τὰ γόνατα
berlutut · knelt down
Theis ta gonata — secara harfiah 'meletakkan lutut'; postur doa yang menunjukkan kerendahan dan kesungguhan
προσηύξατο
berdoa · prayed
Proseuxato — berdoa dengan penuh; ini doa sungguhan yang memungkup seluruh situasi
σὺν πᾶσιν αὐτοῖς
bersama mereka semua · with them all
Syn pasin autois — bersama semuanya tanpa terkecuali; tidak ada yang ditinggalkan atau dikecualikan
Theis ta gonata (berlutut) dan syn pasin autois (bersama semua) — momen yang menyatukan: pemimpin dan yang dipimpinnya bersama-sama dalam postur yang sama di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Berlutut dalam doa bukan postur standar doa Yahudi
Orang Yahudi biasanya berdiri dalam doa (ingat perumpamaan tentang orang Farisi yang berdiri berdoa). Berlutut adalah postur yang lebih langka dan menunjukkan kerendahan hati yang lebih mendalam — biasanya untuk momen yang sangat serius atau emosional.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:36
Efesus 3:14
Paulus menulis dari penjara dalam postur yang sama: berlutut di hadapan Bapa
“Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari-Nya semua keluarga... mengambil namanya.”
Lukas 22:41
Yesus juga berlutut dalam doa di momen yang sangat serius — Getsemani
“Ia pergi kira-kira selempar batu jauhnya dari mereka, lalu berlutut dan berdoa.”
Kisah Para Rasul 21:5
Pola doa berlutut saat perpisahan muncul lagi tak lama kemudian
“...setelah berlutut di pantai dan berdoa, kami berpamitan satu sama lain.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:36
✕ Sering dikira
Berlutut dalam doa adalah tradisi Kristen standar sejak awal
✓ Yang sebenarnya
Ini postur yang tidak biasa — justru karena tidak biasa, Lukas mencatatnya sebagai penanda momen yang sangat bermakna
✕ Sering dikira
Doa di sini adalah ritual penutup saja
✓ Yang sebenarnya
Doa ini adalah klimaks dari seluruh pertemuan — semua yang sudah dikatakan diserahkan ke tangan Allah dalam satu tindakan bersama
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:36
Doa adalah jembatan antara kita dan Allah. Sebelum memulai atau mengakhiri aktivitas, luangkan waktu untuk berdoa, baik sendiri maupun bersama-sama, karena doa menyatukan hati dan memberi kekuatan.
Bapa, ajar aku untuk selalu berlutut dalam doa, baik sendirian maupun bersama saudara seiman, dan serahkan segala rencanaku kepada-Mu, Amin.