Air mata dan pelukan di pelabuhan Miletus
Kisah Para Rasul 20:37
Pidato Perpisahan Paulus kepada Para Penatua Efesus
“Lalu, ada banyak tangisan di antara mereka semua dan mereka memeluk leher Paulus, serta menciuminya,”Kisah Para Rasul 20:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.”Kisah Para Rasul 20:37 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka semuanya menangis sambil merangkul Paulus dan mengucapkan selamat jalan.”Kisah Para Rasul 20:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka semua menangis tersedu-sedu sambil memeluk Paulus dan memberi ciuman perpisahan.”Kisah Para Rasul 20:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they all wept sore, and fell on Paul’s neck, and kissed him,”Kisah Para Rasul 20:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:37?
Ayat ini menunjukkan reaksi emosional yang mendalam dari para penatua Efesus saat Paulus akan meninggalkan mereka. Mereka menangis, memeluk, dan mencium Paulus sebagai ungkapan kasih dan kesedihan yang luar biasa karena tahu mereka tidak akan bertemu lagi. Ini menggambarkan ikatan yang kuat antara Paulus dan jemaat yang dia layani.
Latar belakang
Tangisan dan pelukan yang tidak tertahan
Setelah doa berlutut, tangisan meledak di antara mereka semua. Mereka memeluk leher Paulus dan menciumnya — respons yang sangat manusiawi dalam perpisahan yang mereka tahu adalah untuk selamanya. Ini bukan kelemahan; ini bukti bahwa hubungan yang sesungguhnya telah terbangun.
Di mana
Miletus — tepi pelabuhan
Di pelabuhan Miletus, saat melepas Paulus naik ke kapal
Kapan
~58 M
Momen perpisahan fisik
Yang berbicara
Lukas (narator)
Tabib dan rekan perjalanan Paulus, saksi mata momen ini
Kepada
Para penatua jemaat Efesus
Pemimpin jemaat yang tidak kuasa menahan tangis saat perpisahan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κλαυθμός
tangisan · weeping
Klauthmos — tangis yang terdengar, tangisan yang nyata; bukan sekadar menetes tapi mengungkapkan kesedihan yang dalam
ἐπιπεσόντες ἐπὶ τὸν τράχηλον
memeluk leher · fell on his neck
Epipesontes epi ton trakhеlon — secara harfiah 'jatuh ke leher'; postur pelukan yang sangat erat dan emosional
κατεφίλουν
menciuminya · kissing
Katephiloun — imperfek, terus-menerus mencium; tanda kasih yang berulang dan tidak mau berhenti
Klauthmos (tangisan nyata), epipesontes epi ton trakhеlon (peluk leher erat), katephiloun (terus-menerus mencium) — tiga tindakan yang menggambarkan perpisahan yang sungguh memilukan. Lukas tidak mengedit momen ini jadi lebih 'rohani'.
Tahukah kamu
Mencium leher adalah tanda kasih sayang yang sangat intim di budaya Timur Tengah
Dalam budaya Mediterania kuno, mencium leher atau pipi adalah tanda persahabatan yang dalam dan kasih yang tulus — bukan sekadar formalitas. Momen ini menggambarkan kedekatan yang jauh melampaui hubungan guru-murid.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:37
Kejadian 45:14-15
Pola reuni/perpisahan yang penuh emosi — peluk leher dan cium
“Lalu Yusuf merangkul leher Benyamin, adiknya, sambil menangis... Kemudian Yusuf mencium semua saudara-saudaranya.”
Lukas 15:20
Metafora yang sama: merangkul leher dan mencium sebagai ekspresi kasih yang dalam
“Ketika ia masih jauh, ayahnya melihat dia... berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.”
Roma 16:16
Ciuman kudus sebagai tradisi kasih dalam komunitas Kristen awal
“Saling memberi salam dengan cium kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:37
✕ Sering dikira
Pemimpin rohani seharusnya lebih terkontrol emosinya dalam perpisahan
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menunjukkan bahwa tangisan dan pelukan ini salah — Lukas mencatatnya tanpa komentar negatif apapun
✕ Sering dikira
Ini momen emosional yang berlebihan untuk seorang misionaris sekaliber Paulus
✓ Yang sebenarnya
Justru besarnya emosi ini menunjukkan besarnya kasih dan hubungan yang dibangun — bukan kelemahan tapi bukti komunitas yang nyata
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:37
Kita bisa belajar bahwa relasi rohani yang sejati melibatkan kasih yang mendalam dan kerelaan untuk berduka saat berpisah. Jangan takut menunjukkan emosi dan kasih kepada saudara seiman; itu adalah bagian dari menjadi tubuh Kristus yang saling mengasihi.
Tuhan, ajari kami untuk mengasihi saudara seiman dengan kasih yang tulus dan berani berduka saat berpisah, karena kami tahu kami terhubung di dalam Engkau. Amin.