Berlutut dalam kesendirian
Lukas 22:41
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Kemudian, Yesus menjauhkan diri dari mereka kira-kira sejauh sepelempar batu, lalu berlutut dan berdoa,”Lukas 22:41 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:”Lukas 22:41 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Ia pergi lebih jauh sedikit dari mereka, kira-kira sejauh lemparan batu, lalu berlutut dan berdoa.”Lukas 22:41 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus menjauh dari mereka, kira-kira tiga puluh meter. Di situ Dia sujud berdoa, kata-Nya,”Lukas 22:41 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he was withdrawn from them about a stone’s cast, and kneeled down, and prayed,”Lukas 22:41 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:41?
Yesus menjauhkan diri dari murid-murid untuk berdoa seorang diri, menunjukkan kebutuhan-Nya akan keintiman dengan Bapa, terutama saat menghadapi penderitaan.
Latar belakang
Jarak dan keintiman
Yesus menjauh 'sejauh sepelempar batu' — cukup jauh untuk kesendirian, cukup dekat untuk tetap terhubung. Lukas adalah satu-satunya penulis Injil yang mencatat bahwa Yesus berlutut saat berdoa. Biasanya orang Yahudi berdoa berdiri — berlutut menunjukkan kerendahan hati yang dalam dan urgensi yang besar.
Di mana
Taman Getsemani, Bukit Zaitun
Area terpencil sekitar 30 meter dari murid-murid
Kapan
~30 M
Larut malam Kamis
Yang berbicara
Lukas
dokter dan sejarawan, sahabat Paulus
Kepada
Teofilus
pembaca pertama Injil Lukas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀποσπασθεὶς
apostastheis · menjauhkan diri
Menarik diri, memisahkan diri — kata yang kuat, bahkan dipakai untuk merobek atau memisahkan sesuatu dengan paksa. Keterpisahan-Nya terasa berat.
θεὶς τὰ γόνατα
theis ta gonata · berlutut
Menekukkan lutut — secara harfiah 'meletakkan lutut-Nya'. Postur paling merendah dalam doa.
λίθου βολήν
lithou bolēn · sepelempar batu
Jarak sepelempar batu — ukuran informal kira-kira 30-50 meter. Dekat tapi terpisah.
Dua gambaran kontras: 'apostastheis' (memisahkan diri dengan berat) dan 'theis ta gonata' (berlutut) bersama menggambarkan seorang Anak Allah yang dalam tekanan terbesar, memilih postur paling merendah di hadapan Bapa-Nya.
Tahukah kamu
Postur doa Yesus
Postur standar doa Yahudi adalah berdiri dengan tangan terangkat. Berlutut (gonypetō) adalah postur yang dipakai dalam situasi sangat serius — kegagalan, duka, krisis — seperti Salomo saat mendedikasikan Bait Allah (1 Raj 8:54). Yesus memilih postur yang paling merendah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:41
1 Raja-raja 8:54
postur berlutut dalam doa yang sangat serius
“Setelah Salomo selesai memanjatkan doa dan permohonan kepada TUHAN semua itu, ia bangkit berdiri dari berlutut di hadapan mezbah TUHAN.”
Kisah Para Rasul 7:60
berlutut saat berdoa dalam situasi krisis — Stefanus
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini atas mereka!”
Efesus 3:14
berlutut di hadapan Bapa sebagai postur doa
“Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:41
✕ Sering dikira
Yesus menjauh karena Ia tidak mau murid-murid mendengar doa-Nya
✓ Yang sebenarnya
Jika itu tujuannya, Ia akan menjauh lebih jauh. 'Sepelempar batu' adalah jarak yang masih bisa dilihat dan terdengar samar — Yesus tidak bersembunyi tapi mencari ruang untuk keintiman doa.
✕ Sering dikira
Berlutut adalah postur doa yang wajib bagi orang Kristen
✓ Yang sebenarnya
Berlutut menunjukkan konteks doa yang sangat serius dan merendah diri — bukan instruksi postur doa universal untuk semua situasi.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:41
Saat kita menghadapi masa sulit, kita perlu mencari waktu sendirian dengan Tuhan. Di sana kita bisa menuangkan isi hati dan menerima kekuatan dari-Nya.
Bapa, berikan aku kerinduan untuk mencari wajah-Mu dalam kesendirian, dan penuhi aku dengan damai-Mu. Amin.