Lebih berbahagia memberi daripada menerima
Kisah Para Rasul 20:35
Pidato Perpisahan Paulus kepada Para Penatua Efesus
“Dalam segala hal, aku telah menunjukkan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti cara ini, kita harus menolong yang lemah dan mengingat perkataan Tuhan Yesus, bahwa Ia sendiri berkata, ‘Lebih berbahagia memberi daripada menerima.’””Kisah Para Rasul 20:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."”Kisah Para Rasul 20:35 · TB
Terjemahan Baru
“Dalam segala perkara saya sudah memberi teladan kepadamu bahwa dengan bekerja keras seperti ini kita harus menolong orang-orang yang tidak kuat. Karena kita harus ingat akan apa yang Tuhan Yesus sendiri sudah katakan, 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.'"”Kisah Para Rasul 20:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan begitu saya selalu berusaha menjadi teladan tentang bagaimana seharusnya kita bekerja keras untuk menolong orang-orang yang lemah. Dan kita juga harus ingat bahwa Tuhan Yesus sudah berkata, ‘Orang yang memberi bantuan lebih diberkati daripada yang menerima bantuan itu.’””Kisah Para Rasul 20:35 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I have shewed you all things, how that so labouring ye ought to support the weak, and to remember the words of the Lord Jesus, how he said, It is more blessed to give than to receive.”Kisah Para Rasul 20:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:35?
Paulus mencontohkan bahwa dengan bekerja keras kita harus menolong yang lemah, dan mengingat perkataan Tuhan Yesus: 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.' Ini mengajarkan prinsip kemurahan hati dan prioritas pada memberi.
Latar belakang
Penutup dengan perkataan Yesus yang tidak tercatat di Injil
Paulus menutup pidatonya dengan mengutip Yesus: 'Lebih berbahagia memberi daripada menerima.' Menariknya, kutipan ini tidak ditemukan kata per kata dalam Injil Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes. Ini adalah perkataan Yesus yang dijaga dan diteruskan secara lisan.
Di mana
Miletus
Pertemuan perpisahan di pelabuhan Miletus
Kapan
~58 M
Penutup pidato perpisahan dengan kata-kata Yesus
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang diutus kepada bangsa-bangsa non-Yahudi; penulis banyak surat PB
Kepada
Para penatua jemaat Efesus
Pemimpin jemaat yang menerima prinsip hidup terakhir dari Paulus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διδόναι
memberi · give
Didonai — kata kerja infinitif; memberi sebagai cara hidup yang terus-menerus, bukan tindakan sesekali
λαμβάνειν
menerima · receive
Lambanein — menerima, mengambil; dibandingkan dengan memberi, menerima adalah orientasi yang lebih rendah
μακάριόν
lebih berbahagia · blessed
Makarion — berbahagia, diberkati; kata yang sama dengan 'Berbahagialah' dalam Khotbah di Bukit
Makarion (berbahagia) dari didonai (memberi) — ini menggemakan Khotbah di Bukit. Kebahagian sejati bukan dari lambanein (menerima) tapi dari didonai. Paulus tidak hanya mengajarkan ini — ia sudah menghidupkannya.
Tahukah kamu
Ini adalah satu-satunya perkataan Yesus yang hanya tercatat di Kisah Para Rasul
Para ahli menyebut perkataan-perkataan Yesus yang tidak ada dalam empat Injil sebagai 'agraphon' (kata-kata yang tidak tertulis). Kutipan ini adalah salah satu dari sedikit agraphon yang dianggap otentik — perkataan Yesus yang diteruskan secara lisan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:35
Lukas 6:38
Prinsip memberi yang mengalir dari pengajaran Yesus
“Berilah dan kamu akan diberi... Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.”
2 Korintus 9:7
Paulus mengajarkan kegembiraan dalam memberi
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut keputusan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Amsal 11:24-25
Kebijaksanaan Perjanjian Lama tentang kemurahan hati
“Ada yang menyebar harta, tetapi mendapat lebih banyak. Ada yang hemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:35
✕ Sering dikira
'Lebih berbahagia memberi' berarti tidak boleh menerima pemberian orang lain
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang orientasi hidup — menjadikan pemberian sebagai pusat, bukan bahwa menerima itu salah
✕ Sering dikira
Karena tidak ada di Injil, kutipan ini mungkin bukan dari Yesus
✓ Yang sebenarnya
Paulus dengan jelas mengutipnya sebagai perkataan 'Tuhan Yesus' — ini tradisi lisan yang ia terima dan teruskan
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:35
Kita sering berpikir bahwa menerima lebih menyenangkan, tetapi Yesus berkata sebaliknya. Cobalah minggu ini untuk memberi dengan sukacita—baik waktu, tenaga, atau materi—kepada seseorang yang membutuhkan, dan rasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Tuhan, ubah hatiku agar lebih suka memberi daripada menuntut untuk menerima, dan jadikan aku saluran berkat-Mu, Amin.