Massa dibubarkan dengan tenang

Kisah Para Rasul 19:41

Kerumunan akhirnya bubar

Setelah ia mengatakan hal-hal ini, ia membubarkan kumpulan orang itu.

Kisah Para Rasul 19:41 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 19:41?

Setelah mendengar nasihat panitera, kumpulan orang itu dibubarkan. Kerusuhan di Efesus berakhir tanpa kekerasan yang lebih besar, dan Paulus serta rekan-rekannya selamat dari bahaya.

Latar belakang

Badai pun reda

Setelah berkata demikian, panitera membubarkan kerumunan itu. Kekacauan besar berakhir tanpa korban jiwa maupun penangkapan Paulus. Hikmat seorang pejabat sekuler dipakai melindungi pekerjaan Injil.

Di mana

Teater Efesus

Gedung yang mulai sepi kembali

Kapan

~55 M

Akhir masa di Efesus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Peringatan bahaya
Paulus pamit ke Makedonia
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Panitera kota

Pejabat yang sukses menutup keributan

M

Kepada

Massa Efesus

Yang akhirnya pulang dengan damai

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

εἰπὼν ταῦτα

eipōn tauta · said these things

setelah mengatakan hal ini

ἀπέλυσεν

apelysen · dismissed

membubarkan, melepas pergi

ἐκκλησίαν

ekklēsian · assembly

kerumunan, perkumpulan

Setelah 'berkata' demikian, panitera 'membubarkan' 'kerumunan' itu dengan damai.

Tahukah kamu

Allah pakai siapa saja

Yang menyelamatkan situasi bukan khotbah Kristen, melainkan seorang pejabat kota yang cinta ketertiban; Allah bisa memakai orang di luar lingkaran iman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 19:41

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 19:41

✕  Sering dikira

"Konflik diselesaikan oleh mukjizat ajaib."

✓  Yang sebenarnya

Kali ini Allah memakai hikmat seorang pejabat biasa untuk meredakan situasi.

✕  Sering dikira

"Paulus tertangkap di akhir kerusuhan."

✓  Yang sebenarnya

Massa bubar damai; Paulus aman dan lanjut ke Makedonia.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 19:41

Tuhan dapat menenangkan situasi yang kacau melalui hikmat orang-orang yang tepat. Dalam hidup kita, mari percaya bahwa Tuhan sanggup meredakan konflik dan melindungi umat-Nya, dan kita pun harus berperan sebagai pembawa damai.

Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pribadi yang menenangkan kekacauan. Jadikanlah kami pembawa damai di tengah-tengah lingkungan kami. Amin.