Rapat para tukang dipanaskan

Kisah Para Rasul 19:25

Demetrius menghasut para pekerja

Para tukangnya itu ia kumpulkan bersama dengan pekerja-pekerja di bidang serupa dan berkata, “Saudara-saudara, kamu tahu bahwa kemakmuran kita berasal dari perusahaan ini.

Kisah Para Rasul 19:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 19:25?

Demetrius, seorang pengrajin perak yang membuat kuil-kuil kecil Dewi Artemis, mengumpulkan para pengrajin dan pekerja sejenis. Ia mengingatkan mereka bahwa mata pencaharian mereka bergantung pada pembuatan patung dewi ini, sehingga berita yang disampaikan Paulus mengancam usaha mereka.

Latar belakang

Memukul soal dompet dulu

Demetrius mengumpulkan para tukang dan pekerja sejenis. Ia membuka dengan jujur: kemakmuran mereka bergantung pada bisnis ini. Dengan menyentuh dompet, ia menyatukan massa sebelum bicara agama.

Di mana

Efesus

Pertemuan para pengrajin di kota

Kapan

~55 M

Akhir masa di Efesus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Demetrius diperkenalkan
Tuduh Paulus rugikan
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Demetrius

Pengrajin perak yang menghasut rekan-rekannya

P

Kepada

Para tukang perak

Pekerja yang gantung hidup pada bisnis kuil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

συναθροίσας

synathroisas · gathered

mengumpulkan bersama

εὐπορία

euporia · wealth

kemakmuran, kelimpahan dana

ἐργασίας

ergasias · trade

usaha, perdagangan

Demetrius 'mengumpulkan' tukang dan menohok soal 'kemakmuran' dari 'usaha' mereka.

Tahukah kamu

Pidato yang taktis

Demetrius menyebut soal uang lebih dulu baru agama, urutan retorika yang cerdik untuk membakar emosi pendengar yang takut kehilangan nafkah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 19:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 19:25

✕  Sering dikira

"Demetrius cuma membela tradisi suci."

✓  Yang sebenarnya

Ia justru membuka pidato dengan soal uang, bukan ibadah.

✕  Sering dikira

"Para tukang ini fanatik agama murni."

✓  Yang sebenarnya

Mereka tergerak karena nafkah terancam, bukan murni iman.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 19:25

Pekerjaan dan penghasilan kita sering kali menjadi prioritas. Namun, jangan sampai kita menempatkan keuntungan materi di atas kebenaran dan panggilan Allah. Renungkan apakah ada cara kita yang perlu dikoreksi agar tidak mengorbankan iman demi keuntungan.

Tuhan, ajar aku untuk mengutamakan kebenaran-Mu di atas segala keuntungan duniawi, dan berikan aku keberanian untuk berdiri tegak dalam iman walau menghadapi risiko finansial. Amin.