Mengebas baju sebagai tanda lepas tangan

Kisah Para Rasul 18:6

Ditolak, Paulus berpaling ke bangsa lain

Akan tetapi, ketika mereka menentang dan memaki Paulus, ia mengebaskan pakaiannya dan berkata kepada mereka, “Darahmu ada di atas kepalamu sendiri! Aku bersih. Mulai sekarang dan seterusnya, aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”

Kisah Para Rasul 18:6 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 18:6?

Karena orang Yahudi menolak dan menghina Paulus, ia mengebaskan jubahnya dan menyatakan bahwa ia bersih dari darah mereka. Ia kemudian beralih memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain (non-Yahudi), sesuai panggilan khususnya.

Latar belakang

Titik balik yang tegas

Saat mereka menentang dan menghujat, Paulus mengebaskan jubahnya — gestur simbolis melepas tanggung jawab. Ia menyatakan dirinya bersih dan mulai mengarah ke bangsa-bangsa lain.

Di mana

Sinagoge Korintus

Rumah ibadah yang memanas oleh perlawanan

Kapan

~50 M

Perjalanan misi kedua

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Memberitakan Yesus Mesias
Pindah ke rumah Yustus
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang menyatakan tanggung jawabnya selesai

Y

Kepada

Yahudi penentang

Yang menolak dan menghujat pesannya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἀντιτασσομένων

antitassomenōn · opposed

menentang, melawan berbaris

αἷμα

haima · blood

darah — kiasan tanggung jawab nyawa

καθαρός

katharos · clean

bersih, bebas dari salah

Bahasa 'darah di kepala sendiri' dan 'aku bersih' menegaskan: Paulus sudah memberitakan jujur, keputusan kini ada di tangan mereka.

Tahukah kamu

Gestur kuno yang berbicara

Mengebas debu atau pakaian adalah tanda penolakan resmi dalam budaya Yahudi — semacam 'aku cuci tangan, tanggung jawabnya bukan padaku lagi'.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 18:6

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 18:6

✕  Sering dikira

"Paulus menyerah pada semua orang Yahudi selamanya."

✓  Yang sebenarnya

Ini reaksi lokal di Korintus; di kota lain ia tetap mulai dari sinagoge.

✕  Sering dikira

"Paulus mengutuk mereka karena marah."

✓  Yang sebenarnya

Pernyataannya bukan luapan emosi, melainkan deklarasi hukum-moral bahwa tugasnya sudah tuntas.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 18:6

Tidak semua orang akan menerima pesan kita. Ada saatnya kita perlu melepaskan dan berhenti memaksa, lalu mengalihkan fokus kepada mereka yang lebih responsif. Penting untuk tidak merasa bersalah ketika ada yang menolak, selama kita sudah menjalankan tugas kita.

Ya Tuhan, beri kami kebijaksanaan untuk tahu kapan harus melepaskan dan kapan harus terus berjuang, serta damai dalam hati saat menghadapi penolakan. Amin.