Kebaskan debu sebagai kesaksian
Matius 10:14
Diutus: Misi Pertama Para Rasul
“Dan, siapa saja yang tidak menerima kamu atau tidak mau mendengar perkataanmu, ketika kamu keluar dari rumah atau kota itu, kebaskanlah debu kakimu.”Matius 10:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.”Matius 10:14 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau ada rumah atau kota yang tidak mau menerima kalian atau tidak mau mendengar kalian, tinggalkan tempat itu dan kebaskanlah debu dari tapak kakimu.”Matius 10:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila orang-orang di sana menolak kamu atau tidak mau mendengar apa yang kamu ajarkan, kibaskanlah kotoran dari kakimu saat kamu meninggalkan rumah atau kota itu.”Matius 10:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And whosoever shall not receive you, nor hear your words, when ye depart out of that house or city, shake off the dust of your feet.”Matius 10:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 10:14?
Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk tidak memaksa orang menerima Injil. Jika ada orang menolak atau tidak mau mendengar, mereka harus pergi dan 'mengibaskan debu kaki' sebagai tanda bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas penolakan itu. Ini adalah cara simbolis untuk melepaskan diri dan melangkah maju.
Latar belakang
Tindakan simbolis yang punya makna serius
Mengebaskan debu kaki adalah tindakan yang orang Yahudi lakukan ketika meninggalkan tanah pagan — supaya kotoran 'negeri kafir' tidak masuk ke tanah suci Israel. Yesus membalik simbol ini: jika kota Israel menolak pesan Kerajaan, debu kota itu diperlakukan seperti debu tanah pagan. Ini pernyataan serius.
Di mana
Galilea
Sebelum mereka berangkat menjalankan misi
Kapan
~30 M
Pengutusan misi pertama para rasul
Yang berbicara
Yesus
Guru dan Tuhan yang sedang mengutus murid-murid-Nya
Kepada
Dua belas rasul
murid-murid Yesus yang baru menerima kuasa dan siap diutus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐκτινάξατε
ektinaxate · kebaskanlah
Kibaskan, singkirkan — tindakan aktif dan tegas. Bukan sekadar mengangkat kaki, tapi gerakan yang disengaja dan terlihat.
κονιορτόν
koniorton · debu
Debu halus dari jalan tanah — simbol ketidaktahiran dalam tradisi Yahudi. Membawa debu tanah kafir dianggap mencemari.
δέξηται
dexetai · tidak menerima
Menerima, menyambut — jika tidak dexetai (diterima), maka ada konsekuensi yang harus ditanggung si penolak.
Ektinaxate (kibaskan) adalah tindakan yang memindahkan tanggung jawab. Para rasul bukan yang akan menanggung konsekuensi penolakan — mereka sudah melakukan bagian mereka. Yang menanggung adalah yang menolak.
Tahukah kamu
Rasul Paulus juga melakukannya
Kisah Para Rasul 13:51 mencatat bahwa Paulus dan Barnabas melakukan persis hal ini di Antiokhia Pisidia ketika ditolak. Ini bukan tindakan marah atau dramatis — ini deklarasi formal bahwa tanggung jawab sudah dipenuhi dan akibat penolakan sepenuhnya ada di tangan yang menolak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 10:14
Kisah Para Rasul 13:51
penerapan langsung instruksi ini
“Tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi mereka dan pergi ke Ikonium.”
Kisah Para Rasul 18:6
Paulus melakukan hal serupa di Korintus
“Tetapi karena mereka menentang dia dan menghujat dia, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata...”
Yehezkiel 33:4-5
prinsip tanggung jawab yang berpindah setelah peringatan
“Tetapi jika seseorang mendengar bunyi sangkakala itu dan tidak mengindahkan peringatan itu, sehingga pedang datang dan menghapuskan nyawanya, maka ia sendirilah yang menanggung darahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 10:14
✕ Sering dikira
'Mengebaskan debu berarti rasul marah dan frustrasi dengan kota itu'
✓ Yang sebenarnya
Ini tindakan liturgis yang dingin dan tenang, bukan ekspresi emosi. Maknanya adalah: tanggung jawab kami sudah selesai, konsekuensi ada di pihakmu.
✕ Sering dikira
'Jika seseorang menolak saya, saya boleh mengutuk mereka'
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak mengajarkan kutuk — Dia mengajarkan pelepasan tanggung jawab. Penilaian akhir ada di tangan Allah, bukan di tangan si rasul.
Renungan
Renungan Singkat Matius 10:14
Tidak semua orang akan menerima kita atau pesan yang kita sampaikan. Kita tidak perlu berkecil hati atau memaksakan diri. Yang penting kita sudah setia menyampaikan kebenaran dengan kasih. Belajarlah untuk melepaskan orang yang menolak dengan doa, bukan dengan dendam.
Tuhan, beri kami keberanian untuk tetap setia, dan kebijaksanaan untuk tahu kapan harus melepaskan orang yang menolak kami. Amin.