Tujuh bangsa disingkirkan, tanah diwariskan
Kisah Para Rasul 13:19
Khotbah Paulus di Sinagoge Antiokhia
“Dan, setelah Ia membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia mewariskan tanah itu.”Kisah Para Rasul 13:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi- bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka”Kisah Para Rasul 13:19 · TB
Terjemahan Baru
“Tujuh bangsa Ia musnahkan di negeri Kanaan untuk membagi-bagikan negeri itu kepada bangsa Israel supaya negeri itu menjadi milik mereka.”Kisah Para Rasul 13:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Allah membinasakan tujuh bangsa di negeri Kanaan dan memberikan negeri itu kepada bangsa Israel untuk menjadi milik mereka.”Kisah Para Rasul 13:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when he had destroyed seven nations in the land of Chanaan, he divided their land to them by lot.”Kisah Para Rasul 13:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 13:19?
Kisah Para Rasul 13:19 mengingatkan bahwa Allah setia memimpin umat-Nya melalui sejarah, dari pembebasan Mesir hingga masuk ke tanah Kanaan, dan Ia membinasakan tujuh bangsa untuk memberi warisan kepada Israel. Ini menunjukkan kuasa dan kesetiaan Allah dalam memenuhi janji-Nya.
Latar belakang
Tujuh bangsa, satu warisan
Ulangan 7:1 menyebutkan tujuh bangsa Kanaan yang harus disingkirkan: Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feriz, Hewi, dan Yebus. Paulus merangkum seluruh periode penaklukan Yosua dalam satu kalimat singkat, lalu langsung ke inti: Allah 'mewariskan tanah itu'. Fokusnya bukan pada perang, tapi pada pemberi warisan — Allah.
Di mana
Antiokhia Pisidia
Sinagoge — khotbah berlanjut ke era Yosua
Kapan
~46-47 M
Khotbah: era masuk Kanaan di bawah Yosua
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang menelusuri sejarah Israel masuk Kanaan
Kepada
Jemaat sinagoge Antiokhia Pisidia
Pendengar yang mengenal kisah pewarisan tanah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
καθελὼν
kathelōn · destroyed
Membinasakan/merobohkan — tindakan yang mengakhiri dominasi; kata yang juga dipakai untuk merobohkan bangunan
κατεκληρονόμησεν
kateklēronomēsen · gave as inheritance
Mewariskan — memberikan tanah itu sebagai warisan resmi dan sah kepada Israel
ἔθνη
ethnē · nations
Bangsa-bangsa — kata yang sama yang berarti 'bangsa-bangsa lain' (non-Yahudi); konteks menentukan artinya
Allah kathelōn (merobohkan) tujuh bangsa lalu kateklēronomēsen (mewariskan) tanahnya kepada Israel. Dua tindakan berurutan yang menunjukkan Allah sebagai subjek aktif dalam sejarah, sementara Israel adalah penerima anugerah.
Tahukah kamu
Kata 'mewariskan' memiliki dua arah
Kata Yunani kateklēronomēsen bisa berarti 'mewarisi' (Israel yang menerima) atau 'membagikan sebagai warisan' (Allah yang memberi). Dalam konteks ini keduanya benar secara serentak: Allah membagikan apa yang memang sudah menjadi milik-Nya kepada umat-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 13:19
Ulangan 7:1
Sumber dari 'tujuh bangsa' yang disebutkan Paulus
“TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau ke negeri yang akan engkau masuki, dan Ia akan menghalau banyak bangsa dari hadapanmu: orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feriz, orang Hewi, dan orang Yebus.”
Yosua 14:1
Pembagian tanah warisan yang dirujuk Paulus
“Inilah yang dipusakai orang Israel di tanah Kanaan, yang dibagi-bagikan oleh Eleazar, imam itu, dan Yosua bin Nun, serta para kepala suku Israel.”
Mazmur 105:44
Mazmur yang merayakan warisan tanah sebagai pemberian Allah
“Ia memberikan kepada mereka tanah bangsa-bangsa lain, dan mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa lain.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 13:19
✕ Sering dikira
"Israel berjuang sendiri dan memenangkan tanah Kanaan"
✓ Yang sebenarnya
Paulus menempatkan Allah sebagai subjek: Dia yang membinasakan tujuh bangsa, Dia yang mewariskan tanah — bukan tentang kegagahan Israel.
✕ Sering dikira
"Pewarisan tanah Kanaan adalah peristiwa satu kali yang final"
✓ Yang sebenarnya
Bagi Paulus ini adalah bagian dari pola yang lebih besar — Allah yang terus memberikan apa yang Dia janjikan.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 13:19
Saat kamu merasa perjalanan hidupmu berliku, ingatlah bahwa Allah bekerja dalam setiap proses. Jika Dia setia pada zaman dahulu, Dia pasti setia pula dalam hidupmu hari ini. Percayakanlah rencana-Nya, sekalipun belum terlihat hasilnya.
Tuhan, aku percaya Engkau setia memimpin hidupku seperti Engkau memimpin umat-Mu dahulu. Amin.