Seruan di Kebun Anggur

Kidung Agung 8:13

Cinta yang Kuat seperti Maut

“Hai engkau, yang tinggal di kebun-kebun, para sahabat mendengarkan suaramu. Biarlah aku mendengarkannya juga!”

Kidung Agung 8:13 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 8:13?

Ayat ini adalah undangan sang perempuan kepada kekasihnya untuk mendengarkan suaranya. Ia menyadari bahwa banyak orang (para sahabat) mendengarkan suaranya, tetapi ia secara khusus menginginkan kekasihnya mendengarkan. Ini menunjukkan keintiman dan hasrat untuk berkomunikasi secara pribadi dan eksklusif dalam hubungan cinta.

Latar belakang

Suara yang Dirindukan

Penyair berbicara kepada sang kekasih yang tinggal di kebun-kebun, memuji suaranya dan meminta untuk mendengarnya. Ini adalah undangan intim untuk terus beresonansi dalam hubungan cinta.

Di mana

Yerusalem

Dalam imajinasi puitis, taman yang subur

Kapan

~950 SM

Zaman Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kemakmuran Israel
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penyair

Penyair bijaksana, merangkai kata penuh gairah

S

Kepada

Semua pembaca

Mereka yang merindu cinta sejati

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָשַׁב

yashav · tinggal

diam, menetap

חָבֵר

chaver · sahabat

teman, rekan

שָׁמַע

shama · dengarkan

mendengar dengan perhatian

Ketiga kata ini membentuk gambaran: sang kekasih yang setia (yashav) di tengah komunitas (chaver), dan suaranya yang memikat membuat orang berhenti untuk shama—mendengar dengan sepenuh hati.

Tahukah kamu

Tradisi Mendengarkan

Dalam budaya Timur Tengah kuno, mendengarkan suara kekasih dianggap sangat pribadi dan romantis, sering dilakukan di taman atau kebun anggur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 8:13

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 8:13

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya tentang taman fisik.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora puitis untuk hubungan yang erat dan penuh kasih.

✕  Sering dikira

'Sahabat' berarti orang lain selain kekasih.

✓  Yang sebenarnya

Dalam konteks ini, 'sahabat' bisa merujuk pada para pengiring atau bahkan sang kekasih sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 8:13

Dalam hubungan kita, baik dengan Tuhan maupun dengan pasangan, penting untuk memiliki momen-momen khusus di mana kita mendengarkan satu sama lain secara eksklusif. Jangan biarkan hiruk pikuk dunia menenggelamkan suara orang yang kita kasihi. Luangkan waktu berkualitas untuk mendengarkan dengan sepenuh hati.

Tuhan, ajari aku untuk mendengarkan suara-Mu secara khusus, dan berikan aku kebijaksanaan untuk mendengarkan orang-orang yang kukasihi dengan penuh perhatian. Amin.