Ketukan di Malam Hari
Kidung Agung 5:2
Kerinduan yang Terbangun
PerikopKerinduan Pengantin Perempuan · Kidung Agung 5:2-8 →“Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Ada suara! Kekasihku mengetuk, “Bukakanlah bagiku, dindaku, sayangku, merpatiku, idamanku! Sebab, kepalaku penuh dengan embun, rambut ikalku dengan tetesan embun malam.””Kidung Agung 5:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"”Kidung Agung 5:2 · TB
Terjemahan Baru
“Aku tidur, namun hatiku berjaga. Dengarlah, kekasihku mengetuk pintu.”Kidung Agung 5:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I sleep, but my heart waketh: it is the voice of my beloved that knocketh, saying, Open to me, my sister, my love, my dove, my undefiled: for my head is filled with dew, and my locks with the drops of the night.”Kidung Agung 5:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 5:2?
Di sini, sang perempuan tidur tapi hatinya terjaga. Kekasihnya datang mengetuk pintu, memanggilnya dengan sebutan sayang. Gambaran ini menunjukkan kerinduan dan panggilan untuk membuka diri terhadap cinta, meskipun kita sedang dalam keadaan tidak siap atau lelah.
Latar belakang
Suara di Tengah Malam
Mempelai wanita tidur, tetapi hatinya terjaga. Dia mendengar kekasihnya mengetuk pintu dan memanggil dengan mesra, tetapi dia merasa enggan untuk bangun karena sudah nyaman tidur.
Di mana
Yerusalem
Kamar tidur di dalam rumah
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Sulaiman
Yang berbicara
Mempelai Wanita
Gadis Sulam, sedang tidur tetapi hatinya terjaga
Kepada
Para Putri Yerusalem
Wanita-wanita kota yang menjadi teman bicara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָשֵׁן
yashen · tidur
tidur, tetapi di sini bisa berarti keadaan pasif atau tidak sadar.
לֵב
lev · hati
batin, pusat perasaan dan pikiran.
עֵר
er · bangun
terjaga, waspada, sadar.
Kontras antara 'tidur' dan 'hati yang bangun' menunjukkan bahwa tubuh bisa istirahat, tetapi kesadaran batin tetap peka terhadap panggilan cinta—gambaran kerinduan yang mendalam.
Tahukah kamu
Embun di Malam Hari
Di Timur Tengah, embun malam sangat lebat dan bisa membasahi seseorang sampai basah kuyup. Ini menunjukkan bahwa mempelai pria telah berjuang di luar untuk menemui kekasihnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 5:2
Mazmur 121:4
Tidak tidur
“Sesungguhnya tidak akan mengantuk dan tidak akan tidur Penjaga Israel.”
Wahyu 3:20
Ketuk pintu
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk.”
Roma 13:11
Bangun dari tidur
“Saatnya sudah tiba untuk bangun dari tidur.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 5:2
✕ Sering dikira
Menganggap tidur di sini sebagai dosa atau kemalasan rohani.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora puisi; sang wanita tidak sedang berdosa, hanya sedang tidur secara fisik.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa sang wanita menolak kekasihnya karena tidak mencintainya.
✓ Yang sebenarnya
Keengganannya hanya karena kenyamanan sesaat, bukan penolakan.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 5:2
Terkadang kita 'tertidur' secara rohani atau emosional. Tuhan terus memanggil kita dengan kasih, mengundang kita untuk bangun dan membuka pintu hati kita bagi-Nya.
Tuhan, bangunkan hatiku ketika aku terlena, dan buat aku peka terhadap panggilan-Mu yang penuh kasih. Amin.