Malam Pengantin yang Manis
Kidung Agung 5:1
Perayaan Cinta yang Penuh Makna
“Aku sudah masuk ke kebunku, dindaku, pengantin perempuanku. Aku sudah mengumpulkan mur dan rempah-rempahku. Aku sudah makan sarang maduku dan maduku. Aku sudah minum anggurku dan susuku. Makanlah, hai sahabat-sahabatku, dan minumlah. Mabuklah dengan cinta!”Kidung Agung 5:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“--Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum Kidung Agung 5.2–7 10 anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!”Kidung Agung 5:1 · TB
Terjemahan Baru
“Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku; kumakan sarang lebah dan maduku, kuminum susu dan air anggurku.”Kidung Agung 5:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I am come into my garden, my sister, my spouse: I have gathered my myrrh with my spice; I have eaten my honeycomb with my honey; I have drunk my wine with my milk: eat, O friends; drink, yea, drink abundantly, O beloved.”Kidung Agung 5:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 5:1?
Ayat ini menggambarkan suami (atau Tuhan) yang memasuki 'kebun' yang adalah simbol keintiman. Dia mengundang sahabat-sahabatnya untuk ikut menikmati cinta. Ini menunjukkan berkat dan kepuasan dalam hubungan yang penuh kasih, di mana berbagi sukacita dengan orang lain adalah bagian dari kebahagiaan.
Latar belakang
Undangan untuk Menikmati Cinta
Mempelai pria mengundang pasangannya dan teman-teman untuk ikut menikmati kebun cinta mereka. Ini adalah gambaran sukacita dan kemesraan dalam pernikahan yang diberkati.
Di mana
Istana di Yerusalem
Kamar pengantin pada malam hari
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Sulaiman
Yang berbicara
Mempelai Pria
Raja Sulaiman yang muda, sekitar 20-an
Kepada
Mempelai Wanita
Gadis Sulam, cantik dan sederhana
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גַּן
gan · kebun
taman yang ditanami, sering melambangkan kesuburan dan tempat kesenangan.
מוֹר
mor · mur
getah wangi dari pohon mur, dipakai dalam pembuatan minyak urapan.
שָׁכַר
shakar · mabuk
menjadi mabuk, di sini secara metaforis untuk kepenuhan sukacita cinta.
Kata 'kebun', 'mur', dan 'mabuk' bersama-sama menunjukkan bahwa cinta itu indah, harum, dan memabukkan secara positif—menggambarkan kepuasan yang utuh dalam pernikahan.
Tahukah kamu
Mur dan Rempah-rempah
Mur sering digunakan untuk minyak urapan dan parfum, melambangkan keintiman yang harum. Di zaman kuno, mur juga dipakai untuk mengurapi jenazah, tetapi di sini menjadi simbol cinta yang hidup.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 5:1
Amsal 5:18
Menikmati pasangan
“Biarlah mata airmu diberkati, dan bersukacitalah dengan isteri masa mudamu.”
Yesaya 5:7
Kebun sebagai simbol
“Kebun anggur TUHAN adalah kaum Israel, orang Yehuda adalah tanaman kegemaran-Nya.”
Yohanes 2:10
Anggur pesta sukacita
“Setiap orang menyajikan anggur yang baik dahulu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 5:1
✕ Sering dikira
Anggapan bahwa 'mabuk' berarti alkohol dan mengajarkan mabuk-mabukan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah metafora puisi untuk cinta yang memenuhi dan membuat hati gembira, bukan anjuran harfiah.
✕ Sering dikira
Menganggap semua ini hanya tentang hubungan fisik semata.
✓ Yang sebenarnya
Teks ini juga menggambarkan keintiman emosional dan komitmen dalam pernikahan.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 5:1
Pernikahan dan keintiman adalah anugerah yang indah. Kita dipanggil untuk menikmati berkat Tuhan dan berbagi sukacita itu dengan orang lain, bukan menyimpannya sendiri.
Tuhan, terima kasih untuk cinta dan keintiman yang Engkau berikan; ajar kami untuk menikmatinya dan membagikannya dengan murah hati. Amin.