Sumpah Cinta di Yerusalem
Kidung Agung 2:7
Cinta yang Tak Perlu Diburu
“Aku menyumpahimu, hai putri-putri Yerusalem, demi rusa-rusa betina atau kijang-kijang di padang. Jangan membangunkan dan jangan membangkitkan cinta sebelum ia menginginkannya.”Kidung Agung 2:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!”Kidung Agung 2:7 · TB
Terjemahan Baru
“Berjanjilah, hai putri-putri Yerusalem, demi rusa-rusa dan kijang-kijang di padang, bahwa kamu takkan mengganggu cinta, sampai ia dipuaskan.”Kidung Agung 2:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I charge you, O ye daughters of Jerusalem, by the roes, and by the hinds of the field, that ye stir not up, nor awake my love, till he please.”Kidung Agung 2:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 2:7?
Ayat ini adalah permintaan sang perempuan kepada putri-putri Yerusalem agar tidak membangkitkan cinta sebelum waktunya. Ia menggunakan sumpah demi rusa atau kijang, yang melambangkan kelembutan dan kebebasan, untuk menekankan bahwa cinta harus dibiarkan tumbuh alami, tanpa dipaksakan atau dipercepat.
Latar belakang
Sumpah di Hadapan Para Gadis
Sang kekasih meminta putri-putri Yerusalem untuk tidak membangunkan cinta sebelum waktunya. Ini adalah peringatan agar cinta tidak dipaksakan, tetapi dibiarkan tumbuh alami.
Di mana
Yerusalem
Istana Raja · malam hari
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Sang Kekasih (Perempuan)
Wanita muda, ~20 tahun, kekasih Sulaiman
Kepada
Putri-putri Yerusalem
Para gadis istana, teman/iringan sang kekasih
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִשְׁבַּעְתִּי
hisbba'ti · aku menyumpahimu
Mengikat dengan sumpah yang serius.
תָּעִירוּ
ta'iru · membangunkan
Menggugah dari tidur; membangkitkan secara paksa.
אַהֲבָה
ahavah · cinta
Kasih yang intim, cinta antara pria dan wanita.
Sumpah ini menekankan bahwa cinta sejati tidak boleh dibangunkan dengan paksaan atau tergesa-gesa; ia harus dibiarkan berkembang dengan sendirinya, seperti bunga yang mekar pada musimnya.
Tahukah kamu
Rusa dan Kijang yang Melambangkan Cinta
Dalam budaya Timur Tengah kuno, rusa dan kijang dianggap makhluk yang sensitif dan mudah terkejut. Menggunakan mereka sebagai saksi menekankan bahwa cinta itu rapuh dan perlu kelembutan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 2:7
Amsal 4:23
Menjaga hati
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
1 Korintus 13:4
Cinta tidak tergesa
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.”
Kidung Agung 3:5
Ulangi sumpah
“Aku menyumpahimu, putri-putri Yerusalem, demi rusa-rusa betina atau kijang-kijang di padang: Jangan membangunkan cinta sebelum diinginkannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 2:7
✕ Sering dikira
Sumpah ini berarti kita harus selalu menahan perasaan cinta.
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan tentang menahan, tapi tentang menghormati waktu dan kesiapan dalam hubungan.
✕ Sering dikira
Cinta itu seperti lampu yang bisa dinyalakan kapan saja.
✓ Yang sebenarnya
Cinta ibarat bunga yang butuh musim, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 2:7
Dalam hubungan, baik dengan Tuhan maupun sesama, penting untuk menghormati waktu dan proses. Jangan terburu-buru memaksakan keintiman atau perasaan yang belum siap. Belajarlah bersabar dan membiarkan kasih bertumbuh dengan sendirinya.
Tuhan, ajari aku untuk menghargai waktu-Mu dalam setiap hubungan, dan beri aku kesabaran untuk tidak memaksakan cinta sebelum waktunya. Amin.