Kata-Kata yang Jatuh ke Telinga yang Lelah
Keluaran 6:9
Janji Pembebasan Besar
“Setelah itu, Musa menyampaikannya kepada keturunan Israel, tetapi mereka tidak mau mendengarkan Musa karena patah semangatnya dan karena perbudakan yang berat itu.”Keluaran 6:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-8) Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka Keluaran 6.10–15 25 putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.”Keluaran 6:9 · TB
Terjemahan Baru
“(6-8) Semua pesan TUHAN itu disampaikan Musa kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak mau mempedulikan Musa, karena perbudakan yang kejam itu telah membuat mereka putus asa.”Keluaran 6:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Musa menyampaikan semua pesan itu kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak mau percaya, karena terlalu tertekan oleh perbudakan yang kejam dan sudah sangat putus asa.”Keluaran 6:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses spake so unto the children of Israel: but they hearkened not unto Moses for anguish of spirit, and for cruel bondage.”Keluaran 6:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 6:9?
Musa menyampaikan pesan Allah, tetapi orang Israel tidak mau mendengar karena putus asa dan perbudakan yang berat. Ini menunjukkan penderitaan mereka menghalangi iman.
Latar belakang
Berita baik yang tidak bisa diserap
Ini salah satu momen paling menyentuh di Keluaran — Musa menyampaikan janji-janji indah Allah, tapi Israel tidak bisa mendengarnya. Bukan karena keras hati, tapi karena 'patah semangat' dan 'perbudakan yang berat.' Penderitaan bisa membuat orang tidak mampu menerima kabar baik — ini bukan kegagalan iman, tapi realitas penderitaan manusia.
Di mana
Gosyen, Mesir
Di antara orang-orang Israel yang kelelahan · suasana yang berat
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Penulis Taurat, melaporkan respons bangsa Israel
Kepada
Pembaca Taurat
Generasi Israel yang belajar sejarahnya sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֹצֶר רוּחַ
kotzer ruach · patah semangat
Secara harfiah 'roh yang pendek' — nafas pendek karena beban berat, gambaran orang yang tak punya kekuatan untuk berharap lagi
שָׁמַע
shama' · mendengarkan
Mendengar dan merespons — ketidakmampuan mereka 'shema' bukan karena keras hati tapi karena kapasitas mereka sudah habis
עֲבֹדָה קָשָׁה
avodah qashah · perbudakan yang berat
Perbudakan yang keras dan brutal — 'avodah' (kerja/ibadah) yang dipaksa menjadi instrumen penghancuran manusia
'Kotzer ruach' (roh pendek napas) karena 'avodah qashah' (kerja brutal) membuat mereka tidak bisa 'shama' (mendengar dan merespons) — penindasan sistematis punya kemampuan menghancurkan kapasitas seseorang untuk berharap.
Tahukah kamu
Kata Ibrani untuk 'patah semangat' berarti 'napas yang pendek'
'Kotzer ruach' dalam bahasa Ibrani secara harfiah berarti 'roh yang pendek napasnya' — seperti orang yang sesak nafas karena beban terlalu berat. Gambaran yang sangat fisik untuk kondisi spiritual yang hancur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 6:9
Mazmur 88:15
roh yang hancur
“Aku tertimpa kesusahan sejak masa muda, aku hampir mati, aku telah menanggung kedahsyatan dari pada-Mu dan kehabisan akal.”
Yesaya 42:3
Allah tidak membuang yang lemah
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.”
Roma 8:26
Roh menolong yang tak berdaya
“Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 6:9
✕ Sering dikira
"Israel tidak mau mendengar karena tidak percaya Allah"
✓ Yang sebenarnya
Teks secara eksplisit menyebut alasannya: patah semangat dan perbudakan berat — ini krisis psikologis akibat trauma, bukan penolakan teologis
✕ Sering dikira
"Ini menunjukkan Israel bangsa yang tidak tahu berterima kasih"
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan betapa brutal perbudakan Mesir — sampai kabar baik pun tidak bisa lagi masuk. Allah mengerti dan tetap melanjutkan rencana-Nya
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 6:9
Ketika kita sedang tertekan, mudah untuk tidak percaya pada kebaikan Allah. Namun, Allah mengerti kelemahan kita; bawalah keputusasaan kepada-Nya.
Bapa, saat aku merasa putus asa, tolong aku untuk tetap percaya pada-Mu dan menemukan kekuatan dalam firman-Mu. Amin.