Tanah Warisan yang Sudah Disumpahkan
Keluaran 6:8
Janji Pembebasan Besar
“Aku akan membawamu ke negeri, yang dengan tangan terangkat Aku telah bersumpah untuk memberikannya kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub. Aku akan memberikannya kepadamu sebagai milikmu. Akulah TUHAN!’””Keluaran 6:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-7) Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN."”Keluaran 6:8 · TB
Terjemahan Baru
“(6-7) Kamu akan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; tanah itu Kuberikan kepadamu menjadi milikmu sendiri. Akulah TUHAN."”Keluaran 6:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Aku akan membawa kalian ke negeri yang Aku janjikan dengan bersumpah kepada Abraham, Isak, dan Yakub. Aku akan memberikan negeri itu kepada kalian sebagai milikmu sendiri. Akulah TUHAN.’””Keluaran 6:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And I will bring you in unto the land, concerning the which I did swear to give it to Abraham, to Isaac, and to Jacob; and I will give it you for an heritage: I am the LORD.”Keluaran 6:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 6:8?
Allah berjanji membawa Israel ke tanah Kanaan, yang dijanjikan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Ini adalah penggenapan janji-Nya yang setia.
Latar belakang
Sumpah dengan tangan terangkat
Allah menutup deklarasi pembebasan-Nya dengan menegaskan kembali janji tanah — dan menyebutnya sebagai sumpah 'dengan tangan terangkat.' Dalam budaya kuno, mengangkat tangan saat bersumpah adalah tanda komitmen paling serius. Artinya: Allah tidak hanya berjanji, Dia bersumpah. Dan yang bersumpah adalah Dia sendiri, bukan Israel.
Di mana
Mesir
Penutup deklarasi pembebasan · janji tanah sebagai tujuan akhir
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang meneguhkan sumpah-Nya kepada para leluhur
Kepada
Musa (untuk disampaikan ke Israel)
Nabi Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָשָׂא יָד
nasa yad · bersumpah
Mengangkat tangan — gestur fisik saat bersumpah dalam budaya Ibrani kuno, sama seperti kita mengangkat tangan di pengadilan
נָתַן
natan · memberikan
Memberi sebagai anugerah — tanah Kanaan adalah pemberian Allah, bukan hasil penaklukan murni kekuatan manusia
מוֹרָשָׁה
morashah · milikmu
Warisan atau kepemilikan yang diwariskan — bukan pinjaman atau kontrak sementara, tapi hak waris yang permanen
Allah 'mengangkat tangan' (nasa yad) untuk bersumpah 'memberikan' (natan) tanah itu sebagai 'warisan' (morashah) — tiga kata yang bersama-sama menegaskan bahwa ini janji paling serius dan paling permanen yang bisa diberikan.
Tahukah kamu
Mengapa Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri?
Ibrani 6:13 menjelaskan ini dengan indah: karena tidak ada yang lebih besar dari Allah untuk dijadikan jaminan sumpah, Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri. Ini justru membuat sumpah itu paling kuat — tidak ada yang bisa membatalkannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 6:8
Ibrani 6:13-14
Allah bersumpah demi diri-Nya
“Karena Allah tidak dapat bersumpah demi siapapun yang lebih tinggi dari diri-Nya, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri.”
Bilangan 14:30
sumpah tangan terangkat
“Sesungguhnya tidak seorang pun dari kamu akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat tangan Aku bersumpah.”
Kejadian 12:7
janji tanah kepada Abraham
“TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman, 'Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 6:8
✕ Sering dikira
"Sumpah ini sudah batal karena Israel sering gagal"
✓ Yang sebenarnya
Sumpah itu dari pihak Allah, bukan Israel — Allah yang berkomitmen untuk memenuhinya, bukan tergantung kesempurnaan Israel
✕ Sering dikira
"Tanah Kanaan adalah hadiah karena Israel baik"
✓ Yang sebenarnya
'Morashah' (warisan) berarti diberikan berdasarkan hubungan keluarga, bukan prestasi — Israel menerima karena status sebagai umat Allah
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 6:8
Kita bisa percaya pada janji Allah meski penggenapannya tertunda. Tetaplah berharap dan berjalan dalam ketaatan, karena Allah pasti menepati firman-Nya.
Tuhan, teguhkanlah imanku untuk percaya pada janji-janji-Mu meskipun aku belum melihatnya; beri aku kesabaran. Amin.