Musa mengadu kepada TUHAN dengan jujur
Keluaran 5:22
Pertarungan Pertama dengan Firaun
“Setelah itu, Musa kembali kepada TUHAN dan berkata, “Oh, TUHAN, mengapa Engkau melakukan hal yang jahat kepada bangsa ini? Mengapa pula Engkau mengutusku?”Keluaran 5:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: "Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus?”Keluaran 5:22 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Musa menghadap TUHAN lagi dan berkata, "Tuhan, mengapa bangsa Israel Kauperlakukan seburuk itu? Mengapa Engkau mengutus saya ke sini?”Keluaran 5:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Musa kembali menghadap TUHAN dan berkata, “Ya Penguasaku, mengapa Engkau menambah masalah kepada umat-Mu? Untuk apa Engkau mengutus aku?”Keluaran 5:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses returned unto the LORD, and said, LORD, wherefore hast thou so evil entreated this people? why is it that thou hast sent me?”Keluaran 5:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 5:22?
Musa, setelah mendengar keluhan para mandor, kembali kepada Tuhan dan mengungkapkan kekecewaannya. Dia mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan bangsa Israel mengalami penderitaan yang lebih berat, dan mengapa Dia mengutus Musa jika hasilnya justru memperburuk keadaan. Ini menunjukkan pergumulan iman yang wajar.
Latar belakang
Musa tidak pura-pura baik-baik saja di hadapan Allah
Setelah dihujani kritik dari para kepala tukang, Musa tidak pergi memendam amarah atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Dia langsung 'kembali kepada TUHAN' dan bertanya dengan jujur: mengapa Engkau lakukan hal yang jahat kepada bangsa ini? Ini adalah model doa yang sangat manusiawi dan jujur.
Di mana
Tempat doa Musa, Mesir
Sendirian di hadapan Allah · curhat yang jujur
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi yang bertanya dengan jujur kepada Allah tentang penderitaan
Kepada
TUHAN
Allah yang mengirim Musa dan kini dimintai pertanggungjawaban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיָּשָׁב
vayashav · kembali
Kata kerja 'kembali' — Musa tidak lari dari Allah meski situasi memburuk; dia kembali kepada sumber yang mengutusnya, bukan meninggalkannya.
לָמָּה
lammah · mengapa
Pertanyaan 'mengapa' yang tajam — bukan retorika tapi pertanyaan yang sungguh ingin dijawab; Musa berhak tanya karena dia menjalankan misi Allah.
הֲרֵעֹתָה
hare'otah · jahat
Kata dari ra'ah (jahat/buruk) — Musa berani menggunakan kata 'jahat' untuk menggambarkan apa yang terjadi, bahkan ketika Allah yang dia tuju; ini kejujuran yang luar biasa dalam doa.
Musa 'kembali' (shav) kepada TUHAN dan bertanya 'mengapa' (lammah) Dia berbuat 'jahat' (ra'ah). Ketiga kata ini menggambarkan doa yang paling jujur: tidak ada pemanis, tidak ada basa-basi, hanya pertanyaan terbuka dari orang yang masih percaya tapi sedang bergumul.
Tahukah kamu
Tradisi 'lament' dalam Alkitab
Doa Musa di sini adalah contoh klasik genre lament (ratapan) dalam Alkitab — di mana pembicara mengajukan pertanyaan, keluhan, bahkan tuduhan kepada Allah secara langsung dan jujur. Mazmur memiliki banyak contoh serupa. Ini bukan kurang iman — justru ini adalah iman yang cukup kuat untuk berdialog dengan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 5:22
Mazmur 22:1-2
doa 'mengapa' yang jujur
“Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa jauh dari keselamatanku, dari kata-kata rintihan yang aku keluarkan?”
Yeremia 20:7
nabi yang merasa ditipu Allah
“Engkau telah merayu aku, TUHAN, dan aku telah dipikat; Engkau lebih kuat dari aku dan Engkau telah menang. Aku menjadi tertawaan setiap hari; setiap orang mengejekku.”
Habakuk 1:2-3
pertanyaan teologis tentang penderitaan
“Berapa lamakah, TUHAN, aku berseru minta tolong tetapi Engkau tidak mendengar? Berapa lamakah aku berseru kepadaMu tentang kekerasan tetapi Engkau tidak menolong?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 5:22
✕ Sering dikira
"Musa sedang meragukan Allah — ini tanda imannya lemah"
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya: hanya orang yang sungguh percaya pada Allah yang mau 'kembali kepada-Nya' dan mengajukan pertanyaan sulit; orang yang tidak percaya tidak akan buang waktu berdoa.
✕ Sering dikira
"Doa yang benar harus selalu positif dan bersyukur"
✓ Yang sebenarnya
Alkitab dipenuhi dengan doa lament yang jujur — Mazmur, Yeremia, Habakuk, Ayub semuanya mengajukan pertanyaan 'mengapa'; ini bukan dosa, ini iman yang dewasa.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 5:22
Adalah wajar untuk merasa kecewa atau bertanya-tanya ketika doa-doa kita sepertinya tidak dijawab dan situasi menjadi lebih buruk. Kita bisa belajar dari Musa yang jujur kepada Tuhan tentang perasaannya. Jangan ragu untuk mengungkapkan kekecewaanmu kepada Tuhan, karena Dia sanggup menanggungnya.
Tuhan, ketika aku melihat keadaan yang semakin buruk, izinkanlah aku datang kepada-Mu dengan jujur dan membawa segala kekecewaanku, seperti Musa. Amin.