Para kepala tukang mengadu kepada Firaun
Keluaran 5:15
Pertarungan Pertama dengan Firaun
“Kemudian, para kepala tukang dari keturunan Israel itu menghadap dan berseru kepada Firaun, katanya, “Mengapa engkau memperlakukan hamba-hambamu seperti ini?”Keluaran 5:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu pergilah para mandur Israel kepada Firaun dan mengadukan halnya kepadanya: "Mengapakah tuanku berlaku seperti itu terhadap hamba-hambamu ini?”Keluaran 5:15 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu mandor-mandor Israel pergi menghadap raja dan mengeluh, "Mengapa Baginda berbuat begini kepada kami?”Keluaran 5:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu para mandor Israel menghadap raja dan memohon, “Yang Mulia, mengapa engkau memperlakukan kami, hamba-hambamu, seperti ini?”Keluaran 5:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then the officers of the children of Israel came and cried unto Pharaoh, saying, Wherefore dealest thou thus with thy servants?”Keluaran 5:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 5:15?
Para pengawas Israel, yang diangkat dari kalangan mereka sendiri, mengadu kepada Firaun. Mereka mempertanyakan perlakuan Firaun terhadap hamba-hambanya, menunjukkan bahwa mereka merasa diperlakukan semena-mena dan berharap Firaun akan bertindak adil.
Latar belakang
Mengadu kepada sumber penindasan
Para kepala tukang melakukan langkah yang hampir putus asa: menghadap Firaun untuk mengadu. Mereka masih percaya bahwa Firaun mungkin tidak tahu betapa tidak adilnya situasi ini, atau bahwa Firaun mau mendengar keluhan. Pertanyaan mereka — 'mengapa kamu memperlakukan kami seperti ini?' — adalah pertanyaan manusia yang paling dasar tentang keadilan.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Ruang pengadilan · bawahan menghadap penguasa
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Para kepala tukang Israel
Pemimpin pekerja Israel yang mengadu ke Firaun
Kepada
Firaun
Raja Mesir yang dianggap sebagai hakim tertinggi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיָּבֹאוּ
vayavo'u · menghadap
Secara harfiah 'dan mereka datang' — kata biasa untuk 'datang menghadap', tapi dalam konteks ini mengandung keberanian yang luar biasa: mendekati Firaun untuk mengadu.
וַיִּצְעֲקוּ
vayitze'aqu · berseru
Berteriak keras/berseru — kata yang sama untuk seruan Israel kepada Allah (Kel 2:23); sini mereka berseru kepada Firaun, sementara Allah yang akan menjawab.
לַעֲבָדֶיךָ
la'avadeykha · hamba-hambamu
Kata eved (hamba/budak) — mereka merendahkan diri sebagai 'hamba Firaun' untuk mengajukan keluhan; posisi yang sangat rentan.
Para kepala tukang 'berseru' (tse'aqah) kepada Firaun seperti orang berseru kepada hakim terakhir. Tapi Firaun bukan hakim yang adil — hanya Allah yang merespons tse'aqah dengan keadilan.
Tahukah kamu
Hak mengadu kepada Firaun
Dalam sistem hukum Mesir kuno, secara teori rakyat bisa mengajukan keluhan kepada Firaun atau pejabatnya. Beberapa papirus mencatat kasus di mana pekerja mengeluh tentang kondisi kerja. Tapi dalam praktiknya, terutama untuk budak asing, kesempatan ini sangat terbatas dan berisiko.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 5:15
Keluaran 2:23
berseru kepada Allah bukan manusia
“Keturunan Israel mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru. Dan teriakan mereka karena perbudakan naik sampai ke hadapan Allah.”
Mazmur 22:24
Allah yang merespons seruan
“Sebab Dia tidak menghinakan dan tidak memandang rendah penderitaan orang yang sengsara; Dia tidak menyembunyikan wajah-Nya dari dia; tetapi ketika dia berseru kepada-Nya, Dia mendengarkan.”
Lukas 18:3
berseru kepada hakim yang tidak peduli
“Ada seorang janda di kota itu yang terus-menerus datang kepadanya dan berkata, 'Berilah aku keadilan dari lawanku.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 5:15
✕ Sering dikira
"Para kepala tukang bodoh karena mengadu ke Firaun"
✓ Yang sebenarnya
Mereka tidak punya pilihan lain dalam sistem yang ada — mengadu ke Firaun adalah satu-satunya saluran resmi yang tersedia bagi mereka.
✕ Sering dikira
"Mengadukan masalah ke Firaun menunjukkan mereka tidak percaya kepada Allah"
✓ Yang sebenarnya
Ini terjadi sebelum Musa menyampaikan berita pembebasan secara resmi; respons mereka adalah manusiawi mengingat situasi yang sangat menekan.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 5:15
Ketika menghadapi ketidakadilan, kita bisa mengajukan keberatan dengan sopan dan jelas. Namun, ingatlah bahwa solusi sejati datang dari Allah, jadi jangan hanya mengandalkan manusia.
Bapa, ajari aku untuk menyuarakan kebenaran dengan bijak, dan beri aku keberanian untuk membela diri dan orang lain ketika diperlakukan tidak adil. Amin.