Emas ditempa menjadi benang sulaman
Keluaran 39:3
Pakaian Kudus Selesai Dibuat
“Kemudian, mereka menempa emas menjadi lembaran-lembaran emas dan memotong-motongnya menjadi benang untuk disulamkan pada kain biru, dan kain ungu, dan kain kirmizi, dan linen halus, buatan ahli tenun.”Keluaran 39:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka menempa emas papan dan dipotong-potongnyalah itu menjadi benang emas, untuk dipakankan pada kain ungu tua, pada kain ungu muda, pada kain kirmizi dan pada lenan halus: buatan seorang ahli.”Keluaran 39:3 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka menempa lempeng-lempeng emas yang kemudian dipotong-potong menjadi benang tipis, lalu ditenun dengan kain linen halus dan wol biru, ungu dan merah.”Keluaran 39:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka membuat benang dari emas yang ditempa menjadi lempengan-lempengan yang sangat tipis, lalu diiris-iris sehingga menjadi seperti benang. Benang emas itu digunakan untuk menghiasi pola yang mereka tenun dari benang linen berkualitas yang berwarna merah, biru, dan ungu.”Keluaran 39:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they did beat the gold into thin plates, and cut it into wires, to work it in the blue, and in the purple, and in the scarlet, and in the fine linen, with cunning work.”Keluaran 39:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 39:3?
Mereka menempa emas menjadi lembaran tipis, memotongnya menjadi benang, lalu menyulamkannya ke kain. Ini menunjukkan keahlian tinggi dan kerumitan pembuatan pakaian imam, melambangkan kekayaan dan kemuliaan Allah yang ingin disembah dengan keindahan.
Latar belakang
Teknologi emas menjadi benang
Para pengrajin menempa lembaran emas tipis, kemudian memotongnya menjadi strip-strip kecil memanjang yang bisa ditenun atau disulamkan ke dalam kain berwarna. Proses ini membutuhkan ketelitian luar biasa karena emas murni sangat lunak dan mudah putus jika tidak ditangani dengan benar.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Bengkel penempaan logam di perkemahan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָקַע
raka · menempa
Memukul logam hingga tipis seperti lembaran — kata yang sama dipakai untuk menggambarkan langit yang "dibentangkan" seperti logam.
פַּחֵי זָהָב
pachei zahav · lembaran-lembaran emas
Kepingan emas yang dipukul sangat tipis, siap dipotong menjadi strip untuk ditenun.
חֹשֵׁב
choshev · ahli tenun
Pengrajin yang bekerja dengan pikiran — berbeda dari tenun biasa, ini adalah seni yang butuh desain dan kecerdasan.
Dari menempa (raka) sampai menenun dengan pikiran (choshev), ayat ini menunjukkan bahwa pelayanan Allah membutuhkan keahlian teknis, bukan hanya niat baik.
Tahukah kamu
Sulaman emas kuno ditemukan di makam Mesir
Contoh sulaman benang emas dari era yang sama dengan Musa ditemukan dalam peninggalan Mesir — membuktikan bahwa teknologi ini memang ada dan dikuasai oleh orang-orang yang pernah tinggal di Mesir.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 39:3
Keluaran 28:11
keahlian pengrajin
“Dengan keahlian seorang pengukir batu permata, kamu harus mengukir kedua batu itu dengan nama anak-anak Israel.”
Mazmur 19:2
karya tangan terampil
“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”
Keluaran 35:35
keahlian dianugerahkan
“Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian untuk melakukan segala jenis pekerjaan pengukir, perancang, dan penenun.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 39:3
✕ Sering dikira
Ini hanya detail teknis yang tidak relevan
✓ Yang sebenarnya
Rincian cara membuat benang emas menunjukkan betapa seriusnya Allah dan umat-Nya dalam menyembah dengan yang terbaik.
✕ Sering dikira
Emas itu dicetak, bukan ditempa
✓ Yang sebenarnya
Teks dengan jelas menyebut "ditempa menjadi lembaran" lalu "dipotong" — proses mekanis, bukan pengecoran.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 39:3
Keindahan detail dalam pembuatan pakaian ini mengajarkan kita untuk tidak setengah-setengah dalam pekerjaan. Tuhan layak menerima usaha terbaik kita, baik dalam hal rohani maupun profesional.
Ya Allah, biarlah setiap karya tangan kami memuliakan Engkau dengan keindahan dan keunggulan, amin.