TUHAN adalah Allah yang cemburu
Keluaran 34:14
Pembaruan Perjanjian di Sinai
“Kamu tidak boleh menyembah ilah lain sebab TUHAN, yang namanya Cemburu, adalah Allah yang cemburu.”Keluaran 34:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.”Keluaran 34:14 · TB
Terjemahan Baru
“Jangan menyembah ilah lain, sebab Aku TUHAN, adalah Allah yang tak mau disamakan dengan apa pun.”Keluaran 34:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalian tidak boleh menyembah dewa apa pun, karena Aku adalah Allah yang cemburu.”Keluaran 34:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For thou shalt worship no other god: for the LORD, whose name is Jealous, is a jealous God:”Keluaran 34:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 34:14?
Allah menyatakan bahwa nama-Nya adalah 'Cemburu' dan Dia adalah Allah yang cemburu. Ini berarti Allah menginginkan kesetiaan penuh dari umat-Nya dan tidak akan berbagi kemuliaan-Nya dengan ilah lain. Kecemburuan-Nya adalah ekspresi kasih yang menginginkan hubungan eksklusif dengan umat-Nya.
Latar belakang
Nama Allah adalah Cemburu — dan itu baik
Ini satu-satunya tempat dalam Alkitab di mana Allah disebut memiliki nama 'Cemburu' (Qanna). Ini bukan kecemburuan yang negatif seperti iri hati manusia — ini kecemburuan yang benar karena Allah adalah satu-satunya yang berhak mendapat penyembahan Israel.
Di mana
Puncak Gunung Sinai
Di dalam awan kemuliaan Allah · inti dari larangan penyembahan berhala
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (Allah)
Allah Israel yang memberikan instruksi perjanjian
Kepada
Musa
Pemimpin dan nabi Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תִשְׁתַּחֲוֶה
tishtachaveh · menyembah
Menyembah dengan sujud — postur fisik yang menunjukkan pengakuan atas otoritas tertinggi
לְאֵל אַחֵר
le'el acher · ilah lain
Kepada dewa lain — 'el' adalah kata umum untuk dewa/penguasa, berbeda dengan nama khusus TUHAN (YHWH)
קַנָּא
qanna · Cemburu
Nama sifat yang dipakai sebagai nama: Allah yang 'tidak mau berbagi', yang mempertahankan hak hubungan eksklusif-Nya
Allah menyebut nama-Nya sendiri 'Qanna' — ini bukan kelemahan tapi deklarasi tentang siapa Dia dalam hubungan dengan Israel. Hubungan perjanjian bersifat eksklusif, dan kecemburuan Allah adalah ekspresi dari seriusnya hubungan itu.
Tahukah kamu
Kecemburuan Allah berbeda dengan kecemburuan manusia
Dalam bahasa Ibrani, 'qanna' (cemburu) ketika dipakai untuk Allah tidak bermakna iri atau tidak aman. Ini bermakna 'tidak mau berbagi' yang dimotivasi oleh hubungan yang sah. Seperti suami yang tidak rela istrinya berselingkuh — bukan karena insecure tapi karena hubungan itu nyata dan eksklusif.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 34:14
Keluaran 20:5
Allah yang cemburu di Hukum Pertama
“...Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan ayah atas anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku...”
Yosua 24:19
Allah yang cemburu dalam konteks pilihan
“Yosua berkata kepada bangsa itu, 'Kamu tidak dapat melayani TUHAN, sebab Dia adalah Allah yang kudus; Dia adalah Allah yang cemburu; Dia tidak akan mengampuni pelanggaran atau dosamu.'”
2 Korintus 11:2
kecemburuan yang benar
“Sebab aku cemburu terhadap kamu dengan kecemburuan ilahi. Aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk mempersembahkan kamu sebagai perawan murni kepada Kristus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 34:14
✕ Sering dikira
Allah 'cemburu' berarti Dia insecure atau takut tersaingi
✓ Yang sebenarnya
Kecemburuan Allah adalah kecemburuan yang adil — seperti suami yang berhak menuntut kesetiaan dari istri yang sah, bukan dari ketidakamanan.
✕ Sering dikira
Larangan ini berarti bangsa lain tidak boleh punya kepercayaan sendiri
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah perintah khusus untuk Israel sebagai bangsa perjanjian — konteks hubungan eksklusif yang tidak berlaku universal dalam cara yang sama.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 34:14
Kita sering mengejar hal-hal lain—karier, hobi, atau bahkan pelayanan—sebagai sumber identitas dan kepuasan. Allah menginginkan kita mengembalikan kasih pertama kita kepada-Nya, karena Dia telah mengasihi kita dengan cemburu yang kudus.
Ya Allah yang cemburu, ampunilah setiap kecenderungan kami untuk menyembah hal lain, dan tariklah hati kami kembali kepada-Mu. Amin.