Mazbah perunggu di puncak Sinai
Keluaran 27:1
Pelataran dan Mazbah Suci
““Kamu harus membuat mazbah dari kayu akasia yang panjangnya 5 hasta dan lebarnya 5 hasta sehingga mazbah itu berbentuk persegi dengan tinggi 3 hasta.”Keluaran 27:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya.”Keluaran 27:1 · TB
Terjemahan Baru
“"Buatlah sebuah mezbah dari kayu akasia. Bentuknya persegi, panjangnya dan lebarnya masing-masing 2,2 meter dan tingginya 1,3 meter.”Keluaran 27:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“TUHAN berbicara kepada Musa, “Buatlah sebuah mezbah dari kayu akasia berbentuk persegi, dengan panjang keempat sisinya 2,3 meter dan tingginya 1,4 meter.”Keluaran 27:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt make an altar of shittim wood, five cubits long, and five cubits broad; the altar shall be foursquare: and the height thereof shall be three cubits.”Keluaran 27:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 27:1?
Ayat ini memberikan instruksi detail kepada orang Israel untuk membuat mazbah (meja persembahan) dari kayu akasia dengan ukuran 5 hasta panjang, 5 hasta lebar (berbentuk persegi), dan 3 hasta tingginya. Mazbah ini adalah tempat untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Latar belakang
Blueprint mazbah dari Allah sendiri
Setelah Allah memberikan petunjuk detail tentang Kemah Suci dan perkakasnya, Dia sekarang menjelaskan ukuran dan bahan mazbah persembahan bakaran — tempat pertama umat Israel bertemu Allah melalui korban. Mazbah ini berbentuk kotak sempurna 5x5 hasta dengan tinggi 3 hasta, cukup besar untuk korban hewan. Setiap detail — ukuran, bahan, bentuk — bukan sekadar teknis, tapi mengandung makna teologis tentang bagaimana manusia boleh mendekat kepada Allah yang kudus.
Di mana
Gunung Sinai, Semenanjung Sinai
Di puncak Sinai · dalam awan kemuliaan Allah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran — Wahyu di Sinai
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
Tempat penyembelihan atau pengorbanan — dari akar 'zabach' yang berarti menyembelih.
אַמָּה
ammah · hasta
Satuan ukur panjang kuno, sekitar 45 cm, setara panjang lengan bawah.
עֲצֵי שִׁטִּים
atzei shittim · kayu akasia
Kayu pohon akasia (Acacia nilotica) — keras, tahan lama, dan tersedia di Semenanjung Sinai.
Mazbah yang dibangun dari kayu kuat berlapis perunggu dan diukur dengan teliti menunjukkan bahwa pendekatan kepada Allah butuh keseriusan — bukan asal-asalan. Setiap istilah teknis ini menyiratkan kekudusan dan ketertiban.
Tahukah kamu
Hasta = panjang lengan bawah
Satu hasta (ammah) sekitar 45 cm berdasarkan panjang lengan bawah manusia dewasa. Mazbah ini jadi sekitar 2,25 m x 2,25 m dan tinggi 1,35 m — ukuran yang proporsional untuk tempat pembakaran korban besar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 27:1
Keluaran 38:1
Pelaksanaan mazbah
“Ia membuat mazbah untuk persembahan bakaran dari kayu akasia, panjangnya lima hasta dan lebarnya lima hasta—berbentuk persegi—dan tingginya tiga hasta.”
Ibrani 13:10
Mazbah dan ibadah
“Kita mempunyai mezbah, dan mereka yang melayani di Kemah tidak berhak makan dari mezbah itu.”
Imamat 1:3
Fungsi mazbah
“Jika persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu sapi, hendaklah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercacat; ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 27:1
✕ Sering dikira
Mazbah ini untuk menghukum dosa
✓ Yang sebenarnya
Mazbah adalah tempat penebusan dan rekonsiliasi — manusia membawa korban untuk dipulihkan hubungannya dengan Allah.
✕ Sering dikira
Ukurannya boleh disesuaikan selera
✓ Yang sebenarnya
Allah menentukan ukuran spesifik karena ini bagian dari sistem peribadahan yang terencana, bukan dekorasi.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 27:1
Perhatikan detail yang Tuhan berikan untuk tempat ibadah. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan peduli dengan detail dalam hidup kita, termasuk cara kita menyembah-Nya. Kita bisa memberi yang terbaik, bukan sekadar asal-asalan, dalam pelayanan dan ibadah kita.
Tuhan, terima kasih karena Engkau memperhatikan detail dalam hidupku. Ajarilah aku untuk memberikan yang terbaik bagi-Mu, bukan yang sisa, dalam setiap yang kulakukan. Amin.