Sapi jantan tak bercacat dibawa ke pintu Kemah
Imamat 1:3
Panduan Persembahan Bakaran
“‘Jika persembahannya adalah persembahan bakaran dari kawanan sapi, dia harus mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercacat. Dia harus membawanya ke pintu tenda pertemuan agar TUHAN berkenan kepadanya.”Imamat 1:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia.”Imamat 1:3 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau yang dipersembahkan seekor sapi, binatang itu harus yang jantan dan tidak ada cacatnya. Sapi itu harus dibawanya ke pintu Kemah TUHAN, supaya TUHAN berkenan kepada orang itu.”Imamat 1:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Apabila kamu mempersembahkan sapi sebagai kurban yang dibakar habis, sapi itu haruslah jantan, muda, dan tidak bercacat. Supaya persembahanmu diterima, bawalah itu ke depan kemah-Ku.”Imamat 1:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If his offering be a burnt sacrifice of the herd, let him offer a male without blemish: he shall offer it of his own voluntary will at the door of the tabernacle of the congregation before the LORD.”Imamat 1:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 1:3?
Ayat ini mengajarkan bahwa persembahan bakaran harus berupa jantan yang tidak bercacat, dan harus dibawa ke pintu tenda pertemuan. Ini menunjukkan bahwa persembahan kepada Tuhan harus yang terbaik dan sempurna, serta dipersembahkan di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Standar hewan yang dipersembahkan
Jika seseorang ingin mempersembahkan sapi, harus seekor jantan yang tidak bercacat. Ini bukan soal estetika — hewan yang sempurna melambangkan penghormatan tertinggi kepada Allah yang kudus. Persembahan yang cacat dianggap penghinaan.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di pintu Kemah Pertemuan · siang hari terik
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
TUHAN (melalui Musa)
Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Keturunan Israel
Seluruh umat Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תָּמִים
tamim · tidak bercacat
Sempurna, lengkap, tanpa cela — digunakan juga untuk mendeskripsikan karakter orang yang benar di hadapan Allah.
זָכָר
zakar · jantan
Hewan jantan; dalam budaya kuno dianggap lebih kuat dan berharga, simbol dari persembahan terbaik.
לִרְצֹנוֹ
lirtsono · berkenan
Diterima dengan senang hati; tujuan akhir dari persembahan adalah mendapat penerimaan dari Allah.
Standar 'tidak bercacat' dan 'jantan' bukan birokrasi agama — melainkan cerminan bahwa Allah layak mendapat yang terbaik, bukan sisa. Kata tamim ini kelak juga disematkan kepada Kristus sebagai korban sempurna.
Tahukah kamu
"Tidak bercacat" adalah standar yang sangat ketat
Talmud kemudian mendaftar hingga 73 jenis cacat yang mendiskualifikasi seekor hewan dari persembahan. Dalam konteks budaya kuno, mempersembahkan hewan terbaik setara dengan menyerahkan aset paling berharga yang kamu miliki.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 1:3
1 Petrus 1:19
korban tak bercacat
“melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
Maleakhi 1:14
standar jantan
“Terkutuklah penipu yang berkaul mempersembahkan jantan dari kawanannya, tetapi yang dipersembahkannya kepada Tuhan adalah binatang yang bercacat.”
Ibrani 9:14
persembahan sempurna
“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercela.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 1:3
✕ Sering dikira
"Sapi betina juga bisa dipakai untuk persembahan bakaran"
✓ Yang sebenarnya
Untuk persembahan bakaran dari kawanan sapi (ay. 3), harus seekor jantan tak bercacat. Betina diizinkan untuk jenis persembahan lain seperti persembahan pendamaian (pasal 3).
✕ Sering dikira
"'Berkenan' berarti Allah suka bau daging bakar"
✓ Yang sebenarnya
'Berkenan' menunjukkan bahwa Allah menerima persembahan itu sebagai sah dan efektif mendamaikan si pemberi dengan-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 1:3
Kita dipanggil untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan, bukan sisa-sisa waktu atau tenaga kita. Evaluasilah apakah kita sudah memberikan yang terbaik dalam pelayanan, pekerjaan, dan hubungan kita.
Tuhan, aku mau mempersembahkan yang terbaik dari hidupku kepada-Mu, bukan yang sisa. Amin.