Lepaskan Beban Keledai Musuhmu
Keluaran 23:5
Hukum Keadilan dan Perayaan Kudus
“Jika kamu melihat keledai milik orang yang membencimu rebah di bawah bebannya, jangan kamu meninggalkannya, kamu harus benar-benar melepaskan bebannya.”Keluaran 23:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. Keluaran 23.6–11 113”Keluaran 23:5 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau keledai musuhmu jatuh karena berat bebannya, tolonglah dia menegakkan keledai itu; jangan tinggalkan begitu saja.”Keluaran 23:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika kamu melihat keledai seseorang yang membencimu jatuh karena bebannya terlalu berat, bantulah dia agar keledainya berdiri kembali. Jangan tinggalkan orang itu dalam keadaan susah.”Keluaran 23:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If thou see the ass of him that hateth thee lying under his burden, and wouldest forbear to help him, thou shalt surely help with him.”Keluaran 23:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 23:5?
Ayat ini melanjutkan tema menolong musuh. Jika kita melihat keledai orang yang membenci kita rebah di bawah bebannya, kita harus menolongnya melepaskan beban itu. Kita tidak boleh mengabaikan penderitaan orang lain, bahkan jika itu musuh kita.
Latar belakang
Wajib menolong hewan yang kesakitan
Jika kamu melihat keledai milik orang yang membencimu roboh karena kelebihan beban, kamu tidak boleh berpura-pura tidak melihat dan berlalu. Kamu wajib berhenti dan membantu melepaskan bebannya. Ini bukan soal membantu si pemilik saja, tapi juga soal belas kasihan pada makhluk yang menderita.
Di mana
Gunung Sinai
Kaki gunung · langit berbintang malam hari
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, berbicara di Gunung Sinai
Kepada
Bangsa Israel
Bangsa yang baru keluar dari Mesir, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שֹׂנַאֲךָ
sonecha · membencimu
Orang yang secara aktif membencimu — lebih kuat dari sekadar tidak suka, ini permusuhan yang nyata.
רֹבֵץ
rovets · rebah
Berbaring atau ambruk karena kelelahan — gambaran hewan yang tidak kuat lagi menanggung beban.
עָזַב תַּעֲזֹב
azav taazov · melepaskan
Bentuk ganda: kamu harus benar-benar melepaskan bebannya — penekanan yang kuat pada kewajiban bertindak.
Bahasa Ibrani menggunakan bentuk ganda dua kali dalam dua ayat ini (4 dan 5) untuk menekankan: tidak ada alasan yang cukup untuk tidak menolong, bahkan jika itu milik musuhmu.
Tahukah kamu
Kesejahteraan hewan dalam hukum Ibrani
Hukum Taurat adalah salah satu sistem hukum tertua yang secara eksplisit melindungi kesejahteraan hewan (bandingkan Ulangan 22:10; 25:4). Konsep ini jauh lebih maju dari banyak peradaban kuno lainnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 23:5
Ulangan 22:4
tolong hewan yang jatuh
“Janganlah engkau melihat keledai saudaramu atau lembunya tergelimpang di jalan dan engkau berpura-pura tidak melihatnya; engkau harus membantu dia mengangkatnya.”
Amsal 12:10
peduli pada hewan
“Orang benar memperhatikan kebutuhan hewan peliharaannya, tetapi belas kasihan orang fasik adalah kekejaman.”
Lukas 10:33
tolong meski berbeda pihak
“Lalu seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, datang ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 23:5
✕ Sering dikira
"Ini berarti kita harus berteman dengan musuh"
✓ Yang sebenarnya
Allah tidak meminta kamu berpura-pura tidak ada konflik — tapi di momen penderitaan, kamu tetap wajib bertindak benar terlepas dari perasaanmu.
✕ Sering dikira
"Hukum ini sudah tidak berlaku di kota"
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap relevan: jangan berpura-pura tidak melihat penderitaan, bahkan jika yang menderita adalah orang yang bermusuhan denganmu.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 23:5
Ajaran ini menantang kita untuk menunjukkan belas kasihan tanpa syarat. Saat ada kesempatan untuk menolong, jangan tunda, meskipun itu untuk orang yang pernah menyakiti kita.
Tuhan, ubah hatiku agar aku peka terhadap kebutuhan orang lain, termasuk mereka yang kumusuhi. Amin.