Persembahan Hasil Pertama dan Anak Sulung
Keluaran 22:29
Hukum Keadilan di Padang
“Kamu tidak boleh menangguhkan persembahan dari hasil panenmu dan hasil anggurmu. Kamu harus menyerahkan anak laki-laki sulungmu kepada-Ku.”Keluaran 22:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Janganlah lalai mempersembahkan hasil gandummu dan hasil anggurmu. Yang sulung dari anak-anakmu lelaki haruslah kaupersembahkan kepada-Ku.”Keluaran 22:29 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu yang ditentukan, persembahkanlah kepada-Ku sebagian dari hasil gandummu, air anggurmu dan minyak zaitunmu. Serahkanlah kepada-Ku anak-anakmu laki-laki yang sulung,”Keluaran 22:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Jangan menunda dalam memberikan kepada-Ku bagian pertama dari setiap jenis gandum-ganduman yang kamu panen dan anggur yang kamu peras.“Serahkanlah kepada-Ku setiap anak laki-lakimu yang sulung.”Keluaran 22:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt not delay to offer the first of thy ripe fruits, and of thy liquors: the firstborn of thy sons shalt thou give unto me.”Keluaran 22:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 22:29?
Ayat ini mengajarkan agar tidak menunda memberikan persembahan hasil panen dan anggur, serta menyerahkan anak sulung kepada Allah. Ini adalah panggilan untuk memberi yang terbaik dan pertama kepada Allah, bukan yang sisa atau terlambat. Memberi dengan segera dan sukarela adalah bentuk ibadah.
Latar belakang
Yang pertama dan yang terbaik adalah milik Allah
Hasil panen pertama dan anak laki-laki sulung diserahkan kepada Allah. Prinsipnya sama: yang pertama adalah milik Allah. Ini adalah pengakuan bahwa semua yang dimiliki Israel berasal dari Allah. Anak sulung bisa 'ditebus' dengan biaya tertentu — tidak benar-benar diserahkan.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Gunung Sinai · komunitas agraris yang akan memasuki tanah Kanaan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel, menyampaikan hukum lewat Musa
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תְאַחֵר
te'acher · menangguhkan
Menunda atau menangguhkan — dilarang menunda-nunda memberikan yang seharusnya diserahkan kepada Allah
מְלֵאָתְךָ
melaatekha · hasil panenmu
Kepenuhan hasil panenmu — 'melo' berarti kepenuhan, merujuk pada hasil pertama yang melimpah
בְּכוֹר בָּנֶיךָ
bekhor banekha · anak laki-laki sulungmu
Anak pertama laki-lakimu — 'bekhor' adalah yang sulung, yang mendapat hak istimewa sekaligus tanggung jawab
Kata 'melaatekha' (kepenuhan hasil panenmu) menunjukkan bahwa yang diserahkan bukan sisa atau kelebihan, tapi justru yang pertama dan terbaik. Ini adalah pengakuan bahwa Allah adalah sumber dari semua kepenuhan itu.
Tahukah kamu
Konteks pembebasan anak sulung
Hukum anak sulung ini berakar pada peristiwa Mesir — saat semua anak sulung Mesir mati tapi anak sulung Israel selamat (Kel. 13:15). Itulah mengapa anak sulung Israel 'milik' Allah — karena diselamatkan oleh-Nya dari maut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 22:29
Keluaran 13:12
hukum anak sulung
“Maka haruslah kamu serahkan kepada TUHAN setiap yang lahir terdahulu, juga setiap yang lahir terdahulu dari hewanmu yang jantan; haruslah menjadi kepunyaan TUHAN.”
Amsal 3:9
persembahan pertama kepada Allah
“Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.”
Matius 6:33
mendahulukan Allah
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 22:29
✕ Sering dikira
"Anak sulung benar-benar harus diserahkan ke bait Allah"
✓ Yang sebenarnya
Anak sulung bisa dan harus ditebus dengan uang — ini bukan pengorbanan anak manusia tapi pengakuan simbolis kepemilikan Allah
✕ Sering dikira
"Menangguhkan persembahan tidak masalah"
✓ Yang sebenarnya
Hukum secara eksplisit melarang penundaan — 'jangan menangguhkan' adalah larangan yang tegas
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 22:29
Seringkali kita menunda memberi kepada Tuhan, baik waktu, talenta, maupun harta. Prinsip di sini: berikan yang terbaik dan jangan tunda. Mulailah dengan memberi dari yang pertama, bukan yang sisa. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah prioritas kita.
Ya Tuhan, mampukan kami untuk memberi yang terbaik dan pertama bagi-Mu dengan sukacita, dan jauhkan kami dari sikap menunda atau setengah hati. Amin.