Ritual menindik telinga di pintu
Keluaran 21:6
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“tuannya harus membawanya ke hadapan Allah dan juga harus membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, lalu tuannya akan menindik telinganya dengan penindik dan dia pun akan bekerja untuk tuannya selama-lamanya.”Keluaran 21:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup. Keluaran 21.7–11 101”Keluaran 21:6 · TB
Terjemahan Baru
“maka tuannya harus membawa dia ke tempat ibadat. Di sana budak itu disuruh berdiri bersandar pada pintu atau tiang pintu tempat ibadat, dan tuannya harus menindik telinga budak itu. Maka ia akan menjadi budaknya untuk seumur hidup.”Keluaran 21:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“maka kamu harus membawa dia ke hadapan-Ku di kemah TUHAN, lalu membawanya ke pintu atau tiang pintu sebagai alas untuk melubangi daun telinganya sebagai tanda statusnya sebagai budak. Dengan demikian, budak itu akan menjadi milikmu seumur hidup.”Keluaran 21:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then his master shall bring him unto the judges; he shall also bring him to the door, or unto the door post; and his master shall bore his ear through with an aul; and he shall serve him for ever.”Keluaran 21:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:6?
Budak yang memilih tinggal dibawa ke hadapan Allah dan telinganya ditindik pada tiang pintu sebagai tanda penyerahan diri seumur hidup kepada tuannya.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Ritual menindik telinga di tiang pintu adalah tanda permanen bahwa budak ini memilih pengabdian seumur hidup. Pintu dan tiang pintu punya makna khusus dalam budaya Ibrani — darah Paskah dioleskan di sana. Rumah adalah tempat perlindungan, dan menjadi bagian dari rumah tuan adalah identitas baru yang dipilih sendiri.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָזְנוֹ
ozno · telinganya
Telinganya — simbol pendengaran dan ketaatan, 'mendengar' dan 'taat' berakar dari kata yang sama dalam Ibrani
מַרְצֵעַ
martze'a · penindik
Alat penindik atau tusuk dari logam atau tulang — hanya disebut dua kali dalam Alkitab
לְעֹלָם
le'olam · selama-lamanya
Untuk selamanya atau untuk jangka waktu yang sangat panjang — tidak selalu berarti keabadian mutlak
Telinga yang ditindik adalah tubuh yang berbicara — 'aku mendengar dan taat kepada tuanku.' Dalam teologi Ibrani, mendengar adalah tindakan aktif ketaatan, bukan hanya fungsi biologis.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Di Mesir kuno, budak memang mengenakan anting sebagai tanda status perbudakan — tapi ritual Ibrani ini justru terjadi di tiang pintu, simbol perlindungan ilahi. Tindikan bukan tanda kehinaan, tapi tanda kepemilikan yang dipilih.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:6
Mazmur 40:7
telinga simbol ketaatan
“Korban sembelihan dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi telinga yang terbuka Kausiapkan bagiku...”
Ibrani 10:5-7
pengabdian sukarela
“Tidak ada korban persembahan dan korban bakaran yang Engkau kehendaki... lihatlah, Aku datang...”
Ulangan 15:17
ritual paralel
“Maka ambillah penusuk dan tusukkan melalui telinganya ke pintu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:6
✕ Sering dikira
Ini adalah hukuman memalukan
✓ Yang sebenarnya
Ritual ini adalah formalisasi pilihan bebas — si budak sendiri yang memulai prosesnya
✕ Sering dikira
'Selama-lamanya' berarti sampai kematian tanpa pengecualian
✓ Yang sebenarnya
Tahun Yobel (Imamat 25) memberi pembebasan tambahan bahkan untuk budak permanen
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:6
Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan membutuhkan tindakan nyata, seperti tanda yang terlihat. Kita bisa melakukan komitmen yang konkret untuk mengikuti Kristus.
Tuhan, alih-alih lari dari-Mu, aku mau menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Tandai hatiku dengan kasih-Mu. Amin.