Budak yang memilih untuk tinggal
Keluaran 21:5
Hukum-Hukum Kehidupan Sehari-hari
“Namun, jika hambanya itu berkata dengan sungguh-sungguh, ‘Aku mengasihi tuanku, istriku, dan anak-anakku, jadi aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,’”Keluaran 21:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi jika budak itu dengan sungguh- sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,”Keluaran 21:5 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi andaikata budak itu menyatakan bahwa ia mencintai istrinya, anak-anaknya, dan tuannya, serta tidak mau dibebaskan,”Keluaran 21:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Akan tetapi, jika budak itu menyatakan, ‘Aku mengasihi majikanku, istriku, dan anak-anakku. Aku memutuskan untuk tetap menjadi budak,’”Keluaran 21:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if the servant shall plainly say, I love my master, my wife, and my children; I will not go out free:”Keluaran 21:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 21:5?
Seorang budak bisa memilih untuk tetap tinggal selamanya jika ia mengasihi tuannya, istrinya, dan anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa kasih dapat mengubah status menjadi relasi yang lebih dalam.
Latar belakang
Apa yang terjadi di sini?
Ini adalah pilihan hati, bukan paksaan ekonomi. Jika seorang budak berkata 'aku mengasihi tuanku, istriku, anak-anakku' — dia memilih untuk tinggal bukan karena takut, melainkan karena cinta. Hukum ini mengakui bahwa cinta dan komitmen bisa lebih kuat dari kebebasan formal.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki Sinai · padang belantara Sinai
Kapan
~1446 SM
Pemberian Hukum Taurat
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah Israel berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Bangsa Israel
Bekas budak yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָהַבְתִּי
ahavti · mengasihi
Aku mencintai — bentuk pertama tunggal dari 'ahav', kata cinta terdalam dalam Ibrani
אָמֹר
amor · sungguh-sungguh
Berkata dengan tegas — bentuk infinitif absolut yang menunjukkan kesungguhan pernyataan
חָפְשִׁי
hofshi · merdeka
Bebas — tapi di sini si budak menolak kebebasan ini demi sesuatu yang lebih berharga baginya
Paradoks indah: hukum ini menempatkan cinta ('ahavti') lebih tinggi dari kemerdekaan ('hofshi'). Ini mencerminkan teologi Israel — pengabdian kepada Allah dan sesama bukan penjara, melainkan ekspresi tertinggi kemanusiaan.
Tahukah kamu
Tahukah kamu?
Pernyataan 'aku mengasihi tuanku' di sini menggunakan kata 'ahavti' — kata cinta yang sama dipakai dalam Ulangan 6:5 'kasihilah TUHAN Allahmu.' Ini menunjukkan bahwa hukum ini berbicara tentang pengabdian yang tulus, bukan keterpaksaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 21:5
Ulangan 6:5
kata cinta yang sama
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Yohanes 15:13
pilihan karena cinta
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Roma 6:18
hamba karena pilihan
“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 21:5
✕ Sering dikira
Budak ini bodoh karena memilih tidak bebas
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks kuno, kebebasan tanpa keluarga bisa berarti kemiskinan — ini pilihan rasional sekaligus emosional
✕ Sering dikira
Hukum ini memaksa budak untuk tinggal
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pilihan sukarela yang dilindungi hukum, bukan paksaan
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 21:5
Kasih yang tulus rela berkorban dan ikhlas. Apakah kita mengasihi Tuhan dan sesama dengan cara yang membuat kita rela mengikatkan diri untuk kebaikan bersama?
Tuhan Yesus, tanamkan kasih yang rela berkorban di dalam hatiku, sehingga aku dapat hidup untuk kemuliaan-Mu. Amin.